Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Bom waktu


__ADS_3

Anna membuka pintu perlahan, tanpa di sadarinya ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan mata setajam elang yang seakan siap menerkamnya.


"Dari mana kamu..?" tanya Rayyan yang berdiri tidak jauh dari pintu. Terlihat jelas kemarahan di wajahnya.


Anna mematung di pintu. Dirinya bagai tertangkap basah sedang melakukan kejahatan.


"Kenapa hanya diam..? aku kan udah bilang jangan pergi kemana-mana tanpa seizinku..!" bentak Rayyan.


Anna tertunduk takut. Dia tidak menyangka jika Rayyan bakal semarah itu. Selama ini belum pernah Rayyan begitu marah padanya.


'Kenapa jadi kamu yang marah..? harusnya aku dong yang marah karna kamu sudah mengkhianati papa aku dan membohongiku dengan pura-pura menjadi miskin'


"Kamu tau nggak gimana khawatirnya aku karna kamu pergi seharian tanpa kabar. Aku bahkan menghubungi Icha karna nomor mu nggak bisa di hubungi dari tadi. Icha bilang dia juga tidak tau kamu dimana. Sebenarnya kamu pergi sama siapa sih..?"


'Cha... Cha, kenapa sih lo nggak bisa di ajak kerja sama. Huufft'


"Ma'af..." hanya satu kata yang keluar dari mulut Anna.

__ADS_1


Rayyan mendengus "Hanya ma'af...?"


"Terus aku harus ngapain lagi..? aku juga berhak melakukan apapun keinginanku. Sama seperti kamu...!" teriak Anna. Kemudian Anna langsung menuju kamar, dan mengambil kopernya lalu memasukkan semua barang-barangnya kesana.


"Kamu mau ngapain..?" tanya Rayyan.


"Aku akan pergi dari sini. Aku nggak mau tinggal dengan seorang pembohong dan pengkhianat seperti kamu...!" ucap Anna sambil menarik kopernya. Sebenarnya Anna juga tidak tau harus pergi kemana.


Rayyan langsung menghentikan Anna, dan menarik Anna kedalam pelukannya. "Kamu nggak boleh pergi dari sini..!"


"Lepasin aku...!" Anna berontak. "Aku benci kamu..." Anna tak kuasa lagi menahan tangisnya.


"Jadi semua ini rencana papa..?" tanya Anna sambil menatap wajah Rayyan lekat.


"Uummpp..." Rayyan mengangguk. "Dan rencana papa ternyata berhasil, kamu sekarang banyak berubah An. Papa pasti bangga melihatmu yang sekarang..."


Anna semakin terisak. Dia tiba-tiba sangat merindukan papanya. Anna menyesal karna selama ini dirinya hanya bisa menghambur-hamburkan uang papanya hingga membuat papanya bangkrut dan sakit seperti sekarang ini. Walau sebenarnya bukan kesalahannya sepenuhnya.

__ADS_1


"Aku kangen papa..."


"Iya.., papa pasti juga sangat merindukan kamu. Nanti kalau papa udah sembuh, papa akan segera pulang..." Rayyan memang selalu berkomunikasi dengan ayah mertuanya itu. Berbeda dengan Anna, pak Rama sengaja tidak menghubunginya agar putrinya bisa kuat.


"Udah kamu jangan nangis lagi ya. Aku janji nggak akan nyakitin kamu dan akan selalu membuat kamu bahagia.." Rayyan mengusap air mata Anna dengan jarinya. "Sekarang kita makan ya, kasian bik Sri udah masak banyak. Dan sepertinya dia juga sangat merasa bersalah. Tadi aku sudah memintanya untuk menjagamu dan melarang mu pergi kemana-mana.."


"Bik Sri..." Anna seakan melupakan wanita paruh baya itu. Kemudian Anna langsung bergegas menuju ke dapur.


Ternyata benar terlihat bik Sri sedang duduk termenung di meja makan. Terlihat jelas kesedihan di wajahnya. Melihat kedatangan Anna bik Sri langsung berdiri dari duduknya.


"Non..., non nggak apa-apakan..?" terlihat jelas kekhawatiran di wajahnya.


Anna menggeleng sambil tersenyum. "Aku baik-baik aja bik, aku mintak ma'af ya udah bikin bibik cemas..." ucap Anna menyesal.


"Nggak apa-apa non. Yang penting sekarang non udah pulang dengan selamat..." ucap bik Sri lega. "Oh ya, tadi bibik masak makanan kesukaan non..."


"Wooww kepiting saos padang..." ucap Anna.

__ADS_1


"Iya non... sekarang non makan ya..."


"Iya bik..." Anna kemudian langsung menyendokkan nasi ke piringnya dan tak lupa juga untuk suaminya Rayyan. Kemudian mereka makan dengan lahap seolah melupakan kejadian tadi..


__ADS_2