Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Uncle Baik


__ADS_3

Anna berdiri di tepi pantai, pandangan matanya lurus ke depan dengan tatapan kosong. Anna masih tak habis pikir kenapa dengan mudahnya dia bertemu Rayyan kembali. Selama empat tahun ini tidak mudah baginya untuk menjalani hari-harinya. Apalagi harus membesarkan anaknya seorang diri. Sedangkan Rayyan mungkin sudah sangat bahagia dengan keluarga barunya. Menjadi putra bagi seorang Alfahri Sadiq orang yang sangat berkuasa, menjadi kakak bagi Elsa dan Dewa orang yang sangat di bencinya, dan menjadi suami bagi wanita cantik yang bernama Hazel. Sedangkan dia harus kehilangan papanya untuk selamanya. Seandainya Rayyan tidak datang dalam kehidupan keluarganya mungkin semua tak kan terjadi.


"Mommy..."


Suara itu mengejutkan Anna dari lamunannya. Anna pun berbalik badan mencari arah suara itu, dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat Rayna sedang bersama orang yang sangat di bencinya. Seketika tubuh Anna langsung lemas, jantungnya seakan berhenti berdetak saat itu juga. Hal yang paling di takutkannya selama ini akhirnya terjadi juga. Rayna kini sudah bertemu dengan ayah kandungnya.


"Mommy..." Rayna kemudian berlari ke arah Anna yang sedang mematung. Sungguh Anna merasa sedang bermimpi buruk sekarang, dan berharap dia akan segera bangun dari mimpi itu.


"Mommy, aku di antal om baik lo..." ujar Rayna berbinar.


'Uncle baik? Jadi uncle baik yang di maksud Rayna adalah dia? kenapa bisa jadi begini Tuhan'


Anna menatap Rayyan penuh kebencian. Bisa-bisanya Rayyan mendekati Rayna, apa Rayyan sudah mengetahui semuanya? apa Rayyan benar-benar akan mengambil Rayna darinya.


Berbeda dengan Anna, pandangan mata Rayyan justru terlihat sendu. Gurat-gurat kesedihan tampak menghiasi wajah tampannya. Wajah yang dulunya penuh keceriaan, kini hilanglah sudah. Yang terlihat hanya kesedihan, seakan menunjukkan jika dirinya benar-benar tak bahagia.


"Apa yang ingin kau lakukan..?" ucap Anna ketika Rayyan makin mendekat. Anna semakin memeluk Rayna erat.


"Anna..." lirih Rayyan dengan tatapan sendunya.

__ADS_1


"Jangan pernah mendekatiku lagi, apalagi mendekati putriku..! ucap Anna penuh kebencian.


"Anna ma'afkan aku..." laki-laki itu kini bersimpuh di kaki Anna.


Anna tersenyum sinis. "Ma'af..? apakah kata ma'af bisa membalikkan semuanya..?"


"Aku tau aku salah An, izinkan aku menebus semua kesalahanku..." suara Rayyan kini bergetar. Laki-laki itu kini benar-benar rapuh.


Anna mencoba menahan airmatanya agar tak jatuh. Sekuat apapun dia membenci laki-laki yang ada di depannya itu, namun jauh di lubuk hatinya ada kerinduan yang mendalam.


"Mommy..." Rayna mengangkat wajahnya dan menatap Anna dengan perasaan sedih. Gadis kecil itu sepertinya merasakan apa yang di rasakan kedua orangtuanya.


Rayna mengangguk...


Anna menarik tangan Rayna, dan ingin pergi dari tempat itu. Namun dengan cepat Rayyan menarik tangannya.


Anna terkejut, dia tidak percaya Rayyan senekat itu. "Lepasin tangan aku..." ucap Anna dengan tatapan tajam.


"Aku tidak akan melepaskan tanganmu sebelum aku menjelaskan semuanya.." Rayyan semakin mengeratkan tangannya.

__ADS_1


Anna memejamkan matanya. Dia tau Rayyan tak akan menyerah begitu saja. Dan lagi Anna tak ingin Rayna menyaksikan semuanya.


"Fitri, tolong bawa Rayna ke kamar ya..."


"Baik bu..."


"Sayang, kamu ke kamar dulu ya sama suster Fitri. Mommy ada urusan bentar sama uncle..."


Rayna mengangguk. "Oke mom..." kemudian Rayna dan Fitri pun meninggalkan tempat itu.


Kini tinggallah Anna dan Rayyan berdua di tempat itu. Seketika Anna langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Dia masih belum sanggup menatap laki-laki yang ada di dekatnya itu.


"Rayna cantik ya, wajahnya sangat mirip denganmu. Nggak ada bule-bulenya..." ujar Rayyan yang kini berdiri di samping Anna. Rayyan teringat foto pernikahan Anna yang di tunjukkan oleh tante Yasmin. Di sana suami Anna adalah seorang bule yang sangat tampan.


Anna tak menanggapinya, dia tak ingin membahas tentang Rayna sedikitpun. Jangan sampai Rayyan tau jika Anna adalah putrinya.


"Seandainya waktu itu aku tak datang di pesta pertunangan itu pasti sekarang anakku juga sudah sebesar itu..."


Anna mendengus.. Perpaduan antara sedih dan marah.

__ADS_1


'Seandainya waktu itu kau tak datang ke pesta itu mungkin sekarang papa aku juga masih hidup. Dasar laki-laki jahat, nggak punya hati dan perasaan'


__ADS_2