
Pagi ini Anna telah bersiap-siap untuk pergi ke suatu acara penting bersama pak Candra. Dia terlihat sangat cantik dengan mengenakan stelan jas berwarna abu-abu muda. Rambut panjangnya dia biarkan terurai, serta make up tipis yang natural menambah kecantikannya.
"Rayna sayang,, mommy pergi kerja dulu ya. Nanti kalau mommy udah pulang kita maen-maen ke pantai sepuasnya, oke..."
"Oke mommy..."
Muaahh... Anna mencium pipi Rayna.
"Take cale mom..."
"Okey sayang..."
"Fitri, jaga Rayna baik-baik ya..."
"Iya bu..."
Setelah itu Anna pun langsung pergi. Di dalam perjalanan Anna ngobrol banyak dengan pak Candra.
"Anna, apa tidak sebaiknya kamu menetap di sini aja mengurus resort..?"
"Maunya sih gitu om.., tapi..."
"Tapi apa...? kamu nggak bisa jauh dari Jerry ya..?" goda om Candra. Om Candra sudah mengetahui kedekatan Anna dan Jerry.
Anna tersenyum malu-malu. "Nggak juga sih om. Aku hanya rindu rumah. Aku ingin tinggal di sana lagi, dan memulai hidup yang baru bersama Rayna..."
"Apa kamu benar-benar sudah melupakan Rayyan..?" pak Candra bertanya ragu-ragu.
Degg...
Mendengar nama itu membuat dada Anna bergemuruh. Bayangan masa lalu seketika melintas di pikirannya dan itu membuat hatinya kembali sakit.
Tanpa Anna menjawab pun, Om Candra sudah tau jawabannya, dan dia pun merasa sangat bersalah karna membuat Anna kembali mengingat masalalunya.
"Om minta ma'af ya, om nggak ada maksud mengingatkan masa lalumu..."
Anna tersenyum kilat, "Nggak apa-apa kok om.."
Setelah itu hanya diam tanpa suara, hingga akhirnya mobil mereka memasuki sebuah hotel mewah di mana tempat acara diadakan.
Anna berjalan di samping om Candra, mereka terlihat seperti ayah dan anak. Kemudian langsung menuju tempat acara. Ketika memasuki ruangan itu, Anna begitu terkejut karna begitu banyak orang yang hadir di sana. Mereka adalah kumpulan para pebisnis sukses. Seketika semua mata langsung tertuju padanya. Dan itu membuat Anna merasa gugup dan tak percaya diri. Anna bahkan tak berani mengangkat wajahnya.
"Hallo pak Candra..." seseorang datang menghampiri pak Candra dan mereka langsung berjabat tangan.
"Hallo Haikal..." jawab pak Candra.
__ADS_1
"Ehem.., yang di samping pak Candra siapa ya..?" laki-laki yang bernama Haikal itu melirik ke arah Anna.
"Ohh ini keponakan saya..."
"Boleh kenalan nggak pak sama keponakannya..?" tanya Haikal cengengesan.
"Tanya orangnya langsung deh.." jawab pak Candra sambil melirik Anna.
"Hai cewek..., boleh kenalan nggak..? aku Haikal..." Haikal mengulurkan tangannya.
Anna menjabat tangan Haikal "Anna.." Anna tersenyum singkat.
"Nama yang indah, seperti orangnya..." puji Haikal.
"Makasih..." Anna kemudian menarik tangannya yang di pegang erat oleh Haikal.
'Ni orang apaan sih, caper banget' rutuk Anna dalam hati.
"An, om tinggal bentar ya. Om mau nyamperin teman om dulu..." ucap pak Candra.
"Iya om..."
'Aduuhh om Candra kenapa pergi sih? mana ni orang rese banget lagi. Nggak bisa banget baca wajah orang yang jelas-jelas nggak suka padanya'
Anna mulai merasa tak nyaman, karna dari tadi Haikal terus mengajaknya mengobrol dan menanyakan banyak hal padahal mereka baru bertemu.
"Hey bro, lihat deh si Haikal. Sepertinya dia dapat mangsa baru tuh. Mana cantik banget lagi ceweknya.." ucap salah seorang temannya Rayyan.
Seketika pandangan mata mereka langsung tertuju ke arah Haikal. Kecuali Rayyan. Rayyan merasa tak peduli, dia tidak akan tergoda dengan cewek manapun.
"Wooww... bener-bener cantik..." sahut yang lainnya. "Haikal beruntung banget sih..."
"Bro, lo nggak penasaran gitu sama cewek yang lagi sama Haikal..? Gua yakin lo juga bakal tertarik..."
"Iya bro... Gua belum pernah liat cewek cantik dan se elegan itu..." sahut yang lainnya.
"Ehh samperin yuk.."
"Apaan sih kalian norak banget. Cewek cantik mah di Jakarta banyak..." sahut Rayyan.
"Tapi ini beda bro, coba deh lo liat..."
Karna teman-temannya terus memaksa, Rayyan pun akhirnya membalikkan badannya. Dan..
"Anna..."
__ADS_1
Rayyan sangat terkejut. Seketika tubuhnya terasa bergetar hebat. Jantungnya berdetak sangat kencang. Mata Rayyan tak berkedip, rasanya benar-benar seperti mimpi ketika melihat orang yang sangat di rindukannya itu tiba-tiba muncul di depan matanya.
"Hey bro..." Ucap teman Rayyan yang bernama Rio. Rio tampak mengibaskan tangannya ke wajah Rayyan. "Tuh kan apa gua bilang, lo pasti bakalan tertarik. Sampai nggak berkedip gitu..."
Ucapan Rio langsung di sambut gelak tawa oleh temannya. Tanpa mempedulikan mereka, Rayyan kemudian langsung melangkahkan kakinya untuk menghampiri Anna. Namun dalam sekejap mata Anna tiba-tiba menghilang dan tak terlihat lagi.
"Ada apa bro..?" tanya Haikal yang melihat Rayyan seperti sedang mencari seseorang.
"Cewek yang sama lo tadi mana..?" tanya Rayyan.
"Kenapa emangnya...?" Haikal balik bertanya.
"Nggak usah banyak tanya, cepetan bilang...!"
"Ke toilet katanya.."
Rayyan kemudian bergegas menuju ke toilet.
Sudah hampir sepuluh menit Rayyan menunggu di depan toilet itu, namun Anna tak kunjung keluar dari sana. Rayyan kemudian meminta salah seorang wanita yang keluar dari tolet itu untuk mengecek apa masih ada orang di dalam. Dan ternyata udah nggak ada satupun orang di toilet itu.
ARRRRRGGGHHH... teriak Rayyan sambil memukul dinding.
Rayyan kemudian bergegas masuk kembali dan langsung menghampiri Haikal. Sepertinya Haikal juga sedang bingung karna Anna tak kunjung kembali.
"Bro, tolong kasih tau gue kenapa cewek tadi bisa ada sama lo..?" tanya Rayyan tanpa basa basi.
"Emang kenapa sih bro, lo kenal..?" tanya Haikal balik.
Rayyan mengusap wajahnya. "Iya, gua kenal. Gua udah lama banget nyariin dia..."
"Gua sih baru kenal tadi, bahkan belum sempat minta nomor hpnya. Eh dianya udah pergi aja.." Haikal tampak kecewa. "Coba tanya pak Candra deh, kan dia keponakannya pak Candra.."
"Pak Candra...?" Rayyan mengerutkan keningnya. "Candra Wirawan..?"
"Iya... Tadi dia datang sama pak Candra..."
"Ya udah bro, tq ya..." Rayyan menepuk pundak Haikal, kemudian langsung bergegas meninggalkan tempat itu untuk mencari pak Candra.
Sementara Anna kini sedang berada di dalam taksi menuju resortnya. Dia tertunduk sambil menangis dan badannya bergetar. Anna tidak menyangka bisa melihat Rayyan di tempat itu.
'Kenapa aku harus melihatnya lagi? apa yang harus aku lakukan sekarang? aku nggak mau bertemu dengannya lagi, dan aku juga nggak mau dia bertemu Rayna' Anna terisak.
Tadi di tempat acara Anna sibuk mengedarkan pandangannya mencari sosok Om Candra yang sudah tak terlihat lagi di sana. Anna begitu jenuh karna laki-laki di sampingnya tak hentinya mengajak bicara. Kata-katanya juga sangat membosankan, penuh gombalan dan rayuan.
Namun tanpa sengaja Anna melihat seseorang yang sangat di kenalnya, seseorang yang sangat di bencinya, tiba-tiba berjalan ke arahnya. Anna sangat terkejut dan dia begitu panik. Anna tak ingin tertangkap oleh orang itu, karna udah tak ada lagi yang perlu mereka bicarakan. Dengan segera Anna meninggalkan tempat itu, dan beralasan ke Haikal jika dirinya ingin ke toilet.
__ADS_1
***