Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Ketemu cowok arogan itu lagi


__ADS_3

Tak lama kemudian Rayyan pun sampai di rumah dengan menenteng makanan di tangannya. Kemudian dia langsung duduk di samping istrinya itu.


"Tadi katanya lagi nonton, kok TVnya di matiin..? hayoo lagi nonton film apa tadi..?" goda Rayyan sambil menaik-naikkan alisnya. Entah kenapa moodnya langsung bagus ketika melihat Anna.


"Tadi sih cuma nonton berita doang, akhirnya bosan, makanya di matiin TVnya.." jawab Anna tak bersemangat.


Anna sama sekali tidak melirik makanan yang di bawa Rayyan, dia malah fokus dengan ponselnya.


"Kamu lagi liat apa sih..?" tanya Rayyan penasaran.


"Ini aku lagi baca lowongan kerja perusahaan Adiguna group. Dan mereka juga menerima yang tamatan SMA. Aku boleh daftar kan mas...?" tanya Anna semangat.


'Jadi perusahaannya Hazel lagi buka lowongan kerja..? Anna nggak boleh melamar kerja di sana'


"Nggak boleh...!" tegas Rayyan


"Kenapa..? ayolah mas, aku ingin kerja. Aku bosan di rumah terus.." rengek Anna.


"Kalau aku bilang nggak ya nggak. Kenapa sih kamu ngotot pengen kerja. Kan aku udah bilang, kamu di rumah aja. Biar aku yang kerja. Aku nggak mau kamu capek, aku ingin kamu selalu ada di rumah saat aku pulang..."


"Aku nggak bakalan capek kok mas. Lagian di sini tertulis jam kerjanya dari jam delapan sampai jam tiga sore. Aku pasti lebih duluan pulang dari kamu..." Anna masih keukeuh.


"Kamu pikir semudah itu di terima kerja di perusahaan Adiguna? kamu tau nggak Adiguna group itu adalah perusahaan yang sangat besar. Mereka tidak akan menerima sembarang orang untuk bekerja di sana. Apalagi orang seperti kamu yang tidak punya pengalaman kerja sama sekali..." ucap Rayyan dengan suara lantang.


Deg... kata-kata Rayyan benar-benar sudah menyinggung perasaan Anna. Hingga tak terasa air mata Anna lolos begitu saja. Anna memang tidak punya pengalaman kerja sama sekali. Walaupun papanya seorang pengusaha namun dia tidak pernah tau tentang perusahaan. Selama ini yang dia tau hanyalah meminta uang pada orangtuanya. Namun terus-terusan berada di kontrakan membuat Anna benar-benar jenuh. Setidaknya dengan bekerja dia bisa melihat dunia luar dan sedikit menghibur dirinya.


"Aku memang tidak punya pengalaman kerja. Tapi aku juga tidak bodoh, mas tidak perlu merendahkan aku seperti itu..." Anna kemudian berdiri dari duduknya sambil mengusap air matanya kasar


"Kamu mau kemana..?" tanya Rayyan.

__ADS_1


Anna tak menjawab, kemudian dia langsung pergi meninggalkan Rayyan.


"Arrrrggg...." Rayyan mengacak rambutnya kasar. Tujuannya pulang ke rumah untuk mencari ketenangan, namun malah membuatnya semakin kacau.


Anna kemudian menuju ke taman. Setidaknya di sana dia bisa menenangkan diri. Sesampainya di taman Anna langsung memilih duduk di bangku yang berhadapan dengan lapangan basket. Di sana tidak terlalu rame seperti biasanya, hanya ada beberapa orang yang berteduh dari sinar matahari yang menyengat kulit.


Sementara di lapangan basket tampak seorang cowok yang sedang asyik mendribble bola dan memasukkannya ke dalam ring namun selalu gagal. Entah kenapa dia melakukan olahraga di tengah teriknya matahari. Anna tidak mempedulikan itu. Saat ini dadanya benar-benar terasa sesak, rasanya dia ingin menangis dan berteriak sekencangnya.


Tak lama kemudian tiba-tiba bola basket itu melayang di dekat Anna, dan buuuuugggg... bola basket itu langsung mengenai kepala Anna.


Anna memegang kepalanya. "Aduuhhh sakit, Hiikkss..hikksss." Anna menangis seperti anak kecil.


Cowok itu langsung berlari ke arah Anna. Lalu berjongkok mensejajarkan posisinya badannya dengan Anna "Aduuhh ma'af mbak, aku nggak sengaja.." ucapnya. Padahal dia sengaja melempar bola itu dengan kasar karna kesal. Namun dia tidak melihat Anna di sana.


Anna semakin menangis kencang dia sama sekali tidak mempedulikan lingkungan di sekitarnya. Akhirnya Anna punya alasan untuk menangis meluapkan perasaannya. Setidaknya dengan menangis bisa membuat perasaannya lega dan jadi lebih baik.


'Ini cewek gemes banget sih. Lagi nangis aja lucu' gumam cowok itu sambil menyunggingkan senyumnya.


"Abisnya mbak sih lebay banget. Masa kena bola doang nangisnya kenceng gitu. Emang nggak malu di liatin orang..." ucap cowok itu dengan senyum mengejek.


"Bodo...! kamu udah bikin kepala aku cidera tau nggak. Kalau terjadi apa-apa sama kepala aku gimana..?" bentak Anna.


"Palingan juga geger otak mbak..." ledeknya yang di iringi gelak tawanya.


Anna benar-benar kesal melihat cowok di depannya itu. Bukannya minta ma'af dengan benar malah mengejeknya. Seketika Anna langsung ingat dengan cowok itu, dia adalah Jerry cowok yang sangat di taksir Sari dan yang sebentar lagi akan tunangan karna di jodohkan orangtuanya.


"Apanya sih yang di sukai Sari dari cowok kur*ng ajar kayak dia...?" ujar Anna sambil menatap Jerry dari ujung kaki sampai ujung kepala. Jerry memang sangat tampan, tapi dia sangat kur*ng ajar bagi Anna. Ini adalah kali kedua mereka bertemu dengan masalah yang sama.


"Apaa...? lo ngatain gua ya..?" Jerry mulai terlihat kesal.

__ADS_1


"Kalau iya kenapa..?" Anna nyolot.


"Ini cewek berani banget sih..? Lo tau nggak selama ini nggak ada cewek yang berani nantang gua. Hanya lo doang yang berani..."


"Ngapain juga harus takut ama lo..?" cibir Anna.


"Gua suka tipe cewek kayak lo. Kalau gitu lo mau nggak jadi pacar gua..? setidaknya untuk satu minggu ke depan sebelum gua balik ke Jerman..."


"Gila lo.. Emang gua cewek apaan..? Lagian gua udah nikah..."


"What...?" Jerry terbelalak kaget. "Nggak usah ngada-ngada deh, lo itu sama sekali nggak terlihat seperti perempuan yang sudah menikah. Malah terlihat seperti bocah tau nggak..." ejek Jerry.


"Nggak percaya ya udah. Nggak penting juga buat gua..."


Jerry langsung menatap Anna dari ujung kaki sampai ujung kepala.. "Seandainya cewek ini mau menjadi pacar gua, setidaknya untuk satu minggu ke depan agar gua punya alasan buat ngebatalin perjodohan gua dengan Tania.." gumam Jerry dalam hati.


"Apaan sih liat gua kayak gitu..? Udah pergi sana.. ! Dekat-dekat ama lo hanya bikin hawa makin panas dan membuat tenggorokan gua kering..."


"Lo mau minum apa, biar gua traktir. Setidaknya sebagai ucapan permintaan ma'af gua karna udah bikin kepala lo cidera..."


"Es cream satu box..." ucap Anna asal.


"Oke.., tunggu bentar ya..." Jerry langsung mengeluarkan ponsel pintarnya dan menelpon seseorang.


"Tolong bawakan satu box es cream ke taman melati sekarang juga.." ucapnya kemudian langsung menutup telponnya.


Tak lama kemudian terlihat sebuah mobil datang mengantar satu box es cream di sana. Anna benar-benar tidak menyangka jika Jerry benar-benar serius dengan ucapannya.


"Silahkan di makan es creamnya.., habisin ya..." ucap Jerry.

__ADS_1


Anna kemudian mengambil es cream itu dan memakannya dengan lahap. Seketika masalahnya dengan Rayyan seakan hilang begitu saja...


***


__ADS_2