
Danisha menoleh dan menatap Mas Rendra, tersenyum tipis.
" Maaf, Mas Rendra berlebihan deh ! " kata Danisha kemudian.
" Kok berlebihan ? "
" Saka sahabat aku sejak masih SMA, Mas. Masa iya Mas Rendra cemburu sama Saka. Udah ah, aku siaran dulu Mas, " jawab Danisha santai dan berjalan ke ruang siaran.
Mas Rendra akan mengatakan sesuatu tapi diurungkannya. Ia hanya menatap tubuh Danisha berlalu meninggalkannya.
Kak Ella yang baru saja dari pantry, tersenyum melihat Mas Rendra yang masih bengong di tempatnya berdiri.
" Jangan sering melamun, Mas, " Kak Ella menepuk pundak Mas Rendra, membuat sang pemilik pundak sedikit terhenyak dari lamunannya.
" Kak Ella bikin kaget aja. Darimana Kak ? " tanya Mas Rendra.
" Dari pantry, sarapan. Udah sarapan ? " tanya balik Kak Ella
" Tadinya mau sarapan juga, tapi udah ga selera sekarang, " jawab Mas Rendra tersenyum kecut.
Kak Ella terkekeh.
" Keliatan banget kalo lagi jatuh cinta, " kata Kak Ella santai.
" Ke ruanganku yuk Kak, " ajak Mas Rendra, suaranya terdengar gelisah.
Kak Ella sedikit membelalakkan matanya, kemudian raut wajahnya berubah heran menautkan kedua alis cantiknya. Ia pun mengikuti Mas Rendra memasuki ruangannya.
" Meeting dadakan ini ? " tanya Kak Ella benar-benar heran.
Mas Rendra berjalan ke arah pintu dan menutupnya pelan. Ia pun berbalik ke kursi kerjanya. Sebelum ia duduk, ia persilahkan Kak Ella untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.
Mas Rendra memainkan bolpoin yang dipegangnya dan terdiam seolah memikirkan sesuatu
Kak Ella dibuat makin penasaran.
" Mas, boleh tau ada apa ? " tanya Kak Ella mengawali obrolan.
" Uummm.. menurut Kak Ella, hubungan Danisha dan Saka bagaimana ? " tanya Mas Rendra akhirnya membuka suara.
" Huh ?? Kenapa pertanyaan nya begitu ? Keknya semua udah tau kan, mereka berdua bersahabat. Dari awal Danisha diterima sebagai penyiar disini, kalian semua tau kalo dia bersahabat dengan Saka, adik dari sahabat aku. What's else ? " Kak Ella sungguh heran dengan pertanyaan Mas Rendra tersebut.
" Itu kan dulu Kak, sekarang ? " tanya Mas Rendra lagi.
Kak Ella masih mencerna pertanyaan dan sikap Mas Rendra yang dianggapnya aneh ini. Sesaat kemudian, Kak Ella mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda paham apa yang sedang terjadi.
Kak Ella tersenyum jahil.
" Danisha udah membuatmu jatuh hati rupanya, Mas.. hehehe.. Aku paham sekarang, " ujar Kak Ella sambil terkekeh.
" Ah, Kak Ella udah tau lama kan kalo aku menaruh hati sama Danisha, " sahut Mas Rendra.
" Kalo gitu katakan segera pada Danisha perasaan kamu, " saran Kak Ella.
" I did, Kak ! " jawab Mas Rendra singkat dan tegas.
" Really ? Kapan ? Gercep juga kamu, Mas."
" Sewaktu Danisha pingsan disini. Tepatnya sebelum ia pingsan. "
" Jadi maksud pertanyaan Mas Rendra di awal tadi... Owh.. I see.. are you jealous ? " Kak Ella bertanya sambil terkekeh, ia menutup mulutnya supaya tidak terdengar sampai luar ruangan.
" Ish, Kak Ella kok malah tertawain aku sih ? " tanya Mas Rendra sedikit kesal.
" Sorry, jadi gimana, Danisha menerimamu ? " tanya Kak Ella kemudian mencoba meredakan tawanya.
" Entah, dia tidak mengatakan ya dan juga tidak, Kak. Ia ingin memastikan hatinya dan memintaku untuk tak berhenti berdoa meminta petunjuk Allah, " tutur Mas Rendra serius.
" Yaa.. berarti Mas Rendra harus bersabar. Tetaplah terus berdoa, semoga keinginanmu terkabul, Mas. Menurutku, Danisha punya perasaan yang sama denganmu. Dia hanya ingin memastikan hatinya. Ok, tuh bidadarimu udah memulai siarannya, " tutur Kak Ella, yang kemudian bangkit dari duduknya dan beranjak keluar ruangan Mas Rendra.
" Thank you, Kak, " ucap Mas Rendra.
Mas Rendra masih duduk di kursi kerjanya, menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Terdengar suara gadis yang dicintainya sedang mengudara.
Ada rasa perih di hatinya ketika Danisha mengatakan bahwa Saka lah yang mengantarkannya ke studio.
Aku cemburu dengan orang yang lebih dekat denganmu dibanding aku
Aku cemburu dengan orang yang lebih tau tentangmu dibanding aku
Aku memang cemburu pada sahabatmu
*******
Di ruang siaran, Danisha sudah memulai on air.
( Fader lagu off perlahan, fader mic on )
" Assalamualaikum DG lovers, selamat pagi untuk kamu semua.. bahagia banget Alma Danish bisa kembali mengudara di 86,7 DG FM. Selama kurang lebih 2 jam ke depan, Alma temani pagi kalian, apapun aktivitas kalian.
Well, ada yang request lagu yang satu ini ke Alma, Untuk Sahabat dari Audy dan Nindy. Lagu ini Alma persembahkan buat semua sahabat-sahabat tersayang Alma juga yaa.. Cekidot π
( Fader mic off perlahan bersamaan fader lagu on )
πΆπΆπΆ
Biarkan saja kekasihmu pergi
Teruskan saja mimpi yang kau tunda
Kita temukan tempat yang layak sahabatku
Ku percayakan langkah bersamamu
Tak ku ragukan berbagi denganmu
Kita temukan tempat yang layak sahabatku
Kita mencari (cari)
Jati diri
Dengan lautan mimpi
Aku bernyanyi untuk sahabat
Aku berbagi untuk sahabat
Kita bisa jika bersama
Kita berbagi untuk sahabat
Kita bernyanyi untuk sahabat
Kita bisa jika bersama
Tiba waktunya kita untuk berbagi
Untuk saling memberi (ha ha ha)
Aku bernyanyi untuk sahabat
Aku berbagi untuk sahabat
Kita bisa jika bersama
Kita berbagi untuk sahabat
__ADS_1
Kita bernyanyi untuk sahabat
Kita bisa (kita bisa)
Jika bersama
Na na na
Oh oh oh
πΆπΆπΆ
Bang Hendra yang masih berada di dalam ruang siaran, berbisik pada Danisha.
" Aku keluar dulu ya, ga enak ada yang ngawasin tuan putri terus, " bisik Bang Hendra.
" Huh ?? Kenapa sih Bang ? " Danisha ga paham apa maksud bisikan Bang Hendra. Namun saat ia melihat keluar ruangan melalui kaca pembatas, ia baru sadar Mas Rendra sedang memperhatikan dirinya.
Kemudian Danisha tersenyum pada laki-laki manager nya itu dan dibalas dengan hal yang sama oleh laki-laki tegap itu.
Please Mas, jangan menatapku seperti itu. Aku semakin tak bisa menahan perasaanku padamu, batin Danisha.
Dari dalam ruang siaran, Danisha melihat Bang Hendra dan Mas Rendra sedang berbincang dan sesekali mereka mengalihkan pandangan ke arahnya. Tak paham apa yang sedang mereka bicarakan.
Lagu yang diputar Danisha akan berakhir, ia pun menyiapkan lagu yang akan diputar berikutnya.
πΆπΆπΆ
Terakhir
Kutatap mata indahmu
Di bawah bintang-bintang
Terbelah hatiku
Antara cinta dan rahasia
Kucinta padamu
Namun kau milik sahabatku
Dilema hatiku
Andai 'ku bisa
Berkata sejujurnya
Jangan kau pilih dia
Yang mampu mencintamu
Lebih dari dia
Bukan kuingin merebutmu
Dari sahabatku
Namun kau tahu
Cinta tak bisa
Tak bisa kau salahkan
Kucinta padamu
Namun kau milik sahabatku
Dilema hatiku
Andai 'ku bisa
Berkata sejujurnya
Jangan kau pilih dia
Yang mampu mencintamu
Lebih dari dia
Bukan kuingin merebutmu
Dari sahabatku
Namun kau tahuβ¦
πΆπΆπΆ
( Spot Iklan )
( Fader iklan off, fader mic on )
" Yura Yunita dan Glenn Fredly baru saja hadir melantunkan Cinta dan Rahasia untuk kalian para DG lovers. Pagi menjelang siang buat kalian yang baru saja stay tune di 86,7 DG FM.
Semangat pagi yaa.. Jangan rusak pagimu dengan mengeluh, karena pagi adalah awal yang baik untuk memulai keseharianmu dengan semangat yang penuh.. "
( Fader mic off perlahan bersamaan dengan fader lagu on )
πΆπΆπΆ
I found a love for me
Darling, just dive right in
And follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
I never knew you were the someone waiting for me
'Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
Darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes, you're holding mine
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Barefoot on the grass, we're listenin' to our favorite song
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Well, I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
I found a love, to carry more than just my secrets
To carry love,β¦
πΆπΆπΆ
__ADS_1
Sementara lagu Ed Sheeran diputar, Danisha keluar ruang siaran untuk mengambil air minum di pantry. Dilihatnya Bang Hendra sedang berbicara dengan Kak Ella di ruang tengah. Mereka tersenyum ketika melihat Danisha dan membuat Danisha pun menghentikan langkahnya, ia urungkan ke pantry.
Kak Ella pun langsung berkata, " Danish, nanti meeting sebentar ya selepas siaran. "
" Meeting mengenai apa Kak ? " tanya Danisha ingin tahu.
" Soal segmen acara baru kita, " sahut Bang Hendra.
" Owh iya.. aku baru ingat, harusnya kemarin kita meeting ya.. " ujar Danisha yang baru ingat bahwa mereka seharusnya membahas acara baru itu kemarin, namun kemarin dirinya off jadi ditunda.
" Nah.. ! " singkat Bang Hendra berkata sambil tangannya menunjuk ke arah Danisha, tersenyum simpul.
" Di ruang meeting ? " tanya Danisha.
" Maunya di ruang Mas Rendra ? " bisik Bang Hendra pada Danisha, menggodanya.
Kak Ella yang mendengar nya pun tertawa.
" Ish, apaan sih Bang.. Danish kan nanya beneran.." tukas Danisha sebal dengan bibir manyun.
" Hey..! kok marah ?! " ledek Bang Hendra sambil tertawa melihat tingkah Danisha.
Danisha bergegas ke pantry untuk mengisi air minum di tumbler yang selalu ia bawa dari rumah, masih dengan bibir manyunnya. Bang Hendra dan Kak Ella masih juga tertawa setelah menggoda Danisha.
******
Seusai siaran, Danisha langsung menemui Kak Ella yang berada di ruangan penyiar. Namun sebelumnya, ia serah terima tugas dengan Yogi yang akan melanjutkan siaran pada jam selanjutnya.
Di ruangan penyiar, Kak Ella dan Bang Hendra sudah menunggunya. Saat Danisha akan duduk di sofa ruangan itu, ponsel nya berbunyi. Panggilan telepon dari Saka. Ia pun meminta ijin Kak Ella untuk menerima panggilan teleponnya, Kak Ella pun mengangguk.
Danisha keluar ruangan untuk menerima panggilan telepon Saka.
" Assalamualaikum.. " sapa Danisha
" Waalaikumsalam.. Danish, udah selesai siaran ? "
" Siaran udah selesai sih.. tapi aku ada meeting sama Kak Ella dan Bang Hendra. "
" Danish, kamu masih belum sehat benar. Apa tidak bisa kamu ijin ga usah ikut meeting ? "
" Ish, ya ga bisa lah Ka.. ini meeting soal acara baru DG FM. Aku harus ikut karena announcer nya aku dan Bang Hendra. "
" Baiklah, tapi kamu jangan lupa makan ya.. croissant nya udah dimakan belum ? "
" Iyaaa siap bawel ! Ok, nanti aku kabari kalo udah kelar semua ya.. assalamualaikum.. " Danisha mengakhiri panggilan telepon dari Saka.
Diam-diam di sudut ruang tengah tak jauh dari tempat Danisha berdiri, Mas Rendra sedang memperhatikannya. Mas Rendra pun menghampiri Danisha begitu gadis itu mengakhiri percakapannya via ponsel.
" Hai sayang, udah makan ? " tanya Mas Rendra pada gadis yang dicintainya itu.
" Hai, Mas. Iya nanti saja, uummm.. mau bicara sama Kak Ella dan Bang Hendra dulu, " jawab Danisha dengan senyuman yang selalu saja mempertontonkan lesung pipinya.
" Kak Ella, Hendra.. ayo ke ruang meeting, kita mulai aja. Keburu siang, " ajak Mas Rendra.
Kak Ella dan Bang Hendra pun bangkit dari duduknya dan beranjak ke ruang meeting. Danisha masih terdiam di tempatnya, ia sedikit bingung. Jadi, meeting nya sama Mas Rendra juga ? gumamnya dalam hati.
" Hey.. Danish sayang, kok malah bengong.. " Mas Rendra memanggil Danisha dan langsung menggamit tangan gadis yang selalu membuatnya rindu itu.
Seketika Danisha tersadar dari lamunannya, ia pun berjalan mengikuti Mas Rendra yang menggandeng tangannya.
Kenapa dengan hatiku ? Ya Allah, aku tak bisa bila terus begini.. batin Danisha melihat tangan Mas Rendra menggenggam tangannya. Hati Danisha bergemuruh, ia merasakan begitu hangat genggaman tangan Mas Rendra.
Kak Ella dan Bang Hendra tersenyum melihat sikap Mas Rendra pada Danisha ketika sampai di ruang meeting. Mas Rendra mengarahkan Danisha untuk duduk di sampingnya tanpa melepas genggaman tangannya. Sementara Kak Ella dan Bang Hendra duduk di hadapan mereka berdua.
" So, langsung aja.. hari Minggu kita start ya.. gimana narasumber, Kak ? " tanya Mas Rendra pada Kak Ella.
" Aku belum siapin narasumbernya sih.. Makanya ini mau aku bahas sama yang pegang acaranya. Karena acara nya bertajuk Yang Muda Yang Bertalenta, yaa paling tidak narasumber nya orang-orang muda yang punya talenta, lebih bagus lagi yang berprestasi. Uummm.. gimana Hendra dan Danish ? " tutur Kak Ella.
" Maksudnya, di acara ini kita bahas orang-orang yang berprestasi terutama anak-anak muda, begitu kah ? " tanya Bang Hendra.
" Kurang lebih begitu, Hendra. Sebenarnya ga berprestasi ga masalah, cukup punya talenta yang bisa membuat perubahan positif, it's ok sih.. " jelas Kak Ella.
" Gimana, Danish ? " tanya Kak Ella.
Danisha menarik napas singkat dan berkata, " Paham Kak Ella, hanya saja untuk hari Minggu besok, kita akan bahas topik apa dan mengenai talenta apa ? " ada nada kegugupan pada suaranya.
Mata Danisha melirik ke samping kanan kursi tempatnya duduk. Tangan kanan Danisha masih digenggam Mas Rendra bertumpu pada pegangan kursi, untung terhalang oleh meja sehingga Kak Ella dan Bang Hendra tak melihatnya.
Danisha berusaha menata hatinya yang bergemuruh hebat. Sungguh ia tak kuasa menerima perlakuan dari Mas Rendra, lelaki yang sudah menyatakan cintanya. Lelaki yang perlahan menempati ruang hatinya. Lelaki yang perlahan telah hadir dalam mimpinya beberapa malam ini. Lelaki yang perlahan mulai ia yakini sebagai takdirnya.
" Danish, pasti ada donk teman kampus kamu yang punya prestasi atau punya talenta tertentu ? " tanya Kak Ella yang seketika membuyarkan lamunannya.
" Eh, uummm... ada sih Kak, beberapa. Besok coba aku hubungi mereka ya.. semoga mau menjadi narasumber kita, " jawab Danisha.
" Ok, good lah ! Hen, tolong kamu juga hunting ya.. biar kita bisa membuat list dan schedule topik dan narasumbernya untuk setiap on air. "
" Siap Kak, " jawab Bang Hendra singkat dan jelas.
" Baiklah, fix ya.. hari Minggu jam 4 sore, Yang Muda Yang Bertalenta, Hendra dan Danisha, aku harapkan bisa memberikan yang terbaik di acara baru kita ini. Tolong prepare semuanya dengan baik. Ok, aku rasa cukup, " kata Mas Rendra mengakhiri pembahasan meeting.
Perlahan Danisha mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Mas Rendra. Namun, dengan lembut Mas Rendra menahannya. Hati Danisha berdesir, ia ingin sekali menarik tangannya tapi ia tak kuasa. Ia tak mampu menolaknya, justru ia membalas genggaman tangan lelaki yang sudah membuat hatinya porak poranda itu.
Kak Ella dan Bang Hendra pun beranjak dan bergegas keluar ruang meeting. Namun, Mas Rendra berkata yang membuat mereka menghentikan langkahnya.
"Kak Ella, Hendra, aku tadi pesan makanan via online. Kalo nanti udah datang, minta tolong kasih tau ya.. " kata Mas Rendra meminta tolong pada Kak Ella dan Bang Hendra.
Serempak, Kak Ella dan Bang Hendra menjawab, " OK, Boss ! " kemudian mereka berlalu dari ruangan itu.
Mas Rendra pun terkekeh. Ia mengalihkan pandangannya pada gadis yang masih duduk manis di sampingnya.
" Sudah, Mas ? " tanya Danisha gugup.
" Terima kasih, " ucap Mas Rendra singkat.
" Untuk ? " tanya Danisha lagi.
" Sudah menenangkan hatiku yang cemburu dengan genggaman tanganmu. Aku semakin mencintaimu, Danish. Every second, every minute, every day.." lembut Mas Rendra berkata pada Danisha dengan tatapan penuh cinta.
Danisha benar-benar dibuat terpesona dengan segala sikap dan perlakuan Mas Rendra. Ia tersipu malu, pipinya pun merona.
" Pulang aku antar, setelah makan siang tentunya, " ucapnya kemudian.
Lagi, Danisha tak bisa menolak. Ia tersenyum dan menganggukkan kepala tanda menyetujui.
******
Saka yang masih berada di kampus bersama Prasta dan Distha mencoba menghubungi ponsel Danisha, untuk yang ke empat kalinya masih tak ada respon.
" Ck, masa meeting sampai 1 jam lebih sih, " gerutu Saka.
" Mungkin juga Ka, sabar lah.. " ujar Distha.
" Renata siaran sore, sekarang dia masih kuliah. Percuma juga aku tanya dia, " timpal Prasta.
" Ah, sudahlah.. aku ke toilet dulu ya.. " Saka berlalu pergi dari kantin dengan kesal.
Distha menggelengkan kepala melihat sikap Saka.
" Saka makin hari keliatan banget posesif nya sama Danish ya Pras, " kata Distha ketika Saka telah meninggalkan kantin.
" Namanya juga cinta Distha.. " ujar Prasta. Sebenarnya ia ingin mengatakan sesuatu pada Distha mengenai apa yang didengarnya dari Renata, tetapi ia urungkan. Biarlah mereka mengetahui nya sendiri.
Ia sendiri bingung, harus bagaimana. Ia tak tahu bagaimana jika nanti Saka benar-benar mengetahui hal yang sebenarnya.
Tbc
**Hellooww LOTA Lovers ππ
__ADS_1
Alhamdulillah bisa up lagi.. thank you masih setia dan tetap stay tune di lapak LOTA ππ
Keep stay safe & healthy for you All πππ€π€**