
Saat ini Prasta dan Renata sedang berada di sebuah cafe yang tak jauh dari studio radio DG FM. Mereka sedang menunggu pesanan datang.
" Uumm.. Sorry ya Ren, udah ganggu kamu pagi-pagi, " kata Prasta membuka obrolan sambil menunggu pesanan mereka.
" Ga papa, santai aja Pras. Oh ya, kamu ga ada kuliah ya kalo Sabtu, " kata Renata.
" Kebetulan hari ini ga ada. Kalo kamu ? " tanya Prasta sambil menatap gadis manis dengan rambut yang dikuncir ekor kuda di hadapannya.
" Ga ada juga, tiap Sabtu aku ga ada kuliah untuk semester ini. Eh iya, kata Danish, kamu kerja freelance di EO ya ? Kalo Sabtu gini, ga kerja ? " tanya Renata.
" Iya.. cuma bantu-bantu kakaknya Distha sih.. hehehe.. Hari ini aku ada sedikit kerjaan, nanti siang baru ke kantor. Mau ada event 2 minggu lagi. Mau ikut aku ke kantor nanti siang ? Yaaa.. kalo kamu ga ada acara gitu.. " tutur Prasta, mencoba mengajak Renata.
" Uummm.. boleh juga. Tapi ga sampai malam kan ? " tanya Renata memastikan.
" Ga lah.. paling jam 4 sore udah kelar, " jawab Prasta yakin.
" Ok aku ikut ! Eh tapi bener ga ganggu kan ? " Renata bertanya dan memastikan lagi.
" Hey ! Aku kan udah mengajakmu, jadi yaa aku ga bakal terganggu, Ren, " kata Prasta meyakinkan Renata.
" Ok ! " sahut Renata tersenyum sumringah. Matanya berbinar menerima ajakan Prasta.
Pesanan mereka pun datang dan mereka menikmati makanan dan minuman yang sudah dipesan dengan obrolan santai, sesekali mereka tertawa lepas.
Prasta tak pernah berhenti menatap gadis dengan rambut ekor kuda nya. Gadis manis yang sederhana, selalu ceria dan tak pernah lepas senyumannya, hingga membuatnya teramat nyaman bila bersamanya.
Aku ingin bersamamu
Saat ini dan selamanya
Tanpa kutahu mengapa
Hanya ingin bersamamu
Menjadikanmu yang paling berharga
Di hati dan hidupku, selamanya
******
Di studio radio DG FM, Danisha masih berkutat dengan tugasnya. Kurang 40 menit lagi on air nya berakhir.
Baru saja Danisha memutar lagu Setia dari Jikustik yang di request oleh salah satu pendengar setianya. Ia menyiapkan spot iklan terbaru dari Mas Rendra yang akan diputarnya setelah lagu Jikustik ini.
๐ถ๐ถ๐ถ
Deras hujan yang turun
Mengingatkanku pada dirimu
Aku masih di sini untuk setia
Selang waktu berganti
Aku tak tahu engkau di mana
Tapi aku mencoba untuk setia
Sesaat malam datang
Menjemput kesendirianku
Dan bila pagi datang
Kutahu kau tak di sampingku
Aku masih di sini untuk setia
Selang waktu berganti
Aku tak tahu engkau di mana
Tapi aku mencoba untuk setia
Sesaat malam datang
Menjemput kesendirianku
Dan bila pagi datang
Kutahu kau tak di sampingku
Aku masih di sini untuk setia
Aku masih di sini untuk setia
Aku masih di sini untuk setia
๐ถ๐ถ๐ถ
( Spot Iklan )
( Spot iklan off, fader mic on )
" Masih Alma Danish yang temani kalian di 86,7 DG FM. Tinggal 30 menit lagi yaa waktu kebersamaan kita di hari Sabtu ini. Thank you buat kalian yang selalu setia bareng Alma dan DG FM. Ada yang masih ingin request lagu kesayangan, lagu kenangan atau sekedar curhat, boleh banget.. keep stay tune di sini ya DG Lovers.. buat nambah semangat kalian, yuk kita sedikit nge dance tepatnya bersalsa ria yaa.. cekidot my friends.. Senorita..! "
( Fader mic off perlahan bersamaan dengan fader lagu on )
๐ถ๐ถ๐ถ
I love it when you call me seรฑorita
I wish I could pretend I didn't need ya
But every touch is ooh la la la
It's true, la la la
Ooh, I should be running
Ooh, you keep me coming for ya
Land in Miami
The air was hot from summer rain
Sweat dripping off me
Before I even knew her name, la la la
It felt like ooh la la la
Yeah, no
Sapphire moonlight
We danced for hours in the sand
Tequila sunrise
__ADS_1
Her body fit right in my hands, la la la
It felt like ooh la la la, yeah
I love it when you call me seรฑorita
I wish I could pretend I didn't need ya
But every touch is ooh la la la
It's true, la la la
Ooh, I should be running
Ooh, you know I love it when you call me seรฑorita
I wish it wasn't so damn hard to leave ya
But every touch is ooh la la la
It's true, la la la
Ooh, I shouldโฆ
๐ถ๐ถ๐ถ
Danisha menjauhkan mikrofon dari bibir dan wajah nya. Ia mengambil on air list form kemudian mengisinya dan membubuhkan tanda tangannya di form tersebut sesuai namanya.
Lalu Danisha keluar dari ruang siaran menghampiri Distha yang duduk dengan memainkan handphone nya.
" Uummm.. Distha. Jadi gimana ya, setelah ini kita jadi ke kampus ? "
Distha menengadahkan kepalanya begitu mendengar Danisha memanggil namanya.
" Aku terserah kamu aja, Danish. Tapi perpustakaan tutup jam 2 siang kan ? Apa ga nanggung ? " tanya Distha memberi saran.
" Iya sih.. nanggung banget. Aku juga pengen istirahat di rumah, Dis, " kata Danisha menghela napas sambil duduk bersandar di sofa.
" Iya.. kamu terlihat lelah begitu. Mending kamu pulang aja, istirahat, " tutur Distha dengan senyum khawatir.
" Ya udah, aku tinggal dulu ya, lanjut on air lagi, " kata Danisha sambil beranjak menuju ruang siaran.
Distha menganggukkan kepala nya. Sementara itu, dari ruangan dalam, Kak Ella berjalan dan ikut masuk ke ruang siaran.
" Danish, Saka ga jemput kamu ? " tanya Kak Ella.
" Saka ada kerjaan Kak. Belum selesai editingnya, klien Kak Sandra datang ke kantor siang ini buat memastikan keseluruhan persiapan pernikahannya, " jelas Danisha.
" Kok tiba-tiba Kak Ella nanyain Saka ? " tanya Danisha kemudian.
" Ga papa sih.. kok tumben ga sama Saka gitu, " ujar Kak Ella terkekeh.
Danisha tersenyum lebar, sambil tangannya menekan tombol enter untuk memutar lagu berikutnya yang sudah di request pendengar setianya.
๐ถ๐ถ๐ถ
Here's to the ones that we got
Cheers to the wish you were here, but you're not
'Cause the drinks bring back all the memories
Of everything we've been through
Toast to the ones here today
Toast to the ones that we lost on the way
'Cause the drinks bring back all the memories
And the memories bring back, memories bring back you
When I believed in forever, and everything would stay the same
Now my heart feel like December when somebody say your name
'Cause I can't reach out to call you, but I know I will one day, yeah
Everybody hurts sometimes
Everybody hurts someday, ayy ayy
But everything gon' be alright
Go and raise a glass and say, ayy
Here's to the ones that we got
Cheers to the wish you were here, but you're not
'Cause the drinks bring back all the memories
Of everything we've been through
Toast to the ones here today
Toast to the ones that we lost on the way
'Cause the drinks bring back all the memories
And the memories bring back, memories bring back you
..............
๐ถ๐ถ๐ถ
( Fader lagu off perlahan bersamaan fader mic on )
" Slamat siang DG lovers, masih di 86,7 DG FM.. hari udah semakin siang ya.. dari dalam studio Alma bisa lihat cuaca nya sangat terik di luar sana. Buat kalian yang masih beraktivitas, semoga tetap semangat meskipun cuaca di luar sana sangat terik. Maroon Five dengan satu single berjudul Memories baru saja Alma hadirkan buat Troy yang tadi sudah kirim pesan whatsapp. Baiklah, pesan whatsapp berikutnya dari Rio yang siang ini pengen banget dengerin lagu nya Yovie & Nuno, Tanpa Cinta.
Wow.. Rio..! kenapa sih suka sama lagu ini ? dari liriknya ini lagu buat orang yang desperate gitu yaah hehehe.. anyway.. Rio, silahkan simak Tanpa Cinta dari Yovie & Nuno "
( Fader mic off perlahan bersamaan fader lagu on )
๐ถ๐ถ๐ถ
Aku mencintaimu tanpa syarat
Aku rela menunggu sangat lama
Katamu suatu saat aku pasti
Jadi cintamu, satu cintamu
Aku ingin kau menerima seluruh hatiku
Aku ingin kau mengerti, di jiwaku hanya kamu
Namun bila kau tak bisa menerima aku
__ADS_1
Lebih baik ku hidup tanpa cinta
Haruskah ku bersabar tanpa batas
Aku masih ingat semua janjimu
Namun setelah kamu mengenal dia
Kau berubah, kau tak sama
Aku ingin kau menerima seluruh hatiku
Aku ingin kau mengerti, di jiwaku hanya kamu
Namun bila kau tak bisa menerima aku
Lebih baik ku hidup tanpa cinta
Bodohkah diriku yang teralu setia padamu
Disaat kau tak sungguh sungguh
Mencintai aku (mencintai aku)
Menginginkan aku (menginginkan aku)
Ohh...
๐ถ๐ถ๐ถ
Kak Ella yang masih berada dalam ruang siaran, tersenyum menatap Danisha lalu berkata, " Good job Danish, perform kamu makin bagus so far. Bulan depan kita ada segmen acara baru, aku mau kamu dan Hendra yang pegang. Mas Rendra udah approved. "
" Hah ? Bulan depan berarti Minggu depan donk Kak, hehehe.. segmen acara baru gimana itu ? " tanya Danisha kaget mendengar apa yang dikatakan Kak Ella barusan.
" Setelah siaran, ke ruangan Mas Rendra ya.. " ucap Kak Ella tersenyum lebar keluar dari ruang siaran.
Danisha pun terbengong melihat Kak Ella berlalu meninggalkannya.
*******
Prasta dan Renata baru saja sampai di studio DG FM.
Prasta duduk di sofa di sebelah Distha yang saat itu sedang membalas pesan dari Kak Mitha, kakaknya yang menunggu Prasta di kantornya segera.
Sedangkan Renata, ia masuk ke ruang siaran menemui Danisha.
" Whooaaah yang habis nge date... keknya sukses nih ! " kata Danisha menggoda Renata.
" Apaan sih.. eh tapi emang iya sih.. hahaha.. " sahut Renata tertawa bahagia.
" Uummm.. Danish, setelah ini aku mau ikut Prasta ke kantor EO nya. Kamu juga ikut Prasta kan ? Sama Distha juga ? " kata Renata antusias dan menanyakan balik apakah ia dan Distha juga ikut ke kantor Kak Mitha.
" Keknya aku ga ikut Ren, aku mau langsung pulang aja. Kurang tau kalo Distha, mungkin ia juga pergi ke kantor kakaknya, " jawab Danisha yang sedang membereskan barang-barang nya karena tugasnya sudah berakhir.
Di ruang tamu, Prasta sedang berbicara dengan Distha mengenai Renata yang akan ikut bersama mereka ke kantor Kak Mitha.
Danisha dan Renata keluar dari ruang siaran. Mereka menghampiri Prasta dan Distha di ruang tamu.
Sementara itu, Kak Ella sudah siap di ruang siaran menggantikan Danisha on air.
Kak Ella menyampaikan pesan pada Danisha, kalo ia sudah ditunggu Mas Rendra di ruangannya. Danisha pun pamit kepada teman-temannya untuk menemui Mas Rendra dulu.
" Sorry, aku harus menemui Mas Rendra dulu. Pras, kamu segera aja berangkat, udah ditunggu Kak Mitha pasti. Distha, kamu juga ke kantor Kak Mitha ? Bawa aja motorku Dis, aku bisa naik ojol nanti, " tutur Danisha.
" Kamu ga papa pulang sendiri ? " tanya Distha khawatir.
" I'm Ok, Dis.. " jawab Danisha meyakinkan Distha sambil tersenyum lebar.
" Baiklah, kabari kita kalo kamu sudah sampai di rumah ya.." ujar Distha.
" Ok, sista. "
Kemudian Distha, Prasta dan Renata pun berpamitan, bergegas pergi ke kantor Kak Mitha.
Sedangkan Danisha bergegas ke ruangan Mas Rendra. Ia tak tahu apa sebenarnya yang akan mereka bicarakan.
Sesungguhnya saat ini Danisha merasakan nyeri di kepalanya dan ia sangat ingin segera pulang ke rumah untuk beristirahat. Namun, ia harus menahan keinginan dan rasa nyeri di kepalanya itu, karena sang manager memintanya untuk menghadap dan membicarakan sesuatu.
Danisha sudah berada di depan ruangan Mas Rendra. Pintu ruangan dibiarkan terbuka dan ia melihat Mas Rendra sedang sibuk dengan laptop nya. Dan sepertinya Mas Rendra sudah menyadari kehadiran Danisha di depan ruangannya.
" Hey, masuk donk.. masa berdiri aja disitu, " ujar Mas Rendra, tersenyum manis mengajak Danisha masuk.
Danisha melangkah masuk dan tersenyum pada Mas Rendra memperlihatkan kedua lesung pipinya. Kemudian ia pun duduk di kursi di hadapan Mas Rendra.
" Sibuk ya Mas. Maaf, kata Kak Ella minggu depan kita mau ada segmen acara baru ? " tanya Danisha to the point.
Mas Rendra tersenyum. Ia berdiri, berjalan ke arah pintu dan menutupnya.
" Iya, Kak Ella yang mengusulkan segmen acara ini. Dan Kak Ella mau, kamu dan Hendra yang jadi announcer nya. Seminggu sekali tiap Minggu sore, " jelas Mas Rendra.
" Owh ok.. Uummm.. bisa nanti kita bicarakan lebih detail sekalian sama Kak Ella dan Bang Hendra ya, Mas ? " pinta Danisha, kepalanya terasa semakin berat. Pandangannya mulai sedikit berputar. Ia ingin segera mengakhiri pembicaraannya dengan Mas Rendra.
" Pastinya donk.. besok kita berempat meeting ya.. Ini tadi Hendra tidak bisa datang, ada urusan keluarga katanya, " tutur Mas Rendra sambil membereskan laptopnya.
Mas Rendra duduk tegak di kursinya, kedua lengannya bertumpu pada meja. Ia tersenyum lembut menatap gadis sederhana berlesung pipi yang selalu membuat hangat hatinya.
Danisha sangat gugup dengan tatapan Mas Rendra dan senyuman lembutnya. Ia menunduk dan berusaha mengatur napas nya. Nyeri di kepalanya semakin ia rasakan, badannya pun mulai berkeringat dingin.
Sejenak hening di ruangan itu, keduanya saling diam dengan hati dan pikiran masing-masing.
" Uummm.. Danish. Thank you udah diputar lagunya, " suara Mas Rendra memecah kebisuan mereka.
Danisha menegakkan kepalanya, pandangan matanya tepat menatap mata bening laki-laki berhidung mancung yang duduk di hadapannya. Ia memaksakan untuk balas tersenyum.
" Sama-sama, Mas, " jawab Danisha dengan suara sedikit bergetar.
Mas Rendra menarik napas dalam, dengan pelan ia berkata, " Uummm... sejujurnya lagu itu buat kamu, Danish. Dari aku.. perasaanku padamu.. seperti itu. "
Entah Danisha harus bagaimana mendengar pengakuan Mas Rendra yang baru saja ia dengar. Benar-benar terkejut. Malu, sangat pasti. Senang, mungkin.. Yang jelas jantungnya berdegup kencang, hatinya bergetar indah. Selama ini, ia sangat merasa nyaman dan tenang bila berdekatan dan bersama dengan laki-laki tegap pemilik senyum mempesona ini.
Danisha benar-benar gugup dibuatnya. Ia berusaha mengatur napasnya dan menahan rasa nyeri di kepalanya. Ia tak tahu lagi harus bicara apa.
" Uummm.. Maaf Mas, aku mau pamit sekarang.. " kata Danisha kemudian dengan suara yang parau dan bergetar menahan rasa nyeri di kepalanya.
Mas Rendra seketika berdiri dengan raut wajah sayu penuh penyesalan.
" Danish, maaf. A..aku hanya ingin mengutarakan perasaanku padamu yang entah sejak kapan aku merasakan dan meyakininya. Makin kesini, aku makin yakin dengan hatiku. Aku mau kita bersama Danish. Aku mau kita saling memberi dan menjaga hati. Aku mau kamu menjadi gelap dan terangku, menjadi waktu bagi diri dan hidupku. Aku mau kamu menjadi takdirku.. "
Sementara Mas Rendra terus berkata-kata ungkapan rasa hatinya, Danisha mencoba menenangkan hatinya. Perlahan ia berdiri dari tempat duduknya, namun pandangannya berputar, ia terhuyung dengan memegang kepalanya.
Mas Rendra terkejut dengan apa yang ia lihat. Seketika itu juga ia menangkap tubuh Danisha yang limbung. Raut wajahnya sangat panik.
" Danish, bangun.. Danish, ayolah sayang.. apa yang terjadi denganmu ? Danish, please.. " Mas Rendra menepuk-nepuk pipi Danish, mengguncang tubuh Danisha agar bangun. Tetapi usahanya sia-sia, Danisha tak juga bergeming.
Tbc
**Hellooww LOTA Lovers ๐๐๐๐
Thank you masih setia di sini..
__ADS_1
Stay Safe & Healthy My LOTA Lovers ๐๐ค **