
Anna dan Rayyan kini sedang dalam perjalanan pulang. Dari tadi tak ada percakapan di antara mereka. Hanya suara deru mobil yang terdengar. Namun Anna bisa melihat kegelisahan di wajah suaminya itu.
'Mas Rayyan kenapa sih, kok dari tadi gelisah gitu? apa dia ada masalah?' Anna melirik Rayyan yang ada di sampingnya.
'Ma, mama kenapa sih harus datang segala. Kenapa sih ma, selalu aja nurut apa mau papa..' Rayyan memegang kepalanya dengan satu tangannya.
"Mas kenapa...?" Anna akhirnya bertanya.
"Nggak papa kok sayang..." Rayyan memasang senyumnya seolah memang tidak terjadi apa-apa.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di apartement. Karena kelahan dan juga ngantuk, Anna langsung saja membaringkan tubuhnya di ranjang.
"Sayang..." panggil Rayyan yang kemudian duduk di sisi ranjang.
"Kenapa mas...?" tanya Anna.
"Kamu nggak papa kan di tinggal bentar..?" Rayyan mengusap kepala Anna lembut.
"Emangnya mas mau kemana...?"
"Ke kantor.. Soalnya ada pekerjaan yang harus di selesaikan.." Rayyan berbohong.
"Ooo.. Ya udah, mas pergi aja..." Anna langsung percaya begitu aja karna memang seharian ini Rayyan tak kemana-mana. Mungkin memang ada pekerjaan yang sangat mendesak.
"Nanti kalau kamu butuh apa-apa panggil bik Sri aja ya.."
__ADS_1
"Ump.." Anna menganggukkan kepalanya.
Mata Rayyan kemudian tertuju pada perut Anna, lalu dia mengelus perut itu. "Dek, papa pergi bentar ya. Jangan nakal di perut mama. Kasian kalau mama sakit.." cup.. Rayyan menci*m perut Anna.
Anna langsung tersenyum geli melihat tingkah suaminya itu. "Udah, ntar kemalaman lo..."
"Ya udah, aku pergi dulu ya sayang..." Rayyan kemudian mengecup kening Anna.
Setelah mengambil jasnya dan mengenakannya Rayyan pun langsung berangkat menuju hotel keluarga Alfahri dimana acara pesta pertunangan Elsa di adakan. Rayyan sama sekali tak berpikir panjang, yang dia pikirkan sekarang hanyalah bertemu mamanya dan membawa mamanya pulang bersamanya.
Kini Rayyan sudah memasuki gedung mewah itu. Terlihat tamu undangan yang sudah berdatangan. Mereka sedang menikmati pesta meriah itu. Rayyan terus mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang sangat berarti dalam hidupnya. Wanita yang sangat di rindukannya. Namun dia sama sekali tidak menemukannya. Sementara di tempat lain terlihat papa Fahri sedang asyik mengobrol dengan rekan bisnisnya. Ada pak Ferdi dan Hazel juga di sana. Senyum dan tawa menghiasi wajah mereka. Namun Rayyan tak berniat menghampiri mereka. Karena tujuan utama dia kesana bukan untuk menghadiri pesta Elsa. Tapi bertemu mamanya.
'Mana mama..?' Rayyan terus mengedarkan pandangannya.
"Hai Ray.., kamu datang juga ternyata..." ucap salah seorang petinggi yang ada di perusahaan Star Light. Dia adalah Doni, kepala bagian audit sekaligus atasan Rayyan. Dan setau Doni, pak Fahri hanya mengundang para petinggi perusahaan dan rekan bisnisnya saja. Namun tidak dengan stafnya.
"Wahh spesial banget kamu Ray.." Doni menepuk pundak Rayyan.
Rayyan hanya tersenyum singkat. Setelah itu seorang pelayan datang memberi mereka gelas yang berisi minuman.
Kini acara yang di tunggu-tunggu pun sudah di mulai. Tampak Elsa dan Dewa menaiki panggung dan mulai bertukar cincin. Suara tepuk tangan dan sorak gembira menggema di ruangan itu. Dan saat itu juga tiba-tiba Rayyan melihat kedatangan mamanya bersama seorang laki-laki yang sangat di kenalnya. Dia adalah om Steve, teman dekat mama Ratih dan papa Fahri di New York. Namun yang paling mengejutkan, Steve menggandeng mesra mama Ratih, mereka terlihat seperti pasangan sesungguhnya. Mama Ratih terlihat sangat bahagia, dan senyum manis menghiasi wajah cantiknya.
"Mama, om Steve..." Rayyan langsung menghampiri mereka.
Namun seketika langkah kakinya terhenti ketika Mic di ambil alih oleh Alfahri, dan Alfahri sedang menatapnya.
__ADS_1
"Selamat malam para hadirin yang berbahagia.." ucap Fahri bersemangat.
"Di malam yang spesial ini, selain acara pertunangan putri kami Elsa, kami juga akan menyampaikan berita bahagia lainnya.." lagi-lagi mata Fahri tertuju pada Rayyan.
"Sebelumnya saya ingin meminta ma'af kepada kalian semua, selama ini saya tidak bermaksud menutupi kebenaran yang ada, sebenarnya saya mempunyai seorang putra dari istri pertama saya yang bernama Ratih. Dan malam ini saya akan memperkenalkannya pada kalian semua, sekaligus saya akan menunjuknya sebagai Direktur utama anak cabang Srart Ligh. Dia adalah Arrayan Alfahri..." teriak Fahri.
Seketika semua mata tertuju pada Rayyan. Mereka sangat terkejut dan tidak menyangka jika Rayyan ternyata adalah putra dari Alfahri Sadiq.
Deg... Tubuh Rayyan terasa lemas sekarang, seketika dunianya terasa runtuh menghimpit tubuhnya. Kini semua orang tau siapa dirinya. Suatu hal yang paling di takutkannya setelah menikah dengan Anna akhirnya terjadi juga.
Begitupun dengan Elsa, dia juga tak kalah terkejutnya. Namun di sisi lain Elsa terlihat bahagia, karna apa yang dipikirkannya selama ini memang benar adanya. Suami Anna itu adalah kakaknya. Dari awal bertemu Rayyan, Elsa juga sudah sangat yakin jika ada ikatan di antara mereka.
"Ray, silahkan naik ke panggung..." ucap Fahri mempersilahkan putranya.
Rayyan kemudian melangkahkan kakinya dengan berat. Dia menghampiri mama Ratih, dan mama Ratih pun menyemangatinya memintanya untuk segera naik ke panggung. Dengan langkah gontai Rayyan pun naik ke panggung dan berdiri di samping Fahri. Tak ada sedikitpun kegembiraan di wajahnya.
Fahri lalu merangkul Rayyan
"Mungkin kalian semua bertanya-tanya, kenapa selama ini saya menyembunyikan jati diri putra saya. Itu semua atas keinginannya sendiri. Rayyan tak ingin di kenal sebagai putranya Alfahri Sadiq. Dia ingin mandiri dan sukses dengan caranya sendiri tanpa campur tangan saya. Dan keinginannya itu pun sudah tercapai. Sampai saat ini Rayyan sudah memiliki dua restoran mewah, dan juga hotel bintang lima yang sedang di bangunnya..." Fahri membanggakan putranya
Pok...pok... pok... tepuk tangan para tamu undangan memenuhi ruangan itu.
"Dan satu lagi, saya juga akan memberikan saham Start Light sebanyak 30% kepadanya.."
Lagi-lagi tepuk tangan terdengar riuh. Mereka juga berbisik satu dengan lainnya. Ada yang memuji dan ada juga yang menilai Rayyan itu penghianat. Selama ini Rayyan bekerja dengan RH group hingga RH group jatuh bangkrut dan di miliki oleh Star Ligt. Mereka juga berpikiran jika Rayyan sebenarnya bekerja sama dengan papanya.
__ADS_1
***