Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Kebenaran yang menyakitkan


__ADS_3

Tak terasa dua hari sudah Anna berada di Jakarta. Selama dua hari ini Anna sama sekali tak keluar rumah, dia sibuk dengan persiapan lounching butiknya. Semuanya Anna kerjakan sendiri, mulai dari mendesain hingga mencari produsen yang siap bekerja sama dengannya. Beruntung waktu itu Anna pernah bekerja di butiknya Intan, jadi tidak banyak kesulitan yang dia temukan. Sekarang hanya tinggal melihat tokonya apakah sudah cocok atau belum. Namun Anna tidak bisa melakukannya sendiri, dia akan pergi bersama Jerry. Namun hingga saat ini Jerry masih berada di luar kota, dan dia baru akan kembali besok.


Anna menutup laptopnya karna merasa lelah dan juga ngantuk. Perlahan Anna mulai merebahkan kepalanya di meja dengan beralaskan lengan kanannya. Namun belum sempat Anna memejamkan matanya tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah foto yang terpajang di dinding ruangan kerja papanya itu. Anna menggunakan ruangan kerja papanya sebagai ruangan kerjanya. Di sana terlihat foto Rayyan yang berdiri dengan gagahnya di samping papanya. Saat itu perusahaan RH group menerima sebuah penghargaan, dan mereka melakukan foto bersama.


Anna lalu berdiri dan menuju foto itu, tangannya terangkat untuk mengusap foto itu. Kerinduan kembali mengalir dalam hatinya. Dua laki-laki yang sangat berarti dalam hidupnya hingga saat ini, walaupun mereka semua tak lagi ada di sampingnya. Anna menatap foto Rayyan dalam, sampai saat ini Rayyan masih tetap menjadi laki-laki yang paling tampan di matanya.


'Mas, kenapa kita harus bertemu lagi..? dan kenapa baru sekarang aku mengetahui semuanya..?' air mata Anna kini tak mampu di tahannya lagi. 'Aku merindukanmu mas'


Cukup lama Anna menatap foto itu sambil menangis, hingga akhirnya Anna tiba-tiba ingin mengetahui tentang mantan suaminya itu. Sesuatu yang tak pernah ingin dia lakukan selama empat tahun ini. Setelah resmi bercerai empat tahun lalu Anna benar-benar menutup semua akses tentang laki-laki itu, hanya kebencian yang dia tanamkan dalam dirinya.


Anna meraih ponselnya yang dia taruh di meja, perlahan dia mulai mengetikkan nama panjang Rayyan di sana. Tak lama kemudian semua berita tentang laki-laki itupun muncul memenuhi layar ponselnya. Anna tidak menyangka jika Rayyan benar-benar populer sekarang. Dia bahkan menjadi inspiratif sebagai pengusaha muda yang sangat sukses. Di bagian atas ada profil dan biodata lengkapnya, itu yang ingin Anna ketahui sekarang. Sambil memejamkan matanya Anna menekan profil itu. Dadanya terasa naik turun, rasanya belum siap mengetahui kebenarannya namun Anna juga sangat penasaran.


Arrayan Alfahri adalah seorang pengusaha muda yang memiliki banyak bisnis. Salah satu bisnisnya yang sangat terkenal adalah restoran Ryn yang sudah memiliki banyak cabang di beberapa kota. Bukan hanya itu saja dia dan istrinya Hazel juga..


Deg...


Anna tak mampu lagi melanjutkannya, dadanya terasa bergemuruh dan tangannya bergetar hebat. Dugaannya selama ini benar, Rayyan ternyata benar sudah menikah dengan Hazel. Seketika Anna terduduk di lantai, badannya lemas tak berdaya. Lagi-lagi airmatanya jatuh membasahi pipinya.


"Kamu jahat mas... Untuk apa kau menjelaskan semuanya, harusnya biarkan aku tetap membencimu.." Anna terisak. Lagi-lagi Anna merasa sangat hancur sekarang.


Tok...tok..


Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Segera Anna menyeka airmatanya dan berdiri dari duduknya.


"Masuk..." ucap Anna sambil membelakangi pintu itu.


Seketika pintu langsung terbuka "Ma'af bu... Rayna nggak mau makan dari tadi..." ujar Fitri panik. Selama ini Rayna tak pernah mogok makan apalagi sampai nggak makan seharian.


"Ya udah Fit, biar aku aja yang suapin..." ujar Anna lalu turun ke bawah. Anna tau penyebab Rayna nggak mau makan, karna dia sangat merindukan daddynya. Dari kemaren Rayna selalu menanyakan tentang Jerry, selama ini mereka memang tak pernah berpisah lama.


Rayna berdiri di jendela, sambil melipat tangannya ke dada. Wajahnya terlihat cemberut.


"Sayang, kenapa sih nggak mau makan..? nanti Rayna sakit lo..." ujar Anna sambil menghampiri putrinya itu.

__ADS_1


"Mommy, I miss daddy so much.." ujar Rayna sedih.


"Iya sayang, mommy ngerti. Tapi kan daddynya lagi kerja. Besok daddy pulang dan bawa boneka barby untuk Rayna.." bujuk Anna.


"Really..?" Rayna senang.


"Yes..." Anna mengangguk.


"Yeeyyy... aku mau makan..."


"Nah gitu dong. Mommy suapin ya..."


"Yeah..." Rayna bersemangat.


Anna kemudian mengambil piring yang berisi makanan, kemudian mulai menyuapkannya ke mulut Rayna. Tampak Rayna begitu lahap makannya. Seketika Anna kembali sedih mengingat nasib putrinya itu.


'Sayang, ma'afin mommy ya. Mungkin selamanya kamu tak kan pernah tau siapa papamu yang sebenarnya. Semoga Jerry tetap menyayangimu sampai nanti'


Sementara di luar sana ada seorang laki-laki yang hampir setengah gila mencari keberadaannya. Selama dua hari ini dia sudah mencari Anna kemana-mana, bahkan dia sudah mengerahkan semua orang suruhannya untuk mencari Anna ke setiap sudut ibu kota itu, namun sama sekali tak membuahkan hasil apapun. Rayyan merasa putus asa, merasa kekuasaannya selama ini tak berarti apapun. Untuk mencari keberadaan seorang wanita pun dia tidak berhasil.


"Kamu di mana sih An..? kemana lagi aku harus mencarimu..? Arrggggg...." Rayyan mengacak rambutnya frustasi.


Kemudian Rayyan tiba-tiba teringat sahabat Anna yang bernama Icha. Icha di ketahui bekerja di perusahaan Haikal sebagai sekretarisnya. Selama ini Ica selalu menghindarinya, terlihat jelas jika Icha juga sangat membencinya. Setiap kali dia menanyakan tentang Anna, Icha selalu bilang tak tau dan sudah tak berhubungan lagi dengannya. Namun kali ini Rayyan yakin jika Anna sudah menghubungi sahabatnya itu.


Rayyan kemudian langsung menelpon Haikal.


"Hallo bro..." jawab Haikal di ujung sana.


"Bro, lo dimana sekarang..?"


"Ini gua lagi di jalan mau keluar kota. Kenapa bro..?"


"Apa sekretaris lo juga ikut..?"

__ADS_1


"Ya iya dong bro. Kenapa emangnya..?"


"Tolong hape lo kasih dia bentar, gua mau ngomong.."


"Lo mau ngomong sama sekretaris gua..? lo yakin..?" Haikal heran, karna selama ini Rayyan tak pernah menyukai wanita. Bahkan istrinya sendiri.


"Nggak usah banyak tanya deh. Buruan.., atau gua batalin kerja sama kita..." ancam Rayyan.


"Jangan dong bro. Iya ni gua kasih...." Haikal ketakutan, dia langsung memberikan ponselnya pada Icha.


Icha menerima ponsel itu ragu-ragu, dia yakin Rayyan pasti akan menanyakan tentang Anna lagi padanya.


"Hallo pak Rayyan..."


"Ca.., tolong kasih tau aku dimana Anna sekarang..?" tanya Rayyan tanpa basa basi.


"Ma'af pak, kan saya sudah bilang berkali-kali saya nggak tau..." selama empat tahun ini Ica benar-benar tak tau lagi tentang sahabatnya itu. Anna benar-benar tak pernah menghubunginya sekalipun, dan benar-benar hilang kontak. Begitu pun dengan Jery, Ica juga tak pernah bisa menghubunginya lagi.


"Pliis Ca, jangan bohong..! Anna di Jakarta sekarang, dan dia pasti menghubungimu kan..?"


'Anna di Jakarta..? apa benar Anna sudah kembali? aku sangat merindukannya'


"Ca..."


"Ma'af pak, saya benar-benar nggak tau. Kalau gitu saya kembalikan lagi ponselnya pak Haikal.."


"Tunggu Ca...! aku mohon Ca, tolong bantu aku mencari keberadaannya Anna.."


"Baik pak, saya akan membantu bapak sebisa saya.." Ica kemudian memberikan ponsel itu kepada Haikal.


'An.., akhirnya kamu kembali juga' Icha menyeka airmatanya yang jatuh di sudut pipinya.


***

__ADS_1


Ma'af klw pngucapan bahasa ingrisnya salah, maklum authornya nggak paham bahasa ingris😀


__ADS_2