Love On The Air

Love On The Air
Eps 30 Tak Mungkin Melupakanmu


__ADS_3

Mengenalmu dan menyayangimu adalah kebahagiaanku


Mana mungkin aku bisa melupakanmu


Itu hal yang tak kan mungkin bisa aku lakukan


Masih jam 8 pagi, Saka telah sampai di alun-alun kota Malang. Setelah memarkirkan mobilnya, Saka keluar dan hendak menyeberang, namun ia berhenti sebentar dan mengambil kameranya lalu membidik obyek yang ada di hadapannya.



Saka tersenyum senang. Ia pun menyeberang menuju alun-alun kota yang lumayan ramai pengunjungnya. Di tempat itu, Saka melihat banyak dari pengunjung yang jogging. Adapula yang sekedar duduk-duduk menikmati pagi di hari Sabtu dengan bercengkerama dan menikmati makanan ringan ataupun street food yang dijual oleh beberapa pedagang kaki lima di tempat itu.


Saka berjalan berkeliling dengan mata yang tak lepas memandangi sekitar. Ia sudah lama tidak hunting foto di alam bebas, terutama foto-foto bertema human interest.


Saka menelusuri kawasan pusat kota Malang ini. Di sebelah barat alun-alun terdapat Masjid Agung Jami'. Masjid ini merupakan salah satu bangunan tua di kota ini.


Dari jendela bidik kameranya, Saka berdecak kagum melihat megah dan eksotisnya bangunan masjid itu.


.



Saka beristirahat sebentar di depan masjid besar itu. Cuaca cukup cerah dan sinar matahari sudah menampakkan teriknya. Saka merasa haus, dilihatnya ada kios pedagang rokok dan air mineral. Ia pun berjalan ke tempat itu dan membeli air mineral dingin untuk mengusir hausnya.


*******


Saat ini Saka berada di dalam mobilnya. Ia menghidupkan mesin mobilnya, menyalakan AC mobil untuk mengusir panas dan gerah yang menjalar tubuhnya seusai berjalan-jalan mengitari kawasan alun-alun Malang dan sekitarnya.


Tak lupa ia menyalakan radio di mobilnya. Tiba-tiba ia merasa kangen mendengar suara Danisha siaran di radio.


Apakah Danish sudah pulang dari rumah sakit dan kembali siaran ? tanyanya dalam hati.


Saka mengutak-atik gelombang radio mencari Radio DG FM, barangkali saja transmisi siarannya bisa didengar di kota Malang.


Ah tak bisa kutemukan gelombang radionya, gumamnya. Akhirnya, Saka memutar musik dari USB nya. Masih saja ia mengingat Danisha, gadis kesayangannya. Sahabat dan juga gadis yang memenuhi segenap relung hatinya. Kemudian ia membuka ponselnya, terdapat pesan baru dari gadis yang saat ini sedang diingatnya. Ia tersenyum membaca pesan dari Danisha. Ada perasaan lega dan bahagia, gadis itu menyukai foto lampion yang dikirimnya.


Aku takkan mungkin bisa melupakanmu, Danish. Tak akan kulakukan itu, walau kita tak lagi bersama. Walaupun mungkin kamu ingin aku melupakanmu. Saka bergumam sendiri di dalam mobilnya.


Sejenak ia terdiam. Tiba-tiba ia ingin melanjutkan perjalanannya ke gunung Bromo. Sudah lama sekali ia tak mengunjungi tempat itu. Terakhir kali ia ke sana untuk keperluan foto pre wedding salah satu klien Kak Sandra, bersama Prasta, Fian dan Indra.


Ok, Bromo.. I'm coming.. gumamnya dengan penuh semangat.


******


Setelah berdiskusi dengan Dokter Andra dan Dokter Aldi, Dokter Ahli Bedah Syaraf di rumah sakit tersebut, akhirnya mereka mengijinkan Danisha untuk berobat rawat jalan. Namun tetap dianjurkan untuk melakukan tes dan pemeriksaan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.


Danisha pun menyetujui semua saran dan instruksi dari dokter. Ia mengatakan bersedia untuk melakukan tes dan pemeriksaan tetapi tidak sekarang.


Dan siang ini, Danisha akan pulang ke rumah. Bunda membereskan segala sesuatunya untuk keperluan pulang ke rumah. Sementara Ayah akan mengurus keperluan administrasi selama Danisha dirawat.


Ketika Ayah akan beranjak pergi ke bagian administrasi rumah sakit, Mas Rendra mencegahnya.


" Sudah Ayah, biar saya yang mengurusnya, " kata Mas Rendra tiba-tiba.


" Eh Nak Rendra. Jangan begitu, Danisha tanggung jawab Ayah dan kami tidak mau merepotkan Nak Rendra terus menerus, " ujar Ayah merasa tidak enak dengan perkataan Mas Rendra.


" Ga papa Ayah, saya benar-benar tidak merasa repot kok. Danisha pingsan pada saat di kantor, sudah sewajarnya saya sebagai atasan bertanggung jawab mengenai hal ini, " tutur Mas Rendra.


" Mas, tolong kali ini biar semua diurus Ayah ya.. Bukan kami tidak menghargai Mas Rendra, tapi Mas Rendra udah banyak membantuku. Aku ga mau merepotkan Mas Rendra lagi. Please ya Mas.. " celetuk Danisha dengan raut wajah memohon.


" Udah aku bilang, aku ga merasa direpotkan. Tolonglah, kamu pingsan di area kerja sayang.. itu tanggung jawabku sebagai atasan kamu. Tunggu sebentar ya.. " ujar Mas Rendra bergegas keluar kamar.


" Mas Rendra..! " seru Danisha memanggil Mas Rendra.


" Kenapa sih dia selalu begitu ! " kesal Danisha.


" Ayah akan menyusulnya, " sahut Ayah, bergegas menyusul Mas Rendra.


" Udah sayang, kamu ga usah khawatir. Mungkin dia begitu karena rasa tanggung jawab dan sayang nya sama kamu, " ujar Bunda sambil mengusap kepala putri sulungnya.


" Iya Bun, tapi ga begitu juga kali.. Danish ga enak Bun.." tukas Danisha memasang wajah cemberut.


Bunda tersenyum melihat sikap putrinya.


" Danish mencintai Mas Rendra ? " tanya Bunda serius.


Danisha menatap sang Bunda seraya mengangguk.


" Mencintainya karena dia udah menolong Danish ? " tanya Bunda lagi.


" Kenapa Bunda nanya begitu ? " Danisha sedikit heran dengan pertanyaan sang Bunda.


Bunda menghela napasnya dan tersenyum.


" Jika Danish mencintainya karena dia menolong Danish, itu bukan cinta, sayang.." jawab Bunda.


" Bunda, Danish mencintainya bukan karena dia menolong Danish. Perasaan itu ada untuk Mas Rendra sebelum Danish jatuh pingsan, Bun. Mas Rendra hadir dalam mimpi Danish setelah Danish berdoa di sepertiga malam, " tutur Danisha.


Bunda pun tersenyum mendengar penuturan putrinya. Ia mengusap punggung sang putri.


" Putri Bunda udah dewasa sekarang. Kalo begitu, teruslah berdoa di setiap sepertiga malammu agar Allah semakin merekatkan cinta kalian, " kata Bunda seraya mengusap lembut pipi sang putri.


" Iya Bundaa.." Danisha memeluk sang Bunda dengan manja.


Bunda tersenyum sumringah. Seperti baru kemarin melihat putrinya masih belajar berjalan, namun tiba-tiba sekarang putrinya sudah bisa merasakan cinta pada lawan jenisnya.


Danisha masih betah bermanja dalam pelukan Bunda ketika pintu kamar terbuka dan masuklah Ayah dan Mas Rendra. Ia masih tak menyadari kehadiran mereka.


Mas Rendra tersenyum melihat Danisha berada dalam pelukan Bunda nya. Manja sekali dia, batin Mas Rendra.


" Wah putri Ayah lagi manja sama Bunda yaa.." celetuk Ayah dengan kekehannya.


Seketika Danisha melerai pelukannya dan tersipu malu melihat kehadiran Ayah dan laki-laki penghuni relung hatinya.


" Malu tuh sama Nak Rendra, " goda Bunda.


" Ish.. emang ga boleh ya manja sama Bunda sendiri, " Danisha berkilah.


" Gimana Yah ? udah beres administrasinya ? " tanya Bunda pada Ayah.


" Udah kok, beres. Bukan begitu Nak Rendra ? " jawab Ayah

__ADS_1


" Udah beres, Bunda. Ga ada masalah.. Oh ya, ini barang-barang yang mau dibawa pulang udah siap ya ? " tanya Mas Rendra menunjuk beberapa tas berisi pakaian dan beberapa barang milik Danisha yang akan dibawa pulang.


" Iya Nak, udah siap kok. Perawatnya mana ya.. kok belum datang buat mencabut infus di tangan Danisha, " ujar Bunda.


" Mungkin sebentar lagi Bun, " sahut Ayah.


Mas Rendra mendekati Danisha.


" Benar ya, kamu ga papa dan udah sehat ? Jangan ke studio dulu sampai kondisimu benar-benar sehat, " kata Mas Rendra khawatir.


" Tapi besok kan mau launching program baru sama Bang Hendra, Mas.." jawab Danisha mengingatkan Mas Rendra akan program baru yang akan launching hari Minggu sore.


" Hey.. ga usah dipikirin itu. Udah kita atur semuanya buat besok, sayang.. untuk sementara Kak Ella dan Hendra yang akan on air. Mereka ga keberatan dan narasumber pun udah ready kok. Kamu harus istirahat sampai kondisimu benar-benar pulih dan sehat, ok ya sayang..? " jelas Mas Rendra seraya menggenggam tangan Danisha dan menatap wajah sendu kekasih hatinya


Danisha menatap Mas Rendra yang duduk di tepi ranjang dengan wajah sendunya. Mereka saling bersitatap, ingin sekali Danisha mengatakan bahwa dirinya beruntung dicintai laki-laki rupawan penuh pesona yang telah menjadi kekasihnya beberapa hari ini. Namun, bibirnya kelu tak bisa berkata-kata. Ia hanya menatap wajah sayu laki-laki yang dicintainya itu dengan senyum bahagia.


Aku bahagia bertemu dirimu


Bertemu dalam tiap bait doa di sepertiga malam kita


Aku bahagia dicintaimu


Dicintai lelaki yang selalu menyebut namaku di setiap bait doa nya


Dan aku bahagia mencintaimu


Mencintai lelaki yang selalu kusebut namanya dalam setiap bait doa ku


*******


Saka baru selesai menikmati street food di alun-alun kota Malang. Ini mengingatkannya pada sahabat-sahabatnya, Danisha, Distha dan Prasta. Mereka suka sekali dengan jajanan seperti sempol, telur gulung, sosis bakar dan jajanan lainnya. Saka tersenyum sendiri mengingat kebersamaan mereka.


Karena hari sudah beranjak siang, Saka segera bersiap untuk melanjutkan perjalanannya sesuai rencana yang telah ia rancang pagi tadi, ke Bromo !


Ia pun menutup pintu mobilnya bersiap melajukannya menuju tempat wisata alam dan pegunungan Bromo yang sangat terkenal di Jawa Timur selain gunung Semeru.


🎢🎢


So lately, been wondering


Who will be there to take my place


When I'm gone you'll need love to light the shadows on your face


If a great wave shall fall and fall upon us all


Then between the sand and stone, could you make it on your own


If I could, then I would


I'll go wherever you will go


Way up high or down low, I'll go wherever you will go


And maybe, I'll find out


A way to make it back someday


If a great wave shall fall and fall upon us all


Then I hope there's someone out there who can bring me back to you


If I could, then I would


I'll go wherever you will go


Way up high or down low, I'll go wherever you will go


Run away with my heart


Run away with my hope


Run away with my love


I know now, just quite how


My life and love might still go on


In your heart, in your mind, I'll stay with you for all of time


🎢🎢


Saka bersenandung di dalam mobilnya yang memutar lagu The Calling, Wherever You Will Go sambil menikmati perjalanannya sendiri.


Drrtt.. Drrtt..


Ponsel Saka berdering tanda panggilan masuk. Mama ! Ah ia lupa lagi menelpon The Super Woman dalam hidupnya itu. Ia mengecilkan volume audio mobilnya dan menjawab panggilan sang Mama menggunakan headset bluetooth nya.


" Assalamualaikum Mama sayang.." salam Saka sedikit merayu, ia menahan tawanya.


" Waalaikumsalam anak bandel ! Kamu tuh ya, bohong terus sama Mama. Katanya mau selalu menelpon Mama, tapi mana..? jangan bilang lupa atau ga sempat, lagu lama ! " omel Bu Dinda di seberang sana.


Saka menahan tawanya mendengar sang Mama mengomel.


" Saka.. ! " seru Bu Dinda karena tak ada respon dari Saka.


" Iya Ma, Saka dengerin kok. "


" Ish nih anak ! Kamu dimana ? " ucapan Bu Dinda terdengar kesal


" Mama sayang.. jangan suka marah-marah donk.. entar keriputnya nambah lho ! " goda Saka dengan kekehannya.


" Tuh mulai kan.. ditanya orang tua malah godain orang tua. Kamu dimana sekarang ? "


" Uummm.. lagi di jalan Pasuruan - Probolinggo. Arah Bromo. "


Masih terkekeh, Saka menjawab pertanyaan Bu Dinda.


" Astaghfirullah, anakku... ! Kamu jangan berbuat aneh-aneh lho ya.. ! "


" Hah ?! apaan sih Mama ! Emang Saka mau aneh-aneh gimana coba ! Saka cuma mau ke Bromo Ma.. pengen motret doank ga ada lainnya. Udah ah, Saka lagi nyetir nih ! "

__ADS_1


Saka memutar bola matanya dan menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Mama nya. Ada sedikit rasa kesal namun ia paham akan kekhawatiran orang tuanya.


" Ya udah, selalu hati-hati. Kabari Mama lagi, awas kalo lupa ! Mama tutup ya telponnya. Assalamualaikum.."


" Ok Mama sayang.. love you.. waalaikumsalam, " salam Saka menutup percakapan dengan sang Mama.


Ah Mama.. maafkan Saka ya Ma.. Saka janji sepulang dari perjalanan ini, Saka akan cerita sama Mama, gumamnya.


Tak terasa perjalanan Saka sudah hampir sampai. Ia sudah sampai di kecamatan Tosari. Ia mencari masjid untuk sholat Dhuhur dan rehat sejenak.


******


Saka tiba di pintu gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di sini ada pengecekan jumlah pengunjung dan pembayaran tiket masuk.


Setelah mendapatkan tiket masuk, mobil Saka melaju pelan menuju tempat parkir. Selanjutnya ia akan menyewa kendaraan Jeep untuk membawanya berkeliling Bromo dan sekitarnya.


Saka mempersiapkan kamera serta segala keperluan memotretnya. Ia meraih botol air mineral dan meneguknya untuk meredakan hausnya. Sebelum keluar dari mobil, ia menge-check ponselnya. Ada panggilan telepon dari Distha dan Prasta. Ia menghela napas panjang lalu menekan tombol telepon untuk menelpon Prasta.


" Hallo brader ! "


" Hallo, kamu dimana Ka ? "


" Kenapa, Pras ? "


" Kamu udah di rumah ? Kalo kamu udah di rumah, mau kita ajak jenguk Danish di rumahnya entar sore. "


Prasta mengajak Saka untuk menjenguk Danisha di rumahnya. Dahi Saka berkerut, berarti Danish udah pulang ke rumah, gumamnya.


" Sorry, aku masih di luar kota, Pras. Aku kabari kalo aku udah di rumah. Danish udah pulang dari rumah sakit ? "


Saka memberikan alasan jika ia masih berada di luar kota, jadi belum bisa menjenguk Danisha.


" Iya, Ka. Baiklah, cepat kabari kami kalo kamu udah balik dari luar kota. See you.."


" See you Bro.."


Saka memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya setelah panggilan telepon dengan Prasta berakhir.


******


Saka tersenyum takjub memandang hamparan padang rumput yang luas berupa bukit-bukit menyerupai bukit rumput Teletubbies dalam acara televisi anak-anak.


Ya.. Saka sedang menyaksikan pesona keindahan bukit Savana Bromo yang letaknya di sebelah selatan gunung Bromo, di kelilingi tebing-tebing menjulang tinggi dan beberapa pegunungan kecil.


Padang Rumput Savana Bromo di sebutΒ juga dengan nama Lembah Jemplang oleh masyarakat Suku Tengger atau masyarakat asli setempat.



Saka membidik pemandangan di hadapannya dengan antusias. Kembali ia teringat Danisha. Seandainya bisa, aku ingin membawamu kemari dan mengabadikan dirimu dalam bingkai pemandangan yang mempesona ini. Ia bergumam seraya mengabadikan obyek di hadapannya, seekor kuda yang tengah beristirahat memakan rerumputan.



Kembali Saka tersenyum puas dengan pemandangan yang dilihatnya. Ia puas dengan hasil jepretannya.


Hari semakin sore. Dengan Jeep yang disewanya beserta dengan sang sopir, mereka pun beranjak dari padang rumput hijau itu. Raungan Jeep off-road menderu menuju ke Penanjakan view melalui lautan pasir gunung Bathok yang berdekatan dengan gunung Bromo dan Semeru. Saka meminta sang sopir untuk berhenti sebentar, ia ingin mengabadikan gunung Bathok yang terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.


Saka menghela napas panjang dan tersenyum senang dengan perjalanannya kali ini.



Hawa dingin mulai menyeruak dan kabut pun sudah mulai nampak menebal.


Jeep off-road 4x4 yang membawa Saka pun kembali menderu bergerak menuju ke bukit Penanjakan, tempat yang pas untuk menyaksikan pemandangan gunung Bromo, gunung Bathok dan gunung Semeru. Yang lebih utama, bukit Penanjakan adalah tempat menyaksikan sunrise dengan view yang tepat.


Kali ini Saka ingin memotret ketiga gunung yang berdekatan itu dari bukit Penanjakan. Semoga hasilnya memuaskan, gumamnya.




Saka membuka layar display kameranya dan melihat semua hasil jepretannya. Raut bahagia dan senyuman sumringah terlihat jelas di wajahnya. Ia duduk di sebuah batu besar di bukit Penanjakan. Memandang intens keseluruhan pemandangan menakjubkan yang terhampar di hadapannya. Senyuman bahagia tersungging di bibirnya.


Ia terdiam dan merenung tentang dirinya dan hidupnya.


Apalagi yang aku cari ?


Nikmat mana yang belum aku rasakan ?


Bersyukurku padamu Ya Allah


Aku telah merasakan semua nikmat yang telah Engkau berikan


Orang tua dan saudara yang sangat hebat serta penuh cinta kasih


Sahabat yang peduli, penuh perhatian dan kasih sayang


Hidupku yang benar-benar sempurna tak ada cela


Aku memohon padaMu Ya Allah.. tetapkan dan kuatkanlah imanku, jagalah selalu hatiku untuk selalu mengingatMu dan berada di jalanMu


Dan jadikanlah aku manusia yang bermanfaat bagi orang lain


Aamiin...


Tbc


**Hellooww LOTA Lovers πŸ’žπŸ’ž


Happy to see you all again on this LOTA story πŸ€—


Smoga tidak bosan dengan ceritanya


Author ingin menampilkan sisi lain dari Saka yang hobi fotografi, yang suka travelling juga.. ini pasti otomatis deh.. hobi fotografi pasti demen yang namanya travelling, ya ga sih ?πŸ˜‚


Tapi tetap, Saka ga bisa melupakan Danisha. Selalu ada Danisha di relung hatinya hahaayy...πŸ’žπŸ˜‰


Special thanks to my young brother 'Black Filosofi' & my best friend Mamuk Ismuntoro for the photos, all are beautiful pictures πŸ€—πŸ˜


Many thanks n much love for you all my LOTA Lovers πŸ˜˜πŸ’ž


Stay safe n healthy πŸ€—πŸ˜˜πŸ’ž**

__ADS_1


__ADS_2