Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Rayna Rahardian


__ADS_3

Like, komen dan jangan lupa rate bintang 5 ya guys..


4 tahun berlalu


Sejak kejadian itu Anna tak pernah lagi menginjakkan kakinya di Indonesia. Dia memilih menetap di Jerman bersama putri yang di lahirkannya. Dan sejak itu pula Anna tak lagi bertemu Rayyan. Jangankan untuk bertemu, menyebut namanya saja Anna sudah tak mau. Kenangan bersama laki-laki sudah di kuburnya dalam-dalam. Mengingat Rayyan hanya membuatnya semakin sakit dan di penuhi dendam yang membara. Bagaimana tidak, karna Rayyan lah Anna kehilangan papanya.


Teringat 4 tahun lalu ketika Anna tiba di Jerman, papanya ternyata sudah meninggal. Anna bahkan tidak sempat berbicara untuk yang terakhir kalinya dengan papanya itu. Dan itu membuat Anna sangat hancur. Apalagi kata tante Yasmin papanya sudah sangat sehat waktu itu. Bahkan papa Rama juga sudah berencana pulang ke Indonesia dalam waktu dekat. Rama ingin memulai kembali bisnisnya dan mengurus resortnya yang ada di Bali. Tak ada yang tau tentang resort itu. Rama membelinya secara diam-diam beberapa tahun lalu. Bahkan Anna sendiri taunya dari surat wasiat yang di tinggalkan papanya.


Resort itu kini di kelola oleh orang kepercayaan Rama yang bernama Candra. Candra juga merupakan sepupu jauhnya Rama, dan juga seorang pebisnis. Namun Candra di kenal hati baik. Selama ini Candra begitu banyak membantu Rama. Namun ketika Rama mengalami kebangkrutan, Rama tetap meminta Candra untuk merahasiakan tentang resortnya. Rama hanya meminta Candra untuk mengurus rumahnya yang telah di sita pihak bank, hingga rumah itu kembali lagi padanya. Rama berencana akan memberitahu Anna jika Anna benar-benar sudah berubah dan menjadi istri yang baik untuk Rayyan.


Pada waktu itu Rama baru saja pulang jogging bersama Doni suaminya tante Yasmin. Dokter memang menyarankan kepada Rama agar rajin berolahraga. Tentunya hanya melakukan olahraga ringan seperti jogging dan juga bersepeda santai. Tiba-tiba saja Rama mendapat telpon dari Candra. Candra memberitahunya jika Rayyan ternyata adalah putranya Alfahri Sadiq. Karna memang Candra juga menghadiri pesta itu, dan menyaksikan langsung bagaimana Alfahri memperkenalkan putranya. Namun bukannya terkejut, Rama malah tertawa. Dia sama sekali tidak percaya, dan menganggap Candra hanya bercanda. Dia ingat betul pertama kali bertemu Rayyan dulu, hingga menjadikan Rayyan orang kepercayaannya.


Karna Rama tetap tidak mempercayainya, Candra pun langsung mengirimkan videonya kepada Rama. Apa yang di katakan Candra ternyata benar adanya. Rama sangat syok, dan dia pun mengalami serangan jantung. Rama segera di larikan kerumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong lagi. Rama meninggal dunia sebelum sempat bertemu putrinya.

__ADS_1


***


Rayna Rahardian.


Secara tidak langsung ide nama itu berasal dari Ica. Yang berarti gabungan dari nama Rayyan dan Anna. Sedangkan nama belakangnya, di ambil dari belakang Anna dan papanya. Rayna kini sudah berusia tiga tahun tiga bulan. Dia begitu lincah dan juga sangat ceria. Kini Rayna sedang asyik bermain, sedangkan Anna sedang sibuk mengemasi barang-barangnya. Anna akan pulang ke Indonesia bersama Rayna.


"An, apa kamu yakin ingin kembali ke Indonesia...?" tanya tante Yasmin sedih. Rasanya begitu berat berpisah dengan Rayna, karna dialah yang mengurus Rayna dari lahir.


"Yakin dong tan... Aku nggak mungkin selamanya tinggal di sini. Bisnis papa itu di Indonesia, aku ingin mengembangkan bisnis papa..." ujar Anna dengan senyumnya.


"Tapi gimana jika kamu bertemu Rayyan...?"


Anna menghirup nafasnya dalam, dan menghembusnya secara perlahan. "Itu tidak mungkin tante, aku akan tinggal di Bali bersama Rayna. Dan mungkin dia juga sudah melupakanku..."

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Jerry..? sudah terlalu lama dia menanti kepastian darimu An..."


Jerry harusnya sudah kembali ke Indonesia sejak setahun lalu, karna dia telah menyelesaikan pendidikannya sebagai dokter. Namun Jerry memilih untuk tetap tinggal dan berkarir di Negara itu. Jerry kini bekerja di rumah sakit tempat om Doni bekerja. Anna sudah berulang kali memintanya untuk kembali ke Indonesia, karna walau bagaimanapun Jerry sudah bertunangan. Dan sudah waktunya dia menikahi tunangan yang sudah lama di tinggalkannya itu.


Namun Jerry sama sekali tidak peduli. Dia lebih memikirkan Rayna. Bagaimana tidak, sejak Rayna dalam kandungan Jerry lah yang selalu ada untuk Anna. Hingga Anna melahirkan, Jerry juga selalu setia mendampinginya. Bahkan Rayna menganggap Jerry lah papanya, karna memang Jerry selalu bersikap seperti layaknya seorang ayah kepadanya.


"Jerry itu sahabatku tante, dan akan selalu menjadi sahabatku.." entah kenapa begitu sulit bagi Anna untuk membuka hatinya untuk Jerry. Padahal selama ini Jerry sudah terlalu baik padanya, bahkan rela berkorban untuk dirinya dan juga putrinya.


"Tapi Jerry tidak menganggap mu begitu An. Dia mencintaimu, dan dia ingin menjadi ayah sungguhan untuk Rayna.."


Anna terdiam, dia sebenarnya juga tau. Namun Anna terlalu egois, dia hanya memikirkan perasaannya sendiri.


"Atau jangan-jangan kamu masih mencintai Rayyan...?"

__ADS_1


Sebenarnya tanpa di jelaskan sekalipun sudah terlihat jika sebenarnya Anna masih mencintai Rayyan. Sekuat apapun Anna berusaha melupakan Rayyan dan mengubur semua kenangan tentang laki-laki itu, namun jauh di lubuk hatinya nama Rayyan masih tersimpan di palung hatinya yang terdalam. Rasa cintanya melebihi rasa dendam di hatinya. Dan waktu empat tahun itu tidak bisa menghapus perasaan yang dimilikinya...


***


__ADS_2