Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Begitu mudahnya kau melupakanku


__ADS_3

"Ray, bangun..." ucap Hazel yang melihat Rayyan masih terkapar di sofa ruang tamu. Baju Rayyan tampak kusut dan sudah di pastikan jika semalam suaminya itu habis mabuk-mabukkan.


Karna tak ada respon dari Rayyan, Hazel lalu menarik tirai jendela dan membiarkan cahaya matahari menerobos masuk ke ruangan itu. Dia begitu kesal karna Rayyan tak pernah berubah dan selalu pulang ke apartementnya.


Rayyan mengerjapkan matanya yang terasa silau. Dia ingin bangun namun kepalanya terasa berat.


"Kita udah terlambat Ray. Kamu lupa ya jika pagi ini kita harus terbang ke Bali..?" Hazel sudah berdiri di dekat Rayyan sambil menyilangkan tangannya ke dada.


Pagi ini memang jadwal Rayyan terbang ke Bali untuk menghadiri pertemuan penting dengan Klien. Rencananya dia akan membuka cabang hotelnya di sana.

__ADS_1


"Jangan sampai mereka membatalkan kerjasama kita.." lanjut Hazel lagi.


Rayyan lalu bangun, ujung bibirnya terangkat ke atas membentuk senyuman sinis. "Itu bukan urusanmu...!" Rayyan kemudian beranjak dari sana.


Hazel mengeram kesal, dari dulu sikap Rayyan selalu dingin kepadanya. Seandainya saja dia sudah mendapatkan semua harta Rayyan, mungkin sudah lama dia meninggalkan laki-laki itu. Jika hati Rayyan tak bisa ia miliki, setidaknya harta Rayyan akan menjadi milikinya seutuhnya. Apalagi Rayyan sekarang sudah sangat sukses. Cabang restorannya sudah tersebar di banyak tempat. Begitupun dengan hotelnya. Kesuksesan Rayyan bahkan mengalahkan orangtuanya sendiri.


"Oh ya, kamu nggak usah ikut ke Bali. Aku akan berangkat bareng Dio..." ucap Rayyan sambil melirik ke arah Dio. Dari dulu Dio memang sangat setia kepada Rayyan. Dan Rayyan hanya mempercayai Dio, apalagi saat dirinya down waktu itu. Dan berkat Dio juga lah bisnisnya tetap berjalan.


"Huuuhhh..." Hazel mengepalkan tangannya erat. Padahal dia sudah bersiap-siap.

__ADS_1


Tiga tahun lalu Rayyan terpaksa harus menikahi Hazel. Sebelum mamanya meninggal, mamanya punya satu permintaan. Yaitu menyaksikan dirinya menikah dengan Hazel. Pernikahan mereka di adakan di rumah sakit sama seperti dirinya menikah dengan Anna dulu. Tak ada lagi yang bisa di lakukan Rayyan selain melihat mamanya bahagia di saat terakhirnya. Dan lagi harapannya untuk kembali kepada Anna juga sudah sirna, Anna sudah menikah dengan orang lain.


Bukan hanya sekali Rayyan datang ke Jerman mencari Anna, namun sudah berkali-kali. Tapi hasilnya tetap sama. Dia tidak pernah bertemu Anna sekalipun. Anna bagaikan hilang di telan bumi. Terakhir tante Yasmin memberitahunya jika Anna sudah menikah dan tinggal di Negara lain bersama suaminya. Tante Yasmin bahkan memperlihatkan foto pernikahan Anna yang memang sudah di siapkannya. Padahal saat itu Anna sedang sibuk dengan kuliahnya. Anna bersama putrinya memang tidak tinggal serumah dengan tante Yasmin, itu karena tante Yasmin takut jika Rayyan akan mengetahuinya. Tante Yasmin hanya ingin Anna fokus dengan kuliahnya dan melupakan Rayyan.


Rayyan percaya begitu saja, apalagi di foto itu Anna terlihat bahagia. Rayyan tak menyangka jika Anna begitu mudahnya melupakannya. Dalam waktu setahun Anna sudah mendapatkan pengganti dirinya. Sedangkan dirinya mungkin butuh waktu seumur hidup untuk bisa melupakan istrinya itu. Sejak saat itu pula Rayyan kembali bangkit dari keterpurukannya. Dia berusaha menata hidupnya kembali dan membangun perusahaannya.


Walaupun Rayyan sudah menikah dengan Hazel, namun dia sama sekali tidak mencintai wanita itu. Di hatinya hanya ada Anna, dan tak kan ada yang bisa menggantikan posisi Anna di hatinya.


Rayyan juga tak ingin punya anak lagi. Diam-diam dia melakukan vasektomi. Dia juga tak mau menyentuh Hazel walaupun Hazel selalu mendekatinya. Rayyan lebih sering pulang ke apartementnya di bandingkan pulang kerumahnya bersama Hazel.

__ADS_1


Bahkan Rayyan juga sudah berkali-kali ingin menceraikan Hazel, namun Hazel tak pernah mau. Dia tetap bertahan walau Rayyan selalu dingin dan tak pernah menganggapnya ada.


__ADS_2