
Tak lama kemudian Rayyan membelokkan mobilnya ke apartementnya dan memarkirkan mobilnya di basement. Lalu dia turun dan membukakan pintu untuk Anna.
"Ayo turun..." ucap Rayyan sambil berdiri di depan pintu. "Seperti ini kan yang kamu inginkan..?" ucap Rayyan dengan tatapan sinis. Dia masih teringat gimana tadi Jerry memperlakukan istrinya.
Anna tak menjawab, dia kemudian turun.
Dret... dret.. ponsel Rayyan tiba-tiba berbunyi. Rayyan lalu mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya. Dan ternyata Dio lah yang menelponnya.
"Kenapa Yo..?"
"Pak, bisakah bapak ke restoran sekarang? ada klien yang ingin bertemu bapak.."
"Tunggu sekitar satu jam lagi. Saya lagi ada urusan yang lebih penting sekarang..." ucap Rayyan sambil menatap Anna dengan tatapan mata elang yang seakan siap menerkam mangsanya.
Deg.. Anna menelan salivanya susah payah. Tatapan mata Rayyan benar-benar membuatnya ketakutan.
"Oke pak..."
Setelah memutuskan sambungan telponnya, Rayyan pun menarik tangan Anna membawanya masuk. Anna setengah berlari mengejar langkah kaki Rayyan yang berjalan begitu cepat. Sesampainya di apartemen Rayyan langsung membawa Anna ke kamar dan mendorong tubuh Anna ke atas ranjang. Anna benar-benar ketakutan sekarang, entah apa yang akan di lakukan Rayyan kepadanya.
__ADS_1
"Sedekat apa hubunganmu dengan laki-laki itu..? apa kamu sering bertemu dengannya di belakangku..?" tanya Rayyan dengan tatapan tajam.
"Kan aku udah bilang, kami hanya berteman. Dan kami juga jarang ketemu.." jawab Anna seadanya.
"Apa kamu yakin...?"
"Yakin..."
Rayyan tersenyum sinis "Tapi aku tidak yakin. Bisa saja kamu membohongiku.."
"Aku bukan pembohong. Aku nggak sama seperti mas..."
Setelah itu Rayyan pun mendekati Anna dan menarik baju Anna hingga membuat kancing baju Anna terlepas, kemudian dengan brutalnya dia mulai menci*mi bibir Anna. Sementara tangannya meremas dada Anna dengan sangat brutal.
"Lepaskan aku mas..." Anna menangis.
Rayyan tidak mengindahkan ucapan Anna, bahkan semakin menjadi-jadi. Gairah dan amarah kini bercampur jadi satu. Anna hanya bisa pasrah menerima kebrutalan suaminya itu.
Tak puas sampai di situ aja, Rayyan mulai melucuti semua pakaian yang melekat di tubuh Anna hingga tak tersisa sehelai benangpun, kemudian dia mulai melepaskan sesuatu yang sudah tertahan selama beberapa hari ini. Dengan nafas yang memburu, dia pun berhasil mencapai puncak kenikmatannya.
__ADS_1
"Mas jahat..." lirih Anna yang daritadi tak hentinya menangis. Bukan kenikmatan yang dia rasakan, tapi rasa sakit karna kebrutalan Rayyan. Apalagi kondisi tubuhnya yang juga sedang tidak baik-baik aja.
Rayyan mengusap air mata Anna, dan memeluk tubuh istrinya itu. "Aku hanya tidak rela jika kamu dimiliki laki-laki lain An, kamu adalah milikku satu-satunya.."
Hiks...hikss.. Anna semakin terisak.
"Aku minta ma'af ya sayang..." Rayyan memeluk Anna erat.
Mungkin karna terlalu lelah Anna pun akhirnya tertidur di pelukan Rayyan.
"I love u sayang.." Rayyan menciumi kening Anna dengan sangat lembut, lalu menyelimuti tubuh mungil istrinya itu.
Setelah itu Rayyan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dia harus bersiap-siap berangkat ke restoran karna sudah di tunggu kliennya.
"Bik, tolong jaga Anna jangan sampai dia kemana-mana lagi..." ujar Rayyan pada bik Sri yang sedang sibuk bersih-bersih rumah.
"Baik pak..."
Setelah itu Rayyan pun langsung berangkat. Wajahnya terlihat begitu bersemangat sekarang tak seperti tadi.
__ADS_1