
Anna baru selesai berbincang-bincang dengan pak Candra. Banyak hal yang mereka ceritakan terutama masalah Resort. Jerry juga sudah kembali ke Jakarta, ada urusan penting yang membuatnya harus segera pulang.
Anna kemudian langsung menuju kamarnya, dirinya begitu lelah dan ingin beristirahat. Setibanya di kamar, Anna tak melihat Rayna di sana. Padahal tadi Rayna sudah tidur ketika di tinggalkan.
"Rayna mana..?" Anna panik.
Segera Anna mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Fitri. Dalam deringan pertama langsung terdengar jawaban di ujung sana.
"Hallo bu.."
"Fitri, Rayna mana? kok nggak ada di kamar?"
"Anu bu, kita lagi di klinik..."
"Klinik..?" Anna terkejut "Rayna kenapa Fit...?" Anna semakin panik.
"Tadi Rayna terjatuh bu, dan kakinya lecet gitu. Tapi nggak apa-apa kok bu..."
"Astaga Fitri, kok bisa sih? Klinik mana, aku ke sana sekarang.."
"Klinik SS bu.."
"Oke, tunggu di sana ya..." Anna kemudian memutuskan sambungan telponnya.
"Anak cantik namanya siapa...?" tanya Rayyan.
Luka Rayna kini sudah di obati dan juga di beri plester. Tak ada yang perlu di khawatirkan, hanya sedikit lecet di lututnya.
"Nana uncle.." jawab Rayna sambil menatap Rayyan dengan mata berbinar.
"Nama yang cantik.." Rayyan mengelus rambut Rayna. Dia begitu gemes dengan gadis kecil itu. " Oh ya, Nana mau es krim nggak..?"
"Mau.. mau..." Rayna bersemangat.
"Rayna sayang, beli es krimnya nanti aja ya sama mommy. Mommy lagi mau ke sini jemput Rayna.." bujuk Fitri.
__ADS_1
"Nggak mau..! mommy nggak bolehin aku makan es klim.." Rayna merajuk.
"Boleh kok, nanti kita ajak mommy beli es krim yang banyak ya..?"
Rayna menggeleng, "Pokoknya nggak mau. Aku mau belinya sama uncle.."
Fitri mulai panik. Tidak biasanya Rayna mudah dekat dengan orang asing. Apalagi ini kali pertama dia melihat orang itu. Dan lagi Anna selalu berpesan kepadanya agar selalu menjaga Rayna dan melarang Rayna dekat dengan orang yang tidak di kenal.
Dret...drett... ponsel Rayyan tiba-tiba berdering. Dan Rayyan pun langsung mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.
"Hallo pak..." "Oke aku ke sana sekarang.." Rayyan kembali memasukkan ponselnya ke saku jasnya.
Rayyan berjongkok lalu memegang kedua bahu Rayna "Nana sayang, makan es krimnya kita tunda besok aja ya. Soalnya uncle ada urusan sekarang. Nanti Nana beli es creamnya sama mommynya aja dulu ya..."
Rayna tiba-tiba cemberut, dan menundukkan wajahnya.
Rayyan merasa sangat bersalah, hatinya terasa tercubit melihat gadis kecil yang baru di kenalnya itu tampak bersedih.
"Nana jangan sedih gitu dong. Uncle janji, besok uncle akan beliin Nana es krim yang banyak..."
Rayna mengangkat wajahnya, seketika dia kembali ceria " Benelan ya uncle.."
"Oke uncle, besok kita ketemu lagi ya. Janji..." Rayna mengulurkan jari kelingkingnya.
Rayyan tersenyum "Janji..." ucap Rayyan sambil mengaitkan jari kelingking dengan Rayna.
"Kalau gitu uncle pergi dulu ya..."
"Oke uncle.., see u..."
"See u too..."
"Makasih pak..." ucap Fitri. Entah kenapa Fitri ikut senang melihat kedekatan Rayna dengan Rayyan.
Rayyan hanya tersenyum. Kemudian Rayyan langsung ke kasir untuk membayar administrasinya. Dan setelah itu Rayyan pun langsung pergi.
__ADS_1
Tak lama setelah kepergian Rayyan, Anna pun langsung datang dan menghampiri Rayna dengan wajah paniknya.
"Rayna kenapa sayang...?" tanya Anna sambil memeriksa tubuh Rayna.
"Cuma luka dikit kok mom, tapi udah cembuh. Tadi ada uncle baik yang bantuin aku..." Rayna tersenyum senang.
Anna mengerutkan keningnya. "Uncle siapa..?"
Anna beralih ke Fitri. "Fitri, uncle siapa yang di maksud Rayna...?"
"Saya juga nggak tau bu, tadi orang itu sedang berdiri di tepi pantai. Dan Rayna tiba-tiba menabraknya hingga terjatuh. Karna kaki Rayna terluka, jadi orang itu yang bantuin bawa Rayna ke sini..." Fitri bercerita panjang lebar.
"Ya ampun Fit.. Lain kali jangan bawa Rayna kemana-mana tanpa memberitahuku. Untung Rayna nggak kenapa-napa..."
"Iya bu, saya minta ma'af..." Fitri tertunduk.
"Ya udah sekarang kita balik ke resort..."
Malam pun tiba. Rayyan sedang berdiri di depan jendela kamarnya sambil melihat pemandangan indah yang ada di depan matanya. Seketika dia kembali teringat gadis kecil yang tadi di temuinya. Entah kenapa dia merasa rindu kepada anak itu, rasanya sudah tak sabar lagi menunggu besok.
Rayna..., nama itu seperti tak asing lagi bagi Rayyan. Tapi siapa..?
Rayyan kemudian teringat jika kemaren pengasuhnya Rayna menyebut nama Anna, dia sepertinya takut jika wanita yang bernama Anna itu memarahinya.
'Anna, apakah Anna itu nama ibunya Rayna..? apa jangan-jangan Rayna adalah anaknya Anna bersama suami barunya..? tapi kenapa mereka ada di sini, bukahkah mereka tinggal di luar Negeri..?'
Memikirkan itu membuat kepala Rayyan terasa sakit. Rayyan kemudian meraih jasnya, di akan pergi ke club yang ada di dekat resort itu. Setidaknya dengan mabuk-mabukan dia bisa melupakan sedikit masalah hidupnya.
Ketika Rayyan sedang berjalan di resort itu, dia tidak sengaja mendengar suara seseorang sedang menelpon. Dan seketika langkah kakinya langsung terhenti.
"Aku baru aja abis belanja cemilan buat Rayna. Dia nanyain kamu terus lo..."
Deg
"Suara itu, bukankan itu suaranya Anna...?" Rayyan kemudian mengedarkan pandangannya mencari arah suara itu. Namun dia tidak menemukan siapa-siapa di sana.
__ADS_1
"Aku yakin itu suara Anna..."
Tak lama kemudian Rayyan melihat seseorang masuk ke salah satu kamar yang ada di resort itu, namun hanya terlihat sekilas. Rayyan makin penasaran, segera dia menghampiri kamar itu. Seketika tangannya terangkat untuk mengetuk pintu kamar itu, namun segera di urungkannya. Rasanya tidak sopan jika mengetuk kamar orang lain. Gimana jika itu bukan Anna. Bisa-bisa dia akan mendapat masalah. Dengan rasa kecewa, Rayyan pun segera meninggalkan tempat itu.