
"Seandainya waktu itu aku jujur dari awal tentang siapa diriku, mungkin semua ini takkan terjadi. Aku takkan pernah kehilangan anakku dan juga kehilangan papa Rama. Karna kesalahanku, aku kehilangan semuanya..." Rayyan sudah tak kuasa lagi membendung airmatanya. Lagi-lagi dia menjadi sangat lemah.
Anna tersenyum sinis "Sekarang kamu menyesal? apa penyesalanmu itu bisa merubah semuanya? udahlah, aku nggak mau bahas masalalu lagi.."
"An, aku tau kamu sangat membenciku. Aku pantas mendapatkan itu. Tapi kamu harus tau yang sebenarnya An..."
"Aku udah nggak mau tau lagi.. Bagiku kamu hanyalah lelaki jahat yang sudah mengakibatkan papa aku meninggal. Kamu sengaja kan masuk ke dalam keluargaku untuk menghancurkan keluargaku. Kamu berhasil Arrayan Alfahri! Sekarang kamu pasti sangat bahagia, karna kamu sudah mendapatkan semuanya..." suara Anna penuh kebencian.
__ADS_1
"Kamu salah menilaiku An. Aku sama sekali nggak pernah bermaksud seperti itu. Asal kamu tau, hal yang paling aku sesali di dunia ini adalah terlahir sebagai putranya laki-laki itu. Dan asal kamu tau juga, dari dulu aku tak pernah memanggilnya dengan sebutan papa. Karna aku sangat membencinya. Dari lahir aku hidup tanpa sosok ayah, aku juga nggak pernah dapat kasih sayang seorang ayah. Dia juga tidak pernah mengakuiku dan juga mamaku. Bahkan dia tega menyembunyikan kami di luar Negeri selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya aku dewasa, aku ingin membalas dendam padanya. Dan aku sangat beruntung karna bertemu dengan papa Rama, orang yang sangat baik. Dia sudah seperti ayahku sendiri. Bagaimana mungkin aku punya niat jahat kepadanya, apalagi dia adalah ayah dari wanita yang sangat aku cintai..."
Rayyan teringat saat papa Rama memintanya untuk menikahi Anna, walaupun dia tak pernah menyukai Anna namun dia langsung mengiyakannya tanpa ada keraguan. Itu semua karna dia tak ingin mengecewakan orang yang sudah sangat baik kepadanya.
"Setelah laki-laki itu mengambil alih perusahaan RH Group, aku bersumpah akan mengambil kembali perusahaan itu darinya. Jalan satu-satunya aku harus bergabung dengan perusahaannya. Dia pikir aku benar-benar serius ingin membantunya, dan mulai mempercayakan perusahaannya kepadaku. Di saat aku hampir berhasil, tiba-tiba semua ini terjadi. Harusnya aku ceritakan tujuanku bergabung dengan perusaan itu padamu. Tapi waktu itu aku terlalu takut jika kamu akan pergi meninggalkan aku setelah tau siapa aku. Aku nggak mau kehilangan kamu, karna aku sangat mencintaimu. Tapi akhirnya kamu tetap pergi meninggalkan aku..." suara Rayyan terdengar putus asa.
Anna tidak menyangka jika Rayyan melakukan semua itu untuknya. Rayyan bekerja keras untuk memperjuangkan haknya. jika saja Anna mengetahui itu dari awal, dia pasti sangat bangga. Apalagi papanya, dia tak kan terkena serangan jantung. Namun kini nasi telah menjadi bubur.
__ADS_1
"Sekarang apa yang harus aku lakukan An, agar aku bisa memperbaiki semuanya...? aku ingin menebus semua kesalahanku..." Rayyan menatap Anna penuh harap.
"Tak ada yang perlu di lakukan lagi. Anggap aja sebagai pelajaran, semoga kedepannya kamu nggak melakukan kesalahan yang sama..." jawab Anna tanpa menatap Rayyan.
Anna kemudian melirik jam di tangannya, rasanya sudah terlalu lama dia meninggalkan Rayna, mungkin saja gadis itu sangat mengkhawatirkannya sekarang setelah apa yang di lihatnya tadi. "Aku harus pergi, anakku menungguku..."
Rayyan lalu menarik Anna dan membawanya dalam pelukannya. Rayyan memeluk Anna dengan sangat erat, tak peduli betapa Anna membencinya yang dia tau dia sangat merindukan wanita itu.
__ADS_1