Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Teman baru


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, Anna kini sudah berada di halte bus untuk pulang ke apartemen. Anna begitu gelisah karna dari tadi tak satu pun bus yang datang. Langit pun juga mulai terlihat gelap, karna sepertinya akan turun hujan yang sangat lebat.


'Duuhh kok busnya nggak datang-datang sih? mana mau hujan lagi..'


Anna mondar mandir sendiri. Karna memang tak ada orang lain di sana selain dirinya.


Ciiitttt... sebuah mobil tiba-tiba berhenti mendadak di sana. Tak lama kemudian terlihat seorang laki-laki tampan turun dari mobil itu. Dia adalah Jerry. Seketika wajah Anna langsung berubah kesal.


'Dia lagi, dia lagi. Kenapa sih dia selalu muncul di hadapanku'


"Lo ngapain di sini..?" tanya Jerry.


Anna tak menjawab dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Heyy..." Jerry melambai-lambaikan tangannya di wajah Anna. "Sombong banget sih..?"


"Lo ngomong ama gua..?" ketus Anna sambil menunjuk dirinya.


"Iyalah, ngomong ma siapa lagi. Kan cuma lo doang yang ada di sini..."


"Gua pikir lo ngomong ama Jin. Soalnya gua punya nama..." Anna mendengus kesal.


"Iya gua kan nggak tau nama lo.." Walaupun mereka sering bertemu, namun Jerry belum tau nama Anna. Berbeda dengan Anna yang begitu mengenal namanya, itupun karna Sari. "Oh ya, lo mau pulang ya..? kalau gitu bareng aja, kan kita satu arah. Tenang aja, gua gratisin kok..."


"Nggak usah... Gua bisa naik bus..." lagi-lagi Anna membuang mukanya ke arah lain, berharap ada bus yang datang.


"Jam segini mana ada bus yang lewat.." cibir Jerry.


"Sok tau..!"

__ADS_1


"Iya tau lah.., gua dulu kan SMA nya di sini.." di seberang jalan memang ada sebuah SMA yang sangat populer di kota itu. Namun dulu Anna tidak bersekolah di sana.


"Bisa-bisa lo kejebak hujan di sini.."


'Bener juga sih kata dia. Lagian aku harus segera sampai rumah. Takutnya mas Rayyan udah pulang duluan. Kasian bik Sri nanti di omelin'


"Oke, gua mau pulang bareng lo..."


"Nah gitu dong..." Jerry langsung membukakan pintu untuk Anna.


Tak lama setelah itu hujan turun sangat deras, beruntung tadi Anna naik ke mobil Jerry.


"Oh ya, nama lo siapa sih..? kalau nama gua sih gua yakin lo udah tau. Secara gua kan terkenal banget..." ujar Jerry dengan pedenya.


'Hoooeekk..., rasanya aku pengen muntah. Kok ada sih cowok yang pede banget kayak dia'


"Ya udah kalau lo nggak mau kasih tau nama lo, gua bakal panggil lo sayang..." ujar Jerry dengan senyum jahilnya.


"Nah dari tadi dong.. Oke Anna, rumah lo dimana nih...?"


"Apartement XX..."


"Jadi lo tinggalnya di apartement XX..? kok bisa waktu itu lo main ke taman dekat rumah gua..? gua pikir lo juga tinggal di komplek itu..."


"Emangnya yang tinggal dekat situ aja yang boleh main ke sana..?"


"Heran aja.. Kan jauh dari apartemen XX ke taman itu.."


Setelah itu tak ada lagi percakapan di antara mereka. Jerry fokus ke jalanan karna hujannya sangat deras dan titik hujan yang jatuh ke kaca mobilnya membuat pandangan matanya kabur.

__ADS_1


Anna kemudian melihat accecoris yang menggantung di mobil Jerry yang bertuliskan University of LZ. Anna tau kampus itu terletak di kota H dimana tante Yasmin tinggal. Dulu tante Yasmin dan om Doni suaminya pernah menyarankan agar Anna kuliah di sana, namun papa Rama melarangnya dengan alasan nggak mau pisah terlalu jauh dari putri satu-satunya. Namun sekarang mereka akhirnya tetap berpisah jauh.


"Lo kuliah di Universitas LZ ya..?" tanya Anna memulai kembali pembicaraan.


"Iyap betul banget.. Kok lo tau..?"


"Itu gua baca Accecoris lo.." Anna menunjuk accecoris yang menggantung di depannya.


"Gua bangga banget bisa kuliah di sana, karna Universitas LZ merupakan salah satu universitas kedokteran terbaik di dunia.." ucap Jerry bangga.


Anna hanya tersenyum menanggapinya karna apa yang di katakan Jerry itu memang benar adanya.


"Selain gua, banyak juga orang Indonesia yang kuliah di sana. Gua sih lebih betah tinggal di Jerman daripada di sini. Makanya gua jarang banget pulang. Sekalinya pulang malah langsung di jodohin..." terdengar kekecewaan di sana. "Ehh kok gua jadi curhat sih..?" Jerry terkekeh.


"Pasti lo punya pacar kan di sana...?" Anna berusaha lebih akrab.


"Ya punya lah.. Nggak mungkin dong cowok setampan gua jomblo..."


Anna mencibir. "Dasar playboy cap sendal jepit.."


"Apa...?" Jerry mengerutkan keningnya, kemudian dia kembali terkekeh.


Dalam hitungan menit mereka mulai akrab. Jerry ternyata tidak seperti yang Anna pikirkan. Dia laki-laki yang baik dan humble. Sangat cocok di jadikan teman. Apalagi Jerry juga mengenal suaminya tante Yasmin, karna pernah praktek di rumah sakit tempat suami Yasmin bekerja. Saking asyiknya mereka bercerita, tak terasa Anna kini telah sampai di apartemennya.


Sementara di apartemen Rayyan terlihat begitu gelisah. Dari Tadi dia sudah menghubungi Anna berkali-kali namun nomor Anna sama tak bisa di hubungi. Rayyan begitu kesal karna Anna pergi tanpa memberitahunya. Tadi siang Rayyan menelpon bik Sri, dan bik Sri bilang Anna sedang keluar bersama temannya. Namun hingga Rayyan pulang pun istrinya itu belum kembali juga.


Begitupun dengan bik Sri, wanita paruh baya itu juga sangat gelisah. Bik Sri merasa menyesal karna tak bisa melarang Anna untuk pergi bekerja. Entah kenapa rasanya Rayyan lebih menyeramkan di bandingkan pak Rama.


'Non Anna.., kenapa non belum pulang sih..? Mana cuacanya kayak gini lagi. Semoga non Anna baik-baik aja'

__ADS_1


***


Hy guys.., ma'af ya jika author nggak bisa up tiap hari. Jujur author hilang semangat banget sekarang. Viewers nya turun drastis😭


__ADS_2