
"Nyonya, saya sudah mendapatkan informasi tentang masa lalu tuan Fahri..." ucap laki-laki suruhan Mirna.
"Katakan..."
"Sebelum menikah dengan nyonya tuan Fahri ternyata sudah menikah dengan seorang wanita yang bernama Nimas Ratih. Mereka juga memiliki seorang putra yang bernama Arrayan Alfahri..."
Deg... jantung Mirna seakan berhenti berdetak.
Badannya seketika lemas dan dia pun langsung terduduk di sofa.
'Ternyata selama ini mas Fahri sudah membohongiku'
"Nyonya tidak apa-apa kan..?" tanya laki-laki itu khawatir.
"Saya baik-baik aja..."
"Kami juga berhasil mendapatkan foto masa lalu tuan Fahri dengan istrinya itu..." Laki-laki itu menyerahkan sebuah amplop besar kepada Mirna.
Dengan cepat Mirna membuka amplop itu. Foto pernikahan Fahri dengan seorang wanita cantik. Walaupun foto itu sudah lusuh namun terlihat jelas wanita itu begitu cantik. Lalu di foto selanjutnya terlihat Fahri sedang menggendong seorang anak laki-laki tampan dan juga istrinya bergelayut manja di lengannya, mereka tampak tersenyum ceria ke arah kamera.
"Dimana perempuan ini sekarang..?" tanya Mirna geram.
__ADS_1
"Wanita itu sekarang menetap di New York nyonya, namun kabarnya putra mereka tinggal di Indonesia..."
'Ooo jadi karna itu mas Fahri selama ini sering bolak-balik ke New York dengan alasan bisnis, ternyata dia menyembunyikan istrinya di sana' Mirna semakin geram.
"Kamu cari tau tentang putranya. Kabarin saya secepatnya...!" titah Mirna.
"Baik nyonya..."
Mirna meraih tasnya tak lupa mengisi foto itu ke dalam tasnya, kemudian dia meminta sopir pribadinya untuk mengantarkannya ke kantor Fahri. Mirna harus tau kejelasannya sekarang. Sesampainya di kantor, Mirna langsung menuju ruangan Fahri di lantai paling atas.
Tanpa mengetok pintu terlebih dahulu, Mirna langsung masuk keruangan Fahri. Terlihat Fahri sedang sibuk dengan banyaknya berkas di mejanya.
"Mama.." Fahri terkejut.
Fahri terkejut. "Dari mana mama dapat foto ini..?"
"Itu nggak penting pa. Sekarang tolong papa jelaskan..."
Fahri menghirup nafas panjang "Sebelumnya papa minta ma'af karna sudah merahasiakan tentang masa lalu papa terhadap mama. Papa hanya tak ingin mengingatnya, karna papa sangat membencinya. Papa sama sekali tidak menginginkan pernikahan itu, papa dulu di jebak..." Fahri sangat hebat mengarang cerita.
"Tapi papa terlihat bahagia. Bahkan kalian juga memiliki anak. Kenapa sih papa tega banget membohongi mama..?" Mirna tak mampu lagi menahan air matanya. "Jangan-jangan selama ini papa sering bolak balik ke New York karna perempuan itu kan? bukan karna urusan bisnis seperti yang papa katakan.."
__ADS_1
"Itu nggak benar ma. Sejak bercerai dengannya dua puluh tahun lalu, papa tidak pernah lagi bertemu dengannya. Papa memang pernah dengar jika dia sudah menikah lagi dan tinggal di New York, tapi papa tidak pernah sekalipun bertemu dengannya.." tentu saja Fahri berbohong, karna kebenarannya bukan seperti itu. Dia lah yang telah menyembunyikan anak dan istrinya di sana.
"Lalu bagaimana dengan anak kalian yang bernama Arrayan Alfahri, apa papa juga tidak pernah bertemu dengannya...?"
Fahri terdiam. Dia merasa heran bagaimana Mirna bisa tau semuanya setelah lama dia merahasiakannya.
"Kenapa papa hanya diam..? jangan-jangan memang benar kata Elsa, laki-laki yang di lihatnya waktu itu adalah anaknya papa. Iya kan pa..?"
Fahri tertunduk "Iya..., Rayyan memang tinggal di Jakarta sejak tiga tahun lalu. Namun kami tidak dekat sama sekali seperti ayah dan anak pada umumnya. Rayyan sangat membenci saya. Bahkan sekalipun saya tidak pernah mendengarnya memanggil saya dengan panggilan papa ..." kali ini Fahri berkata jujur, karna memang kenyataannya seperti itu.
"Apa papa sering bertemu dengannya..?" tanya Mirna. Kali ini dia mulai melunak.
Fahri mengangguk. Kemudian dia berdiri menghadap jendela pandangannya lurus ke depan. "Walaupun kami sering bertemu, namun hanya sebatas rekan bisnis. Padahal papa sangat merindukannya. Walau bagaimanapun dia adalah darah daging papa, sama seperti Elsa..." lirih Fahri. "Sebenarnya ada orang lain yang tau masalah ini, yaitu Ferdi. Ferdi mengenal Rayyan dari kecil, dan dia juga ingin menjodohkan Hazel dengan Rayyan. Karena itu juga selama ini Ferdi begitu baik terhadap kita dan banyak membantu perusahaan kita.." Fahri bercerita panjang lebar.
"Lalu apakah Rayyan mau di jodohkan dengan Hazel..?" tanya Mirna. Sepertinya Mirna mulai tertarik.
"Papa harap dia mau. Dan papa akan selalu berusaha agar bisa dekat dengannya. Banyak keuntungan yang kita dapatkan jika Hazel menikah dengan Rayyan.."
"Mama ingin bertemu dengan Rayyan. Mau kah papa mengundangnya untuk datang ke rumah kita? mama janji akan menganggapnya sebagai anak mama sendiri, bahkan mama tidak masalah jika Rayyan tinggal bersama kita. Rayyan butuh sosok papa..." ujar Mirna.
"Papa akan berusaha. Makasih ya ma, karna mama udah mau menerima masalalu papa. Dan papa juga sangat bersyukur karna mama mau menerima Rayyan.." Fahri memeluk Mirna.
__ADS_1
****