
"Bagaimana hasilnya.., apa kalian sudah mendapatkan informasi yang saya inginkan..?" tanya Fahri pada orang suruhannya. Dua hari lalu Fahri meminta orang suruhannya untuk mengikuti Rayyan kemanapun Rayyan pergi. Dia selalu kepikiran dengan perkataan Elsa yang mengatakan jika dirinya memiliki cucu dari Rayyan.
"Ini pak..." laki-laki itu memberikan sebuah amplop kepada Fahri.
Fahri langsung membuka amplop itu dengan antusias. Lalu dia mengeluarkan beberapa lembar foto dari sana. Seketika tubuhnya bergetar hebat dan matanya mulai berkaca-kaca saat melihat gadis mungil yang ada di foto itu. Sedangkan di foto lainnya terlihat Rayyan sedang menggendongnya dengan penuh kebahagiaan. Tak pernah dia melihat putranya begitu bahagia dengan senyum manis di wajahnya.
'Jadi dia cucu saya..?' Fahri mengusap-ngusap foto itu.
"Apa Rayyan sering mengunjunginya..?" tanya Fahri.
"Sangat sering tuan, bahkan setiap hari. Mereka juga sepertinya sudah melangsungkan pernikahan. Karna semalam saya melihat sendiri pak penghulu beserta team make up keluar dari rumah itu..."
"Apa..? menikah..? kamu yakin jika itu Rayyan yang menikah..?" Fahri memastikan.
"Sangat yakin tuan.. Nona Anna hanya tinggal bersama putrinya di rumah itu, dan juga beberapa orang asisten rumah tangganya..."
"Baiklah.., kalau begitu kita kerumahnya sekarang.."
"Tapi tuan.., nona Anna sedang berada di butiknya sekarang. Dia memiliki sebuah butik di daerah X..."
"Ya udah kita ke butiknya..." ujar Fahri tak sabar.
Fahri melangkahkan kakinya dengan cepat, namun Elsa tiba-tiba memanggilnya.
"Pa...." panggil Elsa sambil mengejar papanya.
"Ada apa Elsa...?" tanya Fahri tanpa menghentikan langkahnya.
"Papa mau kemana..? bukannya sebentar lagi kita ada meeting...?" ujar Elsa sambil berjalan cepat di samping papanya.
"Meetingnya di tunda. Papa ada urusan penting...! ikutlah dengan papa, jika kamu ingin tau..."
"Oke pa..."
Tak lama kemudian mereka pun sampai di butik Anna.
__ADS_1
***
"Mau apa kalian kemari...?" tanya Anna. Terlihat
jelas kebencian di wajahnya. Walaupun Anna sudah bisa menerima Rayyan kembali, bukan berarti dia juga bisa menerima keluarganya. Anna takkan pernah lupa dengan apa yang sudah di perlakukan keluarga itu pada keluarganya.
"Anna.., menantuku..." ucap Fahri lembut. Terdengar sangat tulus, seperti layaknya seorang mertua yang sangat menyayangi menantunya.
"Mommih...." tiba-tiba Rayna datang. Gadis kecil itu tampak tersenyum manis.
"Rayna...?" Anna membulatkan matanya. Dia sangat terkejut melihat Rayna yang tiba-tiba datang menghampirinya. Biasanya sepulang sekolah Rayna akan langsung pulang kerumah. Sungguh kedatangan Rayna sangat tidak tepat sekarang.
"Rayna.., cucuku...?" Fahri akhirnya tau siapa nama cucunya.
Mata Fahri tampak berkaca-kaca. Gadis mungil yang dia lihat dalam foto tadi kini sudah berada di depan matanya.
"Rayna sayang..." panggil Elsa. Yang berusaha ingin meraih tubuh kecil Rayna.
"Jangan sentuh anakku...!" Teriak Anna sambil memplototi Elsa tajam. Kemudian dia langsung menarik tubuh Rayna ke belakangnya.
"Mih..., kok mommih malah sih sama onty Eca..? onty Eca kan baik..." ujar Rayna dengan suara pelannya, namun masih tetap kedengaran.
"Apa lagi yang kalian inginkan..? apa belum puas sudah membuat hidup saya menderita selama ini..? apa belum puas menyakiti papa saya hingga dia meninggal..?" ujar Anna berapi-api. Dia sama sekali tidak takut dengan laki-laki yang ada di depannya itu.
"Anna..., izinkan papa berbicara.." Fahri memohon.
"Papa tau selama ini papa banyak salah terhadap keluargamu. Papa sudah membuat keluargamu hancur. Papa benar-benar menyesal An.." laki-laki yang biasanya terlihat tegas dan menakutkan itu kini terlihat begitu lemah tak berdaya.
Anna semakin marah "Apa penyesalan anda bisa merubah segalanya? apa penyesalan anda bisa membuat papa saya hidup kembali..? nggak kan..?"
"Anna.., papa benar-benar minta ma'af. Papa akan melakukan apapun agar kamu mau mema'afkan papa. Jika kamu menginginkan nyawa papa, papa ikhlas memberinya asal kamu mau mema'afkan papa..." ujar Fahri dengan suara bergetar.
Anna tersenyum sinis "Saya tidak butuh apa-apa dari anda..."
Tiba-tiba saja Elsa bersujud di hadapan Anna, dan memegang kedua kaki Anna.
__ADS_1
"Anna..., aku mohon tolong ma'afkan papa. Papa benar-benar sudah menyesali perbuatannya..." ujar Elsa memohon. Tak terlihat lagi kesombongan di dirinya seperti dulu.
Anna terkejut. "Kamu apa-apaan sih Elsa..? jangan seperti ini..." Anna berusaha menjauhkan dirinya. Dia tidak akan tega jika seseorang bersujud di kakinya, walaupun orang itu sudah sangat jahat terhadapnya.
"Mih...." lirih Rayna takut. Dia memeluk kaki mommynya erat.
Seketika Fahri menitikkan airmatanya. Ingin sekali dia memeluk cucunya itu.
"Elsa..., bangun. Jangan seperti ini. Ayo tunjukkan kesombonganmu seperti dulu..." ujar Anna dengan senyum sinisnya.
"Nggak An.. Aku nggak akan bangun sebelum kamu mema'afkan papa dan aku.." Elsa kini tak mampu menahan airmatanya.
"Tidak semudah Elsa..." sinis Anna.
"Katakan Anna, apa yang harus papa lakukan..?" sahut Fahri. Pria arogan itu kini terlihat putus asa.
Anna melipatkan kedua tangannya ke dadanya "Gampang kok. Cukup jangan muncul lagi di hadapan anakku dan mengaku-ngaku sebagai keluarganya. Dia tidak ada hubungannya dengan kalian..."
"Itu nggak mungkin Anna. Bagaimana mungkin kamu mengatakan jika dia nggak ada hubungannya dengan kami..? Dia itu cucu kandung papa, keponakannya Elsa.."
"Stop mengatakan jika dia itu cucu anda. Dia hanya anakku satu-satunya. Saya yang mengurusnya sendiri dari dalam kandungan hingga dia besar seperti sekarang ini. Bahkan Rayyan sendiri tidak berhak kepadanya, walaupun Rayyan adalah ayah kandungnya..." suara Anna berapi-api.
"Tolong pergi dari sini sekarang...!" usir Anna sambil menujuk pintu keluar.
Seketika Rayna langsung berlari ke arah Fahri tanpa bisa Anna cegah.
"Glenpa...." Rayna menatap Fahri dengan tatapan sendunya. Sepertinya gadis kecil itu mengerti jika laki-laki itu adalah kakeknya.
"Rayna..., sini..." teriak Anna.
"Cucuku..." Fahri langsung memeluk Rayna erat sambil menangis terisak.
Kemudian Elsa bangun dan ikut memeluk Rayna sambil menangis.
'Kenapa jadi begini? apa yang harus aku lakukan..?'
__ADS_1
Anna membuang wajahnya sambil menyeka airmatanya. Di satu sisi dia sangat membenci laki-laki itu. Di satu sisi lagi dia juga sangat kasihan, Fahri terlihat begitu tulus dengan ucapannya. Tak bisa di sangkal, jika Rayna memang cucu kandungnya. Tapi Anna juga tak rela jika Rayna dekat-dekat dengan mereka.
***