Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Bergosip


__ADS_3

Kini tinggallah Anna sendiri di rumah, sedangkan Rayyan sudah berangkat kerja dari tadi. Anna tiba-tiba pengen ngemil, sedangkan stok cemilannya di rumah sudah pada habis. Anna lupa mengajak Rayyan belanja. Tak ada pilihan lain, Anna pun berinisiatif untuk jajan di warung bu Lastri. Iya walaupun di warung bu Lastri hanya menjual makanan ringan, dan itu pun yang seribuan untuk anak-anak. Yang terpenting sekarang Anna ke warung bu Lastri dulu dari pada harus jalan kaki ke minimarket.


Dari jauh Anna sudah melihat bu Wati dan bu Lastri yang sedang asyik mengobrol. Mereka terlihat seperti sedang bergosip. Karna mereka sesekali terlihat berbisik padahal mereka hanya berdua di sana. Saking asyiknya mereka bahkan tidak menyadari kedatangan Anna.


"Hayooo... lagi ngomongin siapa tu..?" ucap Anna tiba-tiba.


"Astaga Anna, kamu ngagetin aja sih..." bu Wati mengusap dadanya.


"Iya nih si Anna orang lagi cerita serius juga.." timpal bu Lastri.


"Nggak baik bu, ngomongin orang dosa tau..." cibir Anna.


"Idih ni anak udah kayak orang tua aja.." protes bu Wati.


Anna kemudian mengambil posisi duduk di samping bu Wati.


"Tumben amat kamu keluar rumah, biasanya juga diem aja di rumah sepanjang hari. Mending kalau di rumahnya berduaan ma Rayyan biar bisa nyetak anak, ini mah cuma sendiri doang..." ejek bu Wati.


"Nyetak anak gimana sih bu, udah kayak nyetak kue aja..." ujar Anna bingung.


"Ehh An, sebenarnya udah apa belum sih...?" bu Lastri mulai kepo nih. Mungkin karna waktu itu Anna bilang mereka belum melakukan apa-apa.


"Udah apanya bu..?" Anna tidak mengerti pertanyaan bu Lastri.


"Bikin anak..." jelas bu Wati. Sesungguhnya dia mulai gedeg dengan kepolosan Anna.


Seketika pipi Anna langsung memerah. Dan dia langsung teringat kejadian tadi pagi, di mana Rayyan membuatnya terbuai walau kemudian berakhir dengan rasa sakit di area sensitifnya. Bahkan sekarang pun Anna masih merasakan perih di sana.

__ADS_1


"Ciiiee... Liat Anna bu, pipinya langsung memerah tuh bak kepiting rebus. Sudah bisa di pastikan kalau mereka udah siap belah durennya..." bu Lastri terkekeh. "Gimana An, enak kan..?"


"Apaan sih, ibu ada-ada aja deh..." Anna terlihat malu.


"Syukurlah An, akhirnya Rayyan belah duren juga.." ucap bu Wati.


"Ya dong bu. Ehh An, semalam kuat berapa ronde...?" tanya bu Lastri lagi. Entah kenapa mereka senang banget menggoda Anna.


Lagi-lagi Anna memerah. "Iihh ibu apaan sih. Udah ah, Anna mau pulang aja..." Anna segera berdiri. Sepertinya dia salah datang ke sini.


"Ya elah An, nggak usah malu-malu kali. Gini-gini kan kami juga pernah muda dulu..."


"Kalau bu Wati dulu waktu malam pertama kuat berapa ronde bu...?" tanya bu Lastri.


"Kalau saya mah satu ronde aja udah tepar bu..." jawab bu Wati sambil tertawa.


"Oh ya bu, apa benar si Jerry mau di jodohin ama si Tania..? katanya sih mereka mau menggelar acara pertunangan sebelum si Jerry berangkat ke Jerman..." bu Wati kembali mengajak bergosip.


"Saya denger sih begitu bu...?" jawab bu Lastri.


"Terus gimana dengan Sari, dia tau nggak..? kan si Sari suka banget ama Jerry..." bu Wati memasang wajah sedih.


"Kayaknya sih kecewa banget, Sari kan udah dari kecil suka ama Jerry. Tapi udah lah biarin aja, ngapain juga mengharapkan laki-laki seperti Jerry. Lagian mana mau dia sama orang kayak kita-kita ini, beda kelas cuy. Sari aja nggak sadar diri..."


"Iya juga sih. Saya herannya kenapa buru-buru amat ya tunangannya, si Jerry kan masih lama kuliahnya..."


"Yang penting di ikat dulu bu, daripada Tania di ambil orang. Kan Tania cantik, kaya raya lagi..."

__ADS_1


"Alah cantikan juga Anna kemana-mana, bedanya sih dia anak orang kaya, sedangkan Anna mantan anak orang kaya..." ucap bu Wati sambil ngeledek Anna.


"Aduuhh kasian ya Anna..." bu Lastri terkekeh.


"Nggak apa-apa ya An, yang penting pernah ngerasain jadi orang kaya..." bu Wati membela.


"Terserah ibu-ibu aja mau bilang apa..." Anna bersikap cuek.


"Anna marah ya..?" tanya bu Lastri.


"Nggak bu, Anna nggak marah..."


"Syukurlah An.. Kamu tu harus terbiasa ma kita-kita.."


"Iya buu.. Ya udah kalau gitu Anna pulang dulu ya..." Anna berdiri dari duduknya


"Ehh.. An..." panggil bu Lastri.


"Kenapa lagi bu...?" Anna menoleh.


"Jangan lupa bilang ama si Rayyan, harus rajin-rajin olahraga malam biar cepat punya anak.."


Deg... Punya anak? sungguh tak terpikirkan oleh Anna. Mengurus dirinya sendiri aja belum siap, apalagi mengurus anak. Lagian mereka juga hidupnya masih susah. Tanpa menjawab Anna pun langsung pulang kerumahnya


****


Hai guys, jangan lupa like dan mohon bantuannya rate bintang 5 ya. makasih🙏

__ADS_1


__ADS_2