Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Ungkapan hati


__ADS_3

Sesampainya di Jakarta Rayyan langsung menghubungi mama Ratih. Rayyan harus mencegah mamanya datang menghadiri pesta pertunangan Elsa. Rayyan yakin papanya pasti sudah merencanakan sesuatu yang buruk terhadap mereka. Namun entah kenapa nomor mama Ratih nggak bisa di hubungi. Rayyan begitu frustasi. Dia yakin mamanya tidak pernah berganti nomor dari dulu. Bahkan beberapa hari yang lalu mereka masih sempat berkirim pesan hanya untuk bertukar kabar. Namun mama Ratih tidak cerita jika dia kan pulang ke Indonesia.


"Mama mana sih? kenapa nggak bisa di hubungi..?"Aarrrggg... Rayyan memukul setir mobilnya dengan keras.


Setelah itu Rayyan pun langsung melanjutkan perjalanannya menuju apartementnya.


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, namun Anna masih belum tidur juga. Dia sedang berbaring di sofa ruang tamu sambil sibuk berbalas chatting dengan Icha dan juga Jerry. Entah kenapa belakangan mereka menjadi sangat akrab. Bahkan Icha juga sudah mengenal Jerry karna Anna. Mereka sedang merencanakan hangout bareng sebelum Jerry berangkat ke Jerman.


Jerry juga sudah tau jika Anna sudah menikah dan dia pun juga sudah bertunangan dengan Tania beberapa hari lalu. Sebenarnya masa cuti kuliah Jerry sudah berakhir, dan dia harusnya sudah kembali ke Jerman. Namun Jerry sengaja menunda keberangkatannya hanya untuk bisa memiliki waktu lebih lama lagi bersama Anna. Jerry sepertinya memang punya perasaan lebih terhadap Anna. Tapi dia juga sadar jika Anna tak mungkin lagi bisa di milikinya.


"Lagi chatting ma siapa sih, sampai-sampai suami pulang aja nggak tau..." ucap Rayyan sambil menyandarkan tubuhnya di sofa, kemudian melonggarkan dasinya karena terasa sesak.


"Ehh mas udah pulang...?" Anna langsung bangkit dan duduk di samping suaminya itu.


"Kok belum tidur sayang, dan lagi chatting ma siapa..?" sepertinya Rayyan sangat penasaran. Apalagi tadi dia melihat Anna senyum-senyum sendiri hingga tidak menyadari kedatangannya.


"Lagi chatting ma Icha aja kok mas, dan belum ngantuk juga..." ucap Anna sambil melebarkan senyumnya. Sebenarnya bukan hanya Icha, tapi Jerry juga.

__ADS_1


"Ohhh..." Rayyan langsung percaya begitu aja.


"Aku siapin air panas dulu ya mas, untuk mas mandi..." Anna ingin bangkit namun dengan cepat Rayyan menahannya.


"Nanti aja sayang, aku ingin beristirahat sebentar.."


Rayyan kemudian merebahkan kepalanya di paha Anna. Dirinya benar-benar merasa sangat lelah. Bukan hanya badannya yang lelah, tapi hati dan pikirannya juga ikut lelah. Rayyan memejamkan matanya sambil memegang tangan Anna dan meletakkannya di dadanya.


Anna lalu mengelus kepala Rayyan dengan lembut. Dia merasa sangat kasihan melihat wajah suaminya yang terlihat lelah. Suaminya memang tipe laki-laki yang pekerja keras.


'An, aku nggak bisa bayangin gimana nanti jika kamu tau siapa aku sebenarnya. Aku adalah anak dari seseorang yang sudah membuat keluargamu menderita, aku adalah kakak dari seseorang yang sudah merebut kebahagiaanmu, merebut pacar dan juga membuat kamu berhenti kuliah. Kamu pasti akan sangat membenciku, tapi aku akan tetap menyayangimu'


Setelah selesai Anna pun langsung membangunkan Rayyan.


"Mas..., mandi dulu yuk..." ucap Anna pelan sambil menggoyangkan lengan Rayyan perlahan.


Bukannya bangun, Rayyan lalu menarik tangan Anna hingga Anna pun terjatuh menimpa tubuhnya.

__ADS_1


"Mas..." Anna membelalakkan matanya. Apalagi dia melihat wajah Rayyan tersenyum sementara matanya masih tertutup. Sepertinya Rayyan sengaja mengerjainya.


Dengan cepat Rayyan membalikkan badannya, hingga membuat Anna berada di bawahnya.


"Mas mau ngapain..?" tanya Anna dengan degup jantung yang tak karuan.


Tanpa menjawab Rayyan langsung membungkam bibir Anna dengan sebuah cium*n. Rayyan menyerang bibir Anna tanpa kesiapan dari istrinya itu hingga membuatnya kehabisan nafas.


"Mas..." Anna memukul-mukul dada bidang Rayyan berharap laki-laki itu melepaskan pagutannya agar dia bisa mengambil nafas.


Rayyan menarik wajahnya dengan nafas yang memburu. "Ambil nafas dulu sayang..."


Anna memejamkan matanya sambil menarik nafas banyak-banyak.


"Mas..., jangan begini.. Aku malu nanti di liatin bik Sri.." Anna menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Rayyan tersenyum merasa lucu dengan tingkah istrinya. "Tenang aja sayang, bik Sri udah tidur kok. Nggak bakalan dia liat kita.."

__ADS_1


Kemudian Rayyan kembali menyerang bibir Anna, ********** dengan sangat rakus. Dan Anna pun hanya bisa pasrah menikmati setiap sentuhan yang di berikan Rayyan, hingga kemudian Rayyan mengangkat tubuhnya dan membawanya ke kamar. Lalu mereka kembali melakukan penyatuan dengan penuh cinta.


***


__ADS_2