
Entah karna lelah atau karna efek obat yang di minumnya, Anna pun langsung tertidur. Tak lupa Rayyan menyelimuti istrinya itu sebelum meninggalkan kamar. Seperti biasa dia akan tidur di sofa ruang tamu.
Malam ini cuaca terasa sangat dingin, dan entah kenapa Rayyan begitu sulit memejamkan matanya. Rayyan kemudian kembali ke kamar untuk mengecek keadaan Anna. Tiba-tiba Rayyan mendengar istrinya itu mengigau. Rayyan segera mendekat, dan dia merasakan tubuh Anna yang begitu panas.
"Astaga.., badan Anna panas banget.." Rayyan pun bergegas menuju dapur untuk mengambil air hangat lalu mengompres kening Anna.
Setelah tiga jam, panas Anna belum turun-turun juga. Rayyan pun merasa panik. Kemudian tiba-tiba Rayyan teringat dulu dia pernah membaca sebuah majalah kesehatan tentang cara menurunkan panas badan pada anak, yaitu dengan cara skin to skin. Sebenarnya Rayyan tidak yakin jika cara seperti itu juga berlaku untuk orang dewasa, namun apa salahnya mencoba. Rayyan kemudian membuka baju dan juga celananya hingga yang tersisa hanya ****** ******** saja. Kemudian dia pun membuka pakaian Anna satu persatu.
"Ma'afin aku ya An.."
Rayyan lalu berbaring di samping Anna sambil menempelkan tubuhnya. Ada rasa yang bergejolak dalam dirinya. Rasanya dia ingin menikmati keindahan tubuh istrinya. Namun sebisa mungkin di tahannya. Tak lama kemudian Rayyan pun tertidur.
Anna terbangun karna merasakan tubuhnya terhimpit sesuatu, Anna lalu membuka matanya perlahan dan alangkah terkejutnya dia melihat Rayyan tidur di sampingnya sambil memeluknya erat. Dan yang lebih mengagetkan lagi, mereka kini tidur dalam satu selimut tanpa busana di tubuh mereka.
'Astaga, kenapa bisa seperti ini. Jangan-jangan mas Rayyan...'
"Aaaa...." Anna berteriak kemudian dia segera bangun dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Kenapa sih An, kok teriak-teriak..? tanya Rayyan tanpa membuka matanya. Sesungguhnya dia merasa sangat ngantuk karna baru saja memejamkan matanya.
"Mas ngapain tidur di sini, dan apa yang sudah mas lakuin ke aku..?" tanya Anna.
Rayyan tersenyum. "Hanya melakukan apa yang seharusnya.."
"Mas jahat..." Anna tak kuasa lagi menahan tangisnya.
Akhirnya Rayyan pun segera bangun. "Udah jangan nangis. Aku nggak ngelakuin apa-apa kok. Beneran.. Tadi badanmu panas banget, dan aku sudah mengompresmu tapi tetap aja panasnya nggak turun-turun. Dan akhirnya aku terpaksa melakukan cara skin to skin. Ma'af ya..."
Anna menatap bola mata Rayyan dan dia tidak menemukan kebohongan di sana.
__ADS_1
"Mas nggak bohong kan..?"
"Aku serius.. Ya udah kalau gitu kamu lanjutin tidur ya..." Rayyan segera bangkit.
Entah kenapa Anna merasa sangat bersalah. Seharusnya dia tidak perlu marah, karna apapun yang di lakukan Rayyan terhadapnya memang sudah seharusnya karna mereka sudah sah menjadi suami istri.
"Mas mau kemana..?"
"Mau lanjutin tidur di sofa..."
Anna langsung menarik tangan Rayyan. "Mas nggak boleh pergi.." dengan tanpa malunya Anna langsung memeluk tubuh suaminya itu.
"Aku minta ma'af ya mas, nggak seharusnya aku marah padahal mas sudah merawat ku.."
Rayyan kemudian mengelus pucuk kepala Anna lembut. "Umm... ya udah sekarang kita lanjut tidur ya..." Rayyan membawa Anna ke tempat tidur.
"Pagi sayang..." ucap Anna lembut.
Kemudian Anna ingin bangun, namun tiba-tiba Rayyan menarik tubuhnya dan membawanya dalam pelukannya.
"Mau kemana..?" tanya Rayyan.
"Aku..." belum sempat Anna menjawabnya tiba-tiba Rayyan sudah mengunci bibir Anna dengan bibirnya. Menci*mnya dengan sangat lembut.
Anna memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang di ciptakan Rayyan. Ci*man yang semula lembut kini semakin menuntut. Rayyan mulai menci*mi leher jenjang Anna dan meninggalkan banyak stempel kepemilikan di sana. Anna melenguh, dan itu semakin membuat Rayyan bergairah. Dia sudah tak bisa menahannya lagi sekarang. Dan akhirnya mereka pun melakukan penyatuan.
Anna masih tak percaya jika dirinya benar-benar sudah menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Rayyan. Laki-laki pilihan papanya yang tidak pernah di inginkannya sebelumnya.
"Awww..." Anna meringis. Area sensitifnya terasa sangat perih.
__ADS_1
"Sakit banget ya..?" tanya Rayyan khawatir.
"Ummpp..." Anna mengangguk.
"Aku minta ma'af ya, mungkin tadi aku terlalu kasar..."
"Nggak apa-apa kok mas..."
"Ya udah sekarang kita mandi bareng ya..." Rayyan kemudian langsung mengangkat tubuh Anna dan membawanya ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi Anna, Anna kembali menuju ke dapur untuk menyiapkan kopi untuk Rayyan. Walau masih terasa sakit, tapi Anna sangat bersemangat. Tak lama kemudian Rayyan pun menyusulnya ke dapur.
"Sayang, kamu lagi ngapain..?" tanya Rayyan. Dia tau jika Anna masih terasa sakit.
"Mau bikinin kopi buat kamu..." jawab Anna.
"Nggak usah sayang..." Rayyan kemudian membawa Anna menuju ke ruang tamu.
"Udah, kamu nggak boleh ngapa-ngapain dulu.." Rayyan mendudukkan Anna di sofa.
"Tapi mas..."
"Nggak ada tapi-tapian. Kamu mau sarapan apa..?"
"Mmm, nasi uduk bu Lastri kayaknya..."
"Oke deh.., kalau gitu kamu tunggu di sini ya. Biar aku belikan dulu..." Rayyan pun langsung menuju warung bu Lastri.
****
__ADS_1