
Seminggu sudah Rayyan bekerja di Star Light. Hari-harinya menjadi sangat sibuk dan tidak memiliki banyak waktu lagi bersama Anna. Rayyan bahkan sering pulang larut malam di saat Anna sudah tertidur lelap. Apalagi Rayyan juga harus mengurus kedua restorannya, dan itu membuatnya semakin sibuk. Rasanya Rayyan sudah tidak sabar lagi ingin mengakhiri sandiwaranya dan hidup bahagia bersama Anna. Rayyan hanya ingin fokus dengan bisnisnya, dan tentu saja setelah mencapai tujuannya.
Seperti hari ini Rayyan terpaksa harus bertolak ke luar Kota menyusul papanya untuk melakukan perjalanan bisnis dan juga meninjau proyek Star Light yang ada di sana. Sejauh ini pak Fahri sangat mempercayai Rayyan, dan tidak mempunyai kecurigaan sedikitpun terhadap putranya itu. Bahkan Fahri sangat terbuka mengenai perusahaannya dan banyak mengajari Rayyan cara berbisnis. Fahri juga sudah berencana akan menjadikan Rayyan sebagai Direktur utama perusahaannya, tentu saja atas izin Mirna istrinya, namun Fahri masih merahasiakan itu dari Rayyan.
Kini mereka dalam perjalanan pulang ke Jakarta. Kali ini Rayyan terpaksa harus semobil dengan papanya dan duduk secara berdampingan untuk pertama kalinya. Padahal tadi pak Fahri berangkat menggunakan jet pribadinya, namun karna suatu hal dia harus pulang dengan mobil bersama Rayyan. Di sepanjang perjalanan Rayyan tidak banyak bicara. Rayyan hanya menjawab pertanyaan yang di berikan papanya saja. Dan setelah itu dia fokus kembali dengan ponsel di tangannya untuk mengecek email penting yang dikirimkan Dio kepadanya.
"Ray.., minggu besok adalah pesta pertunangan adikmu. Papa nggak mau tau, kamu harus hadir di sana.." ucap Fahri memulai percakapan. Sebenarnya sudah berkali-kali Fahri mengundang Rayyan untuk makan malam bersama keluarganya, namun Rayyan tak pernah mau dengan berbagai macam alasan. Padahal Fahri ingin memperkenalkan Rayyan pada adik dan mama sambungnya. Apalagi Mirna sepertinya juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak sambungnya itu.
"Aku nggak janji pa, soalnya lagi banyak kerjaan..." jawab Rayyan tanpa menoleh.
__ADS_1
Fahri tau jika Rayyan itu memang sangat sibuk, karna dia juga mempunyai bisnis lain. Namun Fahri harus membuat Rayyan bisa datang ke acara pertunangannya Elsa. "Ini acara penting adikmu Ray, masa kamu nggak mau datang sih..?"
'"Aku nggak punya adik.." batin Rayyan sinis.
"Bahkan mamamu juga akan pulang ke Indonesia khusus menghadiri acara pertunangan adikmu. Apa kamu tidak ingin bertemu dengan mamamu..?"
"Mama...?" Rayyan mengangkat wajahnya. Rayyan sangat terkejut karna mamanya tiba-tiba akan pulang ke Indonesia. Dan yang lebih mengejutkan lagi mamanya pulang hanya untuk menghadiri acara pertunangan anak dari suaminya dengan wanita lain, sedangkan dirinya saja tidak pernah berhasil membujuk mamanya untuk pulang ke Indonesia bersamanya.
"Tapi kenapa pa..?" Rayyan tak habis pikir. Bahkan selama ini papanya tidak pernah mengizinkan mamanya pulang ke Indonesia dan muncul di hadapan keluarganya.
__ADS_1
"Karna Mirna sudah tau semuanya sekarang. Papa sudah menceritakan semuanya. Tentang kamu, dan juga mama kamu. Mirna juga sudah bisa menerima masalalu papa, dan juga menerima kamu sebagai anaknya. Mirna juga ingin menjalin hubungan baik dengan mama kamu. Makanya dia meminta papa untuk mengundang mamamu datang dan kebetulan mamamu juga setuju..."
'Apa semudah itu membuat mama percaya. Aku yakin papa sudah merencanakan sesuatu. Dan aku tidak akan membiarkan mama terjebak dalam rencana papa'
"Oke.., aku datang..." ucap Rayyan.
Pak Fahri tersenyum senang. "Nah gitu dong.." ucap Fahri sambil menepuk-nepuk pundak Rayyan.
***
__ADS_1
'