Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Penghinaan Calon mama mertua


__ADS_3

Sesampainya di rumah Anna, Jerry langsung menggendong Rayna menuju kamarnya karna gadis kecil itu sudah tertidur. Tadi di dalam perjalanan Rayna hanya diam dan terus memeluk mommynya hingga tertidur. Sepertinya Rayna benar-benar merasa ketakutan.


'Ma'afin daddy ya sayang' ucap Jerry sambil mencium kening Rayna.


Setelah membaringkan Rayna di atas tempat tidurnya, Jerry pun langsung turun untuk menemui Anna. Terlihat Anna sedang duduk di meja makan dengan segelas air putih di tangannya. Kemudian Jerry pun ikut duduk di sana.


"An, ma'afin sikap mama aku ya, dan jangan dipikirin kata-katanya. Belakangan ini mama sangat stres karna mengurus papa yang sakit. Mama sebenarnya orang yang sangat baik dan juga penyayang apalagi terhadap anak kecil..."


Anna menatap Jerry lekat. "Sepertinya mama kamu memang tidak menyetujui hubungan kita Jer. Aku bisa melihatnya..." ujar Anna sedih.


"An..." Jerry meraih tangan Anna. "Plis buang pikiran itu jauh-jauh ya. Mama aku nggak pernah menentang hubungan kita. Dari awal aku juga udah cerita tentang kamu dan juga Rayna. Dan mama tidak pernah mempersoalkan itu. Jadi kamu tenang aja ya, semuanya akan baik-baik aja kok..." Jerry meyakinkan.


Anna hanya mengangguk. Dia bisa merasakan ketulusan laki-laki itu.


"Oh ya, besok aku akan berangkat ke Singapura. Mungkin aku akan lama di sana untuk mengurus bisnis papa. Aku pasti akan sangat merindukan kalian..." Jerry tampak sedih.


"Aku kangen saat-saat kita di Jerman An. Dimana kita selalu menghabiskan waktu bersama. Nggak kayak sekarang, selalu sibuk dengan pekerjaan yang tak pernah ada habisnya. Nggak enak banget An, berada di posisi aku sekarang. Aku capek, aku pengen bebas seperti dulu lagi..."


"Jer.., kamu nggak boleh ngomong gitu. Hanya kamu harapan orangtuamu. Kamu harus tetap semangat. Aku akan selalu mendukungmu..."


"Makasih ya An, kamu memang yang terbaik..."


Anna tersenyum. "Ya udah pulang gih, udah malam..."


"Kamu ngusir aku ya..?" Jerry sewot.


"Iya.."


"Jahat banget sih An. Ya udah aku pulang. Nggak ada salam perpisahan gitu...?"


"Nggak..." cibir Anna.


Jerry tampak kecewa.

__ADS_1


Setelah mengantarkan Jerry ke depan pintu, Anna pun langsung menuju kamarnya, lalu berganti pakaian dan membersihkan wajahnya. Setelah itu Anna langsung berbaring di tempat tidurnya. Kemudian Anna tiba-tiba teringat perkataan mama Jerry tadi. Mama Jerry terang-terangan mengatakan jika dia tidak setuju Jerry menjalani hubungan dengan seorang janda seperti dirinya. Dan itu membuat Anna benar-benar merasa sedih. Seketika airmatanya langsung menetes di sudut pipinya.


Anna kemudian menuju balkon, ingin rasanya dia teriak sekencangnya. Sungguh bukan keinginannya menjadi seorang janda.


Cukup lama Anna berada di sana membiarkan angin malam menerpa tubuhnya. Hingga tak lama kemudian Anna pun mulai kedinginan dan


kembali ke kamarnya.


Anna lalu mengeluarkan ponselnya dari tasnya. Entah kenapa dia bisa lupa dengan benda pipih itu. Seketika Anna langsung terkejut melihat banyak pesan masuk dan juga panggilan tak terjawab dari Rayyan. Anna memang sengaja mengubah pengaturan ponselnya dengan mode senyap karna takut akan mengganggu acaranya. Walaupun pada akhirnya acara itu tak jadi, bahkan dia belum sempat berkenalan dengan benar dengan mamanya Jerry.


Anna kemudian membuka pesan itu satu-persatu.


Anna, kamu dimana?


Anna, jawab telpon aku.


Kamu baik-baik aja kan? jangan buat aku khawatir. Dan banyak lainnya.


Anna tersenyum tipis, ada rasa bahagia ketika Rayyan masih mengkhawatirkannya. Namun Anna sama sekali tak berniat membalas pesannya. Kemudian ada satu pesan lagi yang belum dibacanya. Sepertinya dari nomor tak di kenal. Anna lalu membukanya.


'Mama Jerry ingin bertemu denganku..?' Anna mengerutkan keningnya.


**


Hari ini setelah dari butik Anna langsung menuju Ryn resto untuk bertemu mamanya Jerry. Ketika memasuki restoran itu, Anna tiba-tiba teringat dulu dia pernah ikut Rayyan bekerja di sana. Betapa bodohnya dia dulu karna begitu mudahnya di bohongi oleh Rayyan. Rayyan bilang dia bekerja sebagai karyawan, namun ternyata dialah pemiliknya.


Ternyata restoran itu memiliki banyak perubahan sekarang, terkesan lebih mewah dan juga semakin luas. Anna kemudian langsung menuju meja yang sudah di sebutkan mama Jerry, dan ternyata mama Jerry sudah menunggunya di sana.


"Ma'af tante, aku terlambat. Tadi terkena macet di jalan.." ujar Anna dengan senyumnya.


"ANNA..?"


Tanpa sepengetahuan Anna ternyata Rayyan juga ada di sana. Dia duduk persis di belakang mama Jerry. Rayyan sedang melakukan pertemuan dengan kliennya yang datang dari luar Negeri.

__ADS_1


"Nggak apa-apa, silahkan duduk..." ujar mama Jerry dengan senyum tipisnya.


Anna kemudian menarik kursinya dan duduk di sana. "Tante, aku benar-benar minta ma'af atas kejadian semalam. Aku merasa sangat menyesal, karna tidak menjaga anakku dengan baik..."


"Lupakan saja. Saya tau memang tidak mudah merawat dan mendidik anak tanpa adanya seorang suami.." ucap mama Jerry sinis.


Anna tersenyum kelat, ucapan mama Jerry lagi-lagi melukai perasaannya.


"Oh ya mau makan apa..? silahkan di pesan..."


"Nggak usah tante.., aku masih kenyang. Minuman ini sepertinya cukup..." ujar Anna sambil melirik chocolate milkshake yang ada di depannya itu.


"Oohh ya udah, silahkan diminum..."


"Baik tante.." Anna kemudian mulai meminumnya perlahan.


"Anna..., saya nggak mau berbasa basi. Dan saya langsung pada poinnya. Saya tau kamu sudah berteman sejak lama dengan Jerry, dan kalian memutuskan untuk hidup bersama. Apa kamu yakin mencintai anak saya dengan tulus..? karna yang saya lihat kamu hanya memanfa'atkan anak saya.."


"Maksud tante apa...? saya tidak pernah memanfa'atkan Jerry tante.."


Wanita itu menyeringai. "Halaahh... kamu itu licik Anna..! kamu tega memisahkan Jerry dari tunangannya agar ketika anakmu lahir dia mempunyai seorang ayah. Sampai kapan kamu akan terus membohongi anakmu itu..? Jerry itu bukan ayahnya..!"


Deg...


Seketika air mata Anna langsung menetes di sudut pipinya. "Aku tidak pernah bermaksud seperti itu tante..." Anna menangis.


"Sudah cukup Anna..! karna sandiwara mu ini yang membuat Jerry tak pernah bisa menjauh darimu.."


"Asal kamu tau, sampai kapan pun Jerry takkan pernah bisa menikahimu. Jerry itu sudah kami jodohkan dari dulu. Tentunya dengan wanita baik-baik, bukan seperti kamu. Jika kamu masih punya hati, tolong jauhi anak kami..." mama Jerry kemudian berdiri dari duduknya.


"Oh ya satu lagi, jika kamu mendekati Jerry karna hartanya, lebih baik lupakan mimpimu itu...!" ujarnya penuh kebencian. Lalu setelah itu dia pun pergi meninggalkan Anna.


Anna hanya bisa menangis. Sungguh apa yang dituduhkan mama Jerry itu tidak benar. Dia bahkan tidak pernah mengajari Rayna memanggil Jerry dengan panggilan daddy. Apalagi mengaku Jerry sebagai ayahnya. Selama ini Jerry lah yang mendekatinya.

__ADS_1


Sementara Rayyan benar-benar merasa tidak berguna sekarang. Dia bahkan tidak bisa membela Anna di saat seperti ini. Seandainya yang di hadapinya sekarang bukan klien yang sangat penting, mungkin dia sudah meninggalkan orang itu. Rayyan hanya bisa mengepalkan tangannya kuat, dan bersumpah akan membuat keluarga Jerry menyesal karna sudah menyakiti hati orang yang sangat di cintainya.


__ADS_2