
Rayyan menyandarkan kepalanya di jok sambil memijit pelipisnya. Rayyan sudah tau jika Anna bekerja di butik itu, dan Rayyan juga sudah tau kenapa Anna tiba-tiba marah dan pergi meninggalkan rumah. Tentunya karna Anna sudah melihat kedatangannya dan Hazel dua hari lalu. Kini Rayyan menunggu kedatangan Anna di tempat parkiran butik itu, dia akan menjelaskan semuanya dan membawa istrinya itu pulang.
Tak lama kemudian tampak sebuah mobil mewah berhenti di butik itu. Lalu terlihat seorang laki-laki turun dan membukakan pintu untuk penumpang di sebelahnya. Dan alangkah terkejutnya Rayyan, ternyata yang keluar dari mobil itu adalah Anna istrinya. Seketika kepala Rayyan terasa panas dan hatinya berdenyut sakit, ternyata benar apa yang di katakan papanya. Mereka memang terlihat sangat dekat dari cara laki-laki itu memperlakukan istrinya.
"Makasih Jer..." ucap Anna.
"Ummpp.." Jerry menganggukkan kepalanya.
"Ya udah kalau gitu aku masuk dulu ya.." pamit Anna. Sudah terlalu lama dia meninggalkan butik yang mungkin saja Intan sudah kembali dari tadi.
"Eiittss tunggu.." ujar Jerry.
"Ada apa lagi..?" Anna mengerutkan keningnya.
"Malam minggu besok kita ketemuan ya. Anggap aja sebagai malam perpisahan kita sebelum gua balik ke Jerman.."
"Lo beneran balik ke Jerman secepat itu Jer..?"
Jerry tersenyum, "Cepat gimana sih An, justru waktu gua udah molor dua minggu nih. Gua aja sampe ngebohongin bokap demi lo.."
"Kok gua sih..?"
__ADS_1
"Ya memang karna lo. Coba lo juga mau ikut ke Jerman pasti gua udah berangkat dari jauh-jauh hari. Ayo lah An kita ke Jerman, lo nggak kangen apa ama bokap lo..."
Seketika wajah Anna kembali berubah sedih. Sebenarnya Anna juga ingin menyusul papanya kesana, tapi dia juga nggak mau papanya kecewa. Karna yang papanya tau Anna sekarang sedang sibuk kuliah dan juga menjadi istri.
"An, pernikahan lo itu nggak bahagia. Banyak banget bohongnya. Jadi buat apa lo masih mempertahankannya. Mendingan lo ikut gua. Lo bisa ngejelasin semuanya ke bokap lo, gua yakin dia pasti ngertiin lo. Dan lo juga bisa ngelanjutin kuliah lo di sana..."
Jerry tidak tau aja jika kebohongan itu juga atas kerjasama Rayyan dengan papanya.
"An..." Jerry meraih tangan Anna.
"SINGKIRKAN TANGANMU DARI ISTRIKU'
Anna dan Jerry terkejut dengan suara itu, mereka berdua menoleh mencari asal suara itu. Alangkah terkejutnya Anna melihat Rayyan yang kini berdiri di depannya. Wajahnya terlihat memerah menahan amarah.
"Anna ayo pulang.." Rayyan langsung menarik tangan Anna dengan kasar.
"Awww sakit mas..." Anna meringis karna pergelangan tangannya terasa sakit akibat cengkraman Rayyan yang begitu kuat. Dan lagi kondisi tubuhnya masih terasa sangat lemas.
"Jangan kasar pada Anna, dia lagi sakit..." ujar Jerry merasa kasihan.
"Bukan urusanmu..!"
__ADS_1
Rayyan lalu membawa Anna masuk ke mobilnya. Dan melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
"Jadi karna laki-laki itu kamu pergi dari rumah..?"
Anna langsung mengangkat wajahnya dan menatap Rayyan. Dia tidak percaya jika Rayyan tega menuduhnya seperti itu. Padahal dialah yang membuat Anna pergi dari rumah.
"Mas, kenapa seolah-olah aku yang salah sekarang. Mas tau nggak kenapa aku sampai pergi dari rumah..? itu karna kamu mas. Mas mungkin nggak akan menyadari kesalahan mas dan mengganggap itu hal yang biasa..."
"Karna Hazel..? kamu melihatku datang bersama Hazel ke butik itu karna kamu bekerja di sana kan..? kamu tau nggak kenapa waktu itu aku masuk ke butik itu..? asal kamu tau itu bukan karna Hazel. Tapi karna kamu..."
"Maksud mas..?"
Rayyan kemudian menepikan mobilnya, dan mengambil sesuatu di jok belakang.
"Aku melihat gaun ini, dan aku langsung ingat kamu. Aku ingin kamu memakainya, dan pergi kencan romantis bersamaku. Tapi belum sempat aku menjelaskan semuanya kamu langsung marah dan pergi begitu saja. Kamu tau nggak gimana tersiksanya aku tanpamu..?" suara Rayyan terdengar begitu rapuh.
"Tapi tiba-tiba aku melihatmu begitu bahagia dengan laki-laki lain..."
"Dia itu temanku mas..."
"Teman..?"Rayyan tersenyum miring. "Mungkin kamu menganggapnya sebagai teman, tapi tidak dengannya. Jadi, aku nggak mau liat kamu pergi dengan laki-laki itu lagi apapun alasannya.."
__ADS_1
Setelah itu hanya hening tanpa suara, Rayyan fokus mengemudikan mobilnya dengan perasaan yang berkecamuk.