Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Malam pertama yang gagal


__ADS_3

Masih dalam posisi yang sama-sama berdiri, Rayyan terus menci*mi Anna dari belakang. Meninggalkan jejak stempel kepemilikan dimana-mana. Sementara tangan Anna masih berusaha membuka sanggulnya yang terasa sangat rumit baginya. Apalagi dari tadi Rayyan terus menggodanya sehingga dia sulit menggerakkan tangannya. Dan pada akhirnya Anna hanya bisa pasrah menerima setiap serangan bertubi-tubi yang di berikan suaminya itu.


Perlahan Rayyan membawa Anna ke ranjang, tanpa melepas pangutannya. Sementara tangannya mulai bekerja melepaskan pakaian yang masih tersisa di tubuh Anna sehingga tak tersisa sehelai benangpun menutupi tubuh mungil istrinya itu. Setelah itu Rayyan pun membuka pakaiannya sendiri dan melemparnya kesembarang arah.


Rayyan terus menci*mi Anna, jemarinya yang lihai menggoda dan mengusap bagian pribadi Anna, membuat nafas Anna tersengal jantungnya berdegup kencang. Anna mencengkram sprei dengan kuat, ketegangan aneh membuatnya menggeliat-geliat. Anna mendesah, dia mulai tidak bisa mengontrol dirinya. Rangsangan yang diberikan Rayyan membuat pikirannya tidak lagi jernih. Akal sehat mulai hilang dari dalam dirinya. Mendengar ******* Anna membuat Rayyan semakin bersemangat, dia menci*mi keseluruhan tubuh Anna dan tangannya bergerilya menyentuh bagian kewanitaan Anna dengan lembut.


Mata Rayyan mulai berkabut dan di penuhi gairah yang memuncak. Tubuhnya yang dulu bagai mati suri kini terasa hidup kembali, dia kembali menjadi lelaki seutuhnya. Selama empat tahun ini dia menahan diri dan tak pernah sekalipun menjamah wanita walau dia sudah memiliki istri sekalipun. Dalam hati dan pikirannya hanya ada Anna, bagaimana mungkin dia bisa memberikan sentuhannya pada wanita lain.


Rayyan sudah tak bisa menahan nafsunya lagi, dia memposisikan tubuhnya di atas tubuh Anna. Bergerak dengan irama terkendali, mendorong Anna ke dalam jurang kenikmatan, bersama-sama menikmati puncak permainan mereka.


"Aku mencintaimu Anna..." ujar Rayyan sambil terkapar di samping Anna dengan nafas yang memburu. Kemudian dia memeluk Anna erat.


"Aku juga mencintaimu mas..." ujar Anna dengan senyum manisnya.


"Malam ini aku akan membuatmu terus terjaga sepanjang malam, agar Rayna segera memiliki adik..." bisik Rayyan ketelinga Anna.


Sebelumnya Rayyan telah melakukan operasi vasektomi agar dia bisa punya anak lagi. Dia melakukan itu tak lama setelah bertemu Anna. Rayyan ingin memiliki anak lagi dari wanita yang sangat di cintainya itu, tentu saja setelah berhasil menikahinya kembali.


Anna hanya bisa tersipu malu, sambil membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


Tok..tok... terdengar suara ketukan pintu dari luar. "Mommy, daddy, buka pintunya Nana mau masuk..." terdengar suara Rayna dari luar. Untung tadi Rayyan mengunci pintunya.


Seketika Rayyan dan Anna saling pandang. Secara tidak langsung mereka telah melupakan keberadaan bocah kecil itu.


"Mommy.., daddy..." panggil Rayna lagi.

__ADS_1


"Ii..iya sayang, bentar..." ujar Anna yang segera bangkit dan mencari pakaiannya.


Sementara Rayyan langsung menuju kamar mandi untuk membersihhkan dirinya.


Anna kemudian bergegas membuka pintu, tentu saja setelah mengenakan piyamanya.


"Mih, boleh nggak Nana bobok di sini sama mommy dan daddy...?" tanya Rayna dengan wajah memohon. Tangannya memeluk boneka barbie kesayangannya.


Anna mengerutkan keningnya. Tidak biasanya Rayna ingin tidur dengannya, dan sudah lama mereka tidak tidur bersama apalagi semenjak dia sakit.


"Emm, boleh kok sayang..."


"Yeee..." Rayna senang. Kemudian dia langsung masuk dan naik ke atas tempat tidur. "Daddy mana mih...?" tanyanya setelah tak melihat daddynya di sana.


"Daddynya lagi di kamar mandi sayang. Oh ya tadi gimana jalan-jalannya, seru nggak...?" Anna memulai percakapan sambil menstabilkan detak jantungnya.


"Kan ada mbak Fitri sama om Dio..."


"Tetap aja nggak selu..."


"Ya udah, kalau gitu besok-besok kita jalan-jalan ke mall lagi ya..."


" Benelan yah mi...?" Rayna bersemangat.


"Iya sayang... Sekarang Rayna bobok ya, udah malam soalnya..."

__ADS_1


"Tapi tunggu daddy dulu..."


"Hai sayang..." sapa Rayyan yang baru keluar dari kamar mandi. Rayyan terlihat sangat tampan dengan rambut basahnya.


"Haii daddy..."


"Gimana tadi jalan-jalannya, Rayna senang...?"


Seketika Rayna menggelengkan kepalanya. "Nggak... Soalnya nggak ada daddy dan mommy. Kenapa sih tadi nggak ikut..?"


Rayyan melirik Anna yang ada di depannya "Tadi daddy sama mommy lagi sibuk sayang, makanya nggak bisa pergi..."


"Iya sibuk, sibuk banget.." suntuk Anna dalam hati.


"Ooo gitu..., besok kita jalan-jalan lagi yah dad..."


"Oke sayang. Sekarang Rayna bobok dulu ya. Daddy antar ke kamar ya...?"


"No dad.. Nana mau bobok di sini sama daddy dan mommy..."


"Apa..? Rayna mau bobok di sini..?" Rayyan memastikan.


"Iya..." Anna mengangguk.


Lagi-lagi Rayyan melirik Anna dengan penuh tanda tanya yang di balas Anna dengan mengedikkan bahunya.

__ADS_1


Malam ini akhirnya mereka lalui dengan tidur panjang. Karna Rayna benar-benar tak bisa lepas dari Anna. Dia terus memeluk Anna, sehingga Anna tak bisa lepas darinya sepanjang malam.


__ADS_2