
Pagi-pagi sekali Anna sudah bersiap-siap menuju bandara untuk kembali ke Jakarta. Setelah berpikir semalaman akhirnya Anna memutuskan untuk mempercepat kepulangannya ke Jakarta. Anna harus segera meninggalkan pulau Dewata itu dan membatalkan acara liburannya bersama Rayna agar tak bertemu Rayyan lagi.
Anna tak tau kenapa laki-laki itu bisa tinggal di Bali dan menginap di resort yang sama dengannya. Jika Anna tetap berada di sana sudah di pastikan Rayyan akan terus mendekatinya dan juga mendekati Rayna. Dan yang paling Anna takutkan lagi dia tidak bisa mengontrol dirinya seperti semalam. Bisa-bisa hatinya akan terbuka kembali untuk laki-laki itu, sedangkan selama ini dia sudah bersusah payah untuk melupakannya. Dan lagi ada hati yang harus di jaganya sekarang. Anna tak ingin menyakiti hati orang yang sudah sangat baik padanya dan membantunya bangkit kembali.
Setelah melakukan penerbangan kurang lebih dua jam, pesawat yang di tumpangi Anna akhirnya mendarat juga di Jakarta. Anna merasa sedikit lega karna sekarang dia sudah berada di Jakarta. Di sini mungkin Rayyan takkan lagi bisa mendekatinya, karna ada Jerry di sampingnya. Dan Anna juga yakin jika Rayyan sebenarnya juga sudah menikah lagi.
"Akhirnya pulang kampung juga..." ujar Fitri senang. Fitri sudah bekerja selama lima tahun di Jerman sebagai asisten rumah tangga di keluarga tante Yasmin, namun semenjak Rayna lahir Fitri kemudian di tugaskan sebagai baby sitternya Rayna. Dan sejak itu pula Fitri tak pernah lagi pulang ke Indonesia.
"Tapi kamu masih tetap kerja untuk Rayna kan Fit..?" tanya Anna.
"Ya masih dong bu. Saya mah sayang banget sama Rayna belum mau pisah. Dan lagi saya juga masih ingin mengumpulkan uang buat ngebiayaain kuliah adik saya..." selama ini Fitri memang jadi tulang punggung keluarganya.
"Makasih ya Fit, udah sayang sama Rayna dan selalu menjaganya dengan baik. Nanti kamu boleh kok pulang dulu buat nengokin keluarga di rumah. Sekalian nanti ada bonus tambahan buat kamu dan keluarga..."
"Yeeyy makasih banyak bu.." Fitri tampak kegirangan seperti anak kecil. Dari dulu Anna memang sangat baik kepadanya dan sangat perhatian pada keluarganya.
"Ump..." Anna mengangguk.
Rayna menggeliat di atas strollernya. Dari tadi dia memang selalu tidur, dan sangat susah di bangunin sehingga Anna pun harus menggendongnya ketika naik ke pesawat.
"Mommih, kita di mana nih..?" tanya Rayna sambil mengucek-ngucek matanya.
__ADS_1
"Kita udah di Jakarta sayang.." ucap Anna dengan senyumnya.
"Yeeyy Jakalta..." Rayna senang. Entah apa yang dia pikirkan dengan kota itu sehingga membuatnya begitu senang. "Daddy mana mom..?" Rayna tampak celingak celinguk mencari sosok laki-laki yang di panggilnya daddy itu. Karna memang dari awal Jerry sudah berjanji padanya untuk menjemputnya pulang ke Jakarta.
"Hemm,, uncle Jer lagi kerja sayang. Jadi nggak bisa jemput kita. Tapi nanti uncle akan datang kok ke rumah kita..." jelas Anna.
Seketika Rayna langsung cemberut. "Daddy bohong..."
Saat ini Jerry mungkin sedang dalam perjalanan ke luar kota untuk mengurus bisnis keluarganya. Mereka akan membuka sebuah klinik di luar kota. Lagian Anna juga belum sempat memberitahu Jerry tentang kepulangannya karna sangat mendadak dan di luar rencana.
Kini Anna sudah berada di dalam taksi online yang akan mengantarkannya pulang kerumah lamanya. Sepanjang perjalanan Anna tampak sibuk mengobrol dengan Rayna. Gadis kecil itu melontarkan banyak pertanyaan kepadanya. Apalagi ini adalah kali pertamanya datang ke Indonesia.
Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh menit akhirnya mereka pun sampai juga. Perasaan Anna bercampur aduk sekarang ketika taksi memasuki komplek perumahan rumahnya. Anna tak bisa bayangkan gimana nanti jika dia melihat rumah itu, sementara papanya kini sudah tak ada lagi.
Tak lama kemudian terlihat seorang laki-laki paruh baya membuka pintu gerbang rumah itu. Anna sangat terkejut, ternyata mang Asep masih bekerja di sana. Setelah membayar tagihan taksinya, Anna langsung turun dan menghampiri laki-laki itu.
"Mamang..." panggil Anna sambil menghambur memeluk laki-laki itu. Anna memang sangat dekat dengan orang-orang yang bekerja di rumahnya dan menganggap mereka seperti keluarga sendiri.
"Non Anna..." tangis mang Asep langsung pecah dalam pelukan Anna. Sudah lama dia menantikan kepulangan nona mudanya itu, dan ketika pak Candra memberitahunya tentang kepulangan Anna dia begitu senang. "Mamang kangen banget sama non..." ujarnya terisak.
"Anna juga kangen mang..." Anna juga terisak.
__ADS_1
"Huuuaaa...." tangis laki-laki itu semakin kencang saat dia mengingat pak Rama. Selama berpuluh tahun bekerja dengan pak Rama dia dan keluarganya selalu di perlakukan dengan baik, dan di anggap keluarga. Pak Rama begitu banyak membantunya selama ini. Saat tau pak Rama meninggal mang Asep sangat terpukul. "Saya ingat tuan non..."
"Papa sekarang udah bersama mama, mang.." ujar Anna sambil menenangkan laki-laki itu.
Fitri yang menyaksikan itu juga ikut menangis. Dia begitu terharu melihat kedekatan Anna dan juga pekerja di rumahnya. Hati Anna memang sangat lembut, karna itu juga dia betah bekerja dengannya.
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah. Dan lagi-lagi tangis Anna pecah, setiap sudut rumah itu mengingatkannya kepada papanya.
Sementara Rayyan baru saja selesai mengunjungi proyeknya. Dia pun langsung bergegas kembali ke resort untuk menemui Anna. Sejak semalam sedetik pun dia tidak bisa melupakan Anna. Rasanya dia ingin selalu berada di samping wanitanya itu mencumbunya dengan penuh cinta seperti dulu.
Tadi Rayyan juga sudah membeli boneka dan beberapa permainan untuk Rayna. Semakin hari dia semakin yakin jika Rayna itu adalah anaknya.
Sesampainya di depan kamar Anna, tampak petugas kebersihan keluar dari sana dan kamar itu tampak kosong.
"Ma'af mbak, yang nginap di kamar ini kemana ya..?" tanya Rayyan
"Ohh ibu Anna sudah pergi pak..."
"Pergi...?" Rayyan mengerutkan keningnya. "Pergi kemana mbak...?"
"Kalau itu saya kurang tau pak.."
__ADS_1
Lutut Rayyan seketika lemas. Apakah dia akan kehilangan Anna untuk kedua kalinya..?