Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
97


__ADS_3

Anna menatap Rayyan yang tengah berdiri di jendela kamarnya. Rayyan tampak serius berbincang-bincang dengan lawan bicaranya di telpon. Dalam sekejap laki-laki itu berubah tegas dan berwibawa tidak terlihat menyedihkan seperti tadi.


Sebagai pemilik perusahaan besar Rayyan tentunya sangat sibuk. Dari tadi dia terus menatap layar ponselnya memeriksa email penting yang dikirimkan Dio asistennya. Sebenarnya Anna sudah memintanya untuk kembali ke kantor, tapi Rayyan tidak mempedulikannya. Sepertinya dia benar-benar akan selalu siaga di samping Anna.


Tok...tok... terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Iya masuk..." jawab Anna.


Fitri langsung membuka pintu dan berdiri di sana "Ma'af bu, apa Rayna ada di sini..?"


"Bukannya Rayna tadi udah turun kebawah ya..?" Anna balik bertanya. Soalnya daritadi dia memang tidak melihat Rayna lagi. Anna pikir Rayna sedang bermain di bawah bersama Fitri.


"Nggak bu, di kamarnya juga nggak ada..."


"Apa kamu sudah mencarinya di tempat lain..?" tanya Anna yang mulai panik.


"Udah bu.., tapi nggak ada. Aku pikir Rayna di sini sama ibu..."


"Astaga, Rayna kemana..?" Anna berusaha turun dari ranjangnya dengan wajah paniknya, namun dengan cepat Rayyan menahannya.


"Kamu di sini aja, biar aku yang cari Rayna.."


Rayyan langsung memutuskan sambungan telponnya tanpa permisi.


"Tapi mas, aku harus cari Rayna..."


"Percaya sama aku, Rayna nggak bakalan kemana-mana kok.." Rayyan menyakinkan.

__ADS_1


Anna hanya bisa menitikkan airmatanya. Dia benar-benar takut jika terjadi sesuatu pada putrinya itu.


"Rayna... Rayna...." panggil Rayyan sambil menyisiri setiap sudut ruangan di rumah itu di ikuti oleh bik Nur dan Fitri. Namun sama sekali tak ada jawaban dari bocah kecil itu. Rayyan panik, kemudian dia berlari menuju kearah taman yang ada belakang rumah. Taman itu cukup luas di penuhi bunga-bunga indah dan juga tanaman hias. Karna dulu papa Rama sangat hobby berkebun. Dan benar saja Rayna ternyata sedang duduk di gazebo tepi kolam kosong. Dulunya kolam itu di isi dengan ikan hias oleh papa Rama, namun kini kolam itu dibiarkan kosong begitu saja.


Rayyan mengatur nafasnya yang ngos-ngosan kemudian menghampiri gadis kecil itu dan duduk di sampingnya.


"Rayna ngapain sendiri di sini sayang..? masuk yuk, mommy nyariin..." ucap Rayyan lembut.


Rayna hanya diam dengan bibirnya yang sengaja dimajukannya. Gadis kecil itu tampak sedang menahan tangisnya. Dan itu membuat dada Rayyan sesak.


Rayyan kemudian berjongkok di depan Rayna, dan meraih tangan gadis kecil itu.


"Rayna nggak boleh sedih, kasian mommy lagi sakit..."


"Nana pengen daddy segela pulang.." Rayna akhirnya tak mampu lagi menahan tangisnya.


Seketika hati Rayyan berdenyut sakit, Rayna sebegitu sayangnya terhadap Jerry yang jelas-jelas bukan ayah kandungnya.


"Hu'uh..." Rayna mengangguk-anggukkan kepalanya. "Nana pengen daddy datang kesekolah dan bilang ke teman-teman kalau daddy itu emang daddynya Nana..." ujar Rayna sambil menangis.


Rayyan kemudian menyeka air mata Rayna dengan kedua tangannya. "Kalau uncle yang jadi daddynya Nana dan datang kesekolah Nana boleh nggak..?"


Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Rayna langsung berhenti nangis dan menatap Rayyan lekat. "Uncle mau jadi daddynya Nana..?"


"Hum.." Rayyan mengangguk.


"Boleh... Jadi sekarang daddy Nana ada dua..?" tanya Rayna meyakinkan.

__ADS_1


Lagi-lagi Rayyan mengangguk dengan senyum manisnya. Walau hatinya berkata tidak rela jika Rayna juga menganggap Jerry sebagai ayahnya.


"Yeay..., Nana mau uncle..." Rayna senang.


"Eiitts..., kok masih panggil uncle sih..? daddy dong..."


"Daddy...." Rayna kemudian mengalungkan tangan kecilnya ke leher Rayyan lalu mencium pipi Rayyan kemudian Rayna pun memeluknya.


Seketika mata Rayyan berkaca-kaca, pelukan Rayna benar-benar mampu menghangatkan hatinya. Rayyan pun membalas pelukan Rayna erat.


'Terima kasih sayang, daddy janji nggak akan ninggalin Rayna lagi apapun yang terjadi. Kita akan segera bersatu sayang'


"Kalau gitu daddy mau nggak tinggal di sini belsama Nana dan mommy..? soalnya daddy Je sibuk kelja telus..." Rayna melepaskan pelukannya.


"Iya... daddy akan tinggal di sini bersama Nana dan mommy..."


'Tak akan aku biarkan laki-laki itu pengecut itu tinggal disini bersama kalian.'


"Promise..." Rayna mengulurkan jari kelingkingnya.


"Promise..." Rayyan mengaitkan jari kelingkingnya di jari Rayna.


"Yeay..." Rayna senang.


"Ya udah sekarang Rayna sarapan ya..."


"Ok dad...."

__ADS_1


Rayyan kemudian menggendong Rayna masuk ke dalam rumah. Gadis kecil itu tampak begitu bahagia.


Sementara Anna tak mampu menahan air matanya. Rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu. Tadi dia memaksakan dirinya berjalan menuju jendela dengan tongkatnya, dan dia bisa melihat kedekatan anak dan ayah yang sesungguhnya.


__ADS_2