
Renata menghampiri Prasta yang memasang wajah bingung. Prasta menghela napas kasar dan mengangkat bahunya.
Lalu Renata mendekati Prasta sambil tersenyum dan tanpa berkata, ia memberikan isyarat pada Prasta dengan kepala menoleh ke kamar Danisha.
Prasta pun perlahan mendekati kamar Danisha dirawat. Dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka, ia dapat melihat Danisha dan Mas Rendra yang saling menggenggam tangan.
Prasta mengusap wajahnya dan menghela napas kasar. Owh.. ini rupanya yang membuat sikap Saka tadi aneh, batin Prasta.
" Akhirnya Saka udah tahu yang sebenarnya, " bisik Renata pada Prasta.
" Iya, sebentar aku akan menelponnya. Kamu masuk aja dulu ya, " kata Prasta sedikit berbisik sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celana.
" Baiklah, " ucap Renata.
Prasta mencoba menghubungi Saka, namun tak ada respon. Panggilan teleponnya tak dijawab oleh Saka.
Ayolah, Ka.. tolong angkat dan jawab teleponku.. aku tau kamu pasti kecewa dan marah pada mereka, gumam Prasta.
Sudah 3 kali Prasta mencoba menelpon Saka tapi tak ada respon juga. Ia pun memutuskan untuk menemui Saka nanti usai menjenguk Danisha.
Renata yang sudah berada di dalam, menyapa Mas Rendra dan Danisha sambil menggoda keduanya.
" Hai, Mas Rendra.. Danish.. kamu suka banget sih pingsan begitu, " Renata menyapa keduanya dan meledek Danisha.
" Ish, apaan sih Ren.. kamu pikir aku akting gitu.. " ujar Danisha cemberut.
" Mas, kok bisa sih Danisha pingsan gitu. Mas Rendra sih, terlalu kenceng dan gercep nembaknya.. sampai dia shock gitu, " goda Renata lagi.
Danisha makin cemberut dan mencubit lengan Renata hingga Renata mengaduh.
" Auuww..! Sakit Danish ! Ish, kok nyubit sih.." kesah Renata.
" Habisnya mulut kamu ga bisa direm ih kalo ngomong, " sahut Danisha.
Mas Rendra hanya terkekeh melihat Danisha yang digoda Renata.
" Eh Mas, kok malah ketawa sih. Bela in kek, malah ketawa lagi.. " kesal Danisha dengan bibir manyun.
" Lucu liat muka kamu yang cemberut dan bibir manyun begitu, sayang.. " ujar Mas Rendra dengan tangan menyentuh bibir Danisha yang sedang manyun.
" Widiiihhh... sayang nih sekarang manggilnya.. " ledek Renata lagi.
" Iya donk.. iya kan sayang.. ?? " ujar Mas Rendra memegang tangan Danisha mesra.
" Ck.. ! Ren, mana Prasta ? " Danisha mengalihkan topik bicara dengan menanyakan Prasta.
" Owh.. dia ada diluar, tadi masih menerima telpon, " jawab Renata asal.
Tak berapa lama, Prasta masuk. Ia tersenyum pada mereka bertiga.
" Widiihh..! Tuan putri akhirnya mau juga ke rumah sakit, " goda Prasta.
" Ya Allah.. kenapa pasangan reseh bin jahil ini ke sini ya.. ! Sudahlah, puas-puasin kalian meledek aku, ikhlas deh ! " gerutu Danisha.
Prasta, Renata dan Mas Rendra terkekeh mendengar gerutuan Danisha.
" Iya iyaa.. ga godain deh ! Gimana kondisi kamu, sist ? " tanya Prasta serius.
" Alhamdulillah, udah mendingan.. besok aku minta pulang kok, " jawab Danisha
" Eh, sapa yang suruh pulang ? Ga bisa.. tunggu sampai dokter yang menyatakan kamu udah sehat dan boleh pulang, " tukas Mas Rendra.
" Tapi Mas.."
" Ga ada tapi, ga ada bantahan.. semua demi kesehatan kamu.. titik, " kata Mas Rendra tegas.
Danisha pun terdiam, dengan memasang wajah cemberut.
Prasta tersenyum melihat Mas Rendra yang benar-benar terlihat begitu perhatian dan menyayangi Danisha. Semoga laki-laki ini bisa benar-benar menjaga dan menyayangi kamu Danish, batin Prasta.
*******
Di tempat parkir mobil, Saka sudah berada di dalam mobilnya. Ia menelungkupkan wajahnya pada kemudi mobil. Ia terisak pelan hampir tak terdengar. Tubuhnya bergetar menahan isakan serta gemuruh dan nyeri di dadanya. Tak dihiraukannya ponselnya yang berdering beberapa kali.
Hatinya hancur menyaksikan Danisha begitu mesra dengan Mas Rendra.
Danish, maafkan aku.. maafkan aku yang merasa sakit melihatmu begitu mesra dengan Mas Rendra. Maafkan aku tak bisa menjaga hatiku dari rasa sakit ini. Aku ingin marah.. tapi aku tak bisa.. karena aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu.. gumam Saka, tangannya memukul-mukul kemudi mobilnya.
Untuk beberapa menit, akhirnya Saka bisa mengendalikan dirinya. Ia tarik napasnya panjang dan menghelanya perlahan. Diusapnya air matanya, ia sandarkan tubuhnya di sandaran jok mobilnya. Dering ponselnya membuatnya kaget, panggilan dari Kak Sandra. Ia pun menarik napasnya dalam, mencoba mengatur emosinya, kemudian menerima panggilan telepon dari kakaknya.
" Ya, Kak. "
" Kamu dimana ? Kakak udah di rumah makan khas Sunda sekarang. "
" Oh iya Kak, aku meluncur ke sana sekarang. Klien kakak udah datang ? "
" Belum sih, tapi mereka udah on the way katanya. "
" Ok, aku jalan sekarang, Kak.
Saka mematikan panggilan teleponnya dan segera melajukan mobil nya menjumpai Kak Sandra di rumah makan khas Sunda langganan mereka.
Dada Saka masih terasa sesak, masih teringat jelas apa yang dilihatnya di rumah sakit tadi. Ia tersenyum getir dan menghela napas nya kasar. Sakit.
Menyakitkan saat aku tahu bahwa aku bukanlah bahagia yang kamu cari
Namun, kamu adalah kebahagiaan dalam hidupku dan aku ingin kamu tetap menjadi kebahagiaanku sampai akhir hidupku ini
__ADS_1
*******
Prasta dan Renata berpamitan pada Danisha dan Mas Rendra, karena Renata akan siaran jam 4 sore.
" Kita pamit dulu ya Sist, banyak istirahat dan makan, supaya lekas sehat.. " pamit Prasta.
" Maunya sih tetap disini nemenin kamu, tapi nanti gajiku dipotong gimana coba.." gurau Renata sambil melirik Mas Rendra.
" Eh yang ngitung gaji kalian bukan aku lah, aku cuma terima report jam siaran kalian dari Kak Ella. Protesnya sama Kak Ella lah.. " jelas Mas Rendra sambil terkekeh.
Dan Mereka pun tertawa bersama.
" Eh, Pras. Kamu ga ketemu Saka di kampus ? " tanya Danisha tiba-tiba.
Prasta sedikit kaget dengan pertanyaan Danisha. Namun sebisa mungkin ia bersikap biasa, demikian pula dengan Renata.
" Saka lagi ada meeting sama klien Kak Sandra selesai kuliah tadi, " jawab Prasta sedikit berbohong.
" Owh ya udah, aku tadi lupa ga kasih kabar dia. Tolong bilang sama dia ya Pras, " kata Danisha.
Prasta dan Renata pun mengangguk dan tersenyum lalu berpamitan untuk pergi dari tempat itu.
Tak lupa Danisha dan Mas Rendra berterima kasih atas kedatangan mereka.
Mas Rendra pun mengantarkan mereka keluar kamar.
Lalu setelah Prasta dan Renata pergi dari tempat itu, Mas Rendra menghubungi Bunda Danisha yang masih berada di toko kue nya, mengabarkan bahwa Danisha berada di rumah sakit karena pingsan di kantor siang tadi. Bunda mengatakan akan segera ke rumah sakit bersama Kirana karena Ayah masih berada di kantor.
Mas Rendra masuk kembali ke kamar Danisha. Dilihatnya Danisha berbaring di ranjangnya dengan mata terpejam. Diusapnya tangan kekasih hatinya perlahan sambil duduk di kursi di samping ranjang. Sepertinya ia benar-benar tertidur karena efek obat yang diminumnya tak lama sebelum Prasta dan Renata datang.
Ia mendesah pelan dan tersenyum menatap wajah gadis yang kini resmi menjadi kekasih hatinya. Ia teramat bahagia telah memiliki gadis berlesung pipi yang saat ini tengah terbaring sakit di hadapannya. Namun, tiba-tiba ada sedikit bimbang menyeruak dari pikirannya. Ia pun menunduk, menarik napas dalam dan menghelanya kasar. Diciumnya tangan sang kekasih dengan lembut
Aku bahagia kamu menerimaku
Aku bahagia kamu mau bersamaku
melalui segala rasa dalam hidup ini
Senyummu selalu menghangatkan hatiku, yang selalu membuat aku bersemangat di setiap hariku
Membuat jantungku berdegup kencang saat memandangmu
Genggaman lembut dan hangat tanganmu mampu menenangkan hatiku
Aku sungguh mencintaimu, Danisha Almanita
Kumohon tetaplah bersamaku
Kumohon janganlah menyerah, tetaplah bertahan bersamaku
Berjuanglah bersamaku, kita temukan bersama apa itu bahagia
*******
Saka yang duduk di samping Kak Sandra hanya terdiam mendengarkan. Beberapa saat ia masih fokus mendengarkan presentasi kakaknya pada klien yang duduk di hadapan mereka. Namun sesaat kemudian ia mulai kehilangan fokusnya. Ia kembali teringat kejadian di rumah sakit siang tadi. Dadanya nyeri dan sesak. Ia terlihat gelisah, sampai-sampai Kak Sandra menyadari sikap adiknya tersebut.
" Jadi begitu Mas dan Mbak, inilah WO kami. Untuk masalah dokumentasi foto dan video, adik saya ini, Saka, yang akan membantu Mas dan Mbak, " jelas Kak Sandra mengakhiri presentasinya.
" Wah.. begitu ya Mbak Sandra. Berarti untuk foto dan video nya juga dikelola WO ini juga ya.. bukan dengan fotografer vendor ? " tanya calon pengantin wanita yang bernama Tika.
" Iya betul Mbak Tika, fotografer dari pihak WO kami sendiri bukan dari vendor lain. Kebetulan fotografer nya adik saya ini dan ada dua orang lagi yang akan membantunya, " jelas Kak Sandra sambil mencolek lengan Saka supaya ia ikut berbicara dan memberikan penjelasan walaupun sedikit.
Saka sedikit terhenyak dengan colekan Kak Sandra yang membuatnya sadar dari lamunannya.
" Uummm.. maaf, iya.. seperti yang dibilang kakak saya ini, untuk masalah dokumentasi, saya yang akan membantu anda. Kami akan menangani masalah foto dan video selama prosesi sebelum sampai pada saat hari H sesuai permintaan calon pengantin, " akhirnya Saka mengeluarkan suaranya.
" Gimana sayang.. kita langsung pakai WO ini atau kamu masih mau mempertimbangkannya ? " tanya Fardan, sang calon pengantin pria.
" Gini aja deh Mbak Sandra dan Mas Saka, nanti kami hubungi lagi ya.. kami perlu mempertimbangkan semuanya dengan pihak keluarga kami. Tidak masalah kan ? " ujar Mbak Tika kemudian.
" Owh.. it's ok Mbak, Mas. Ga masalah buat kami. Memang sebaiknya begitu, dipertimbangkan dulu bersama seluruh anggota keluarga nya. Kami tunggu kabar baiknya ya Mbak, Mas.. terima kasih, " Kak Sandra pun mengakhiri pertemuannya.
Akhirnya, klien Kak Sandra undur diri dulu untuk pulang. Sementara Kak Sandra dan Saka masih duduk di tempat itu. Kak Sandra sedang membereskan brosur dan foto-foto yang dibuat contoh tadi. Kak Sandra melihat ke arah Saka dan berkata, " Dek, kamu kenapa sih.. kok keknya ada masalah gitu.. bengong dari tadi, " kata Kak Sandra.
Seketika Saka menghela napasnya kasar, lalu berkata, " Kak, aku boleh cuti ya.. ? " tanya Saka.
" Kok cuti, ada apa ? Masalah kampus ? " tanya Kak Sandra.
" Penat aku Kak, pengen refresh otak dan badan, " jawab Saka dengan santai.
" Tapi setelah acara Mas Tyo dan Mb Sisy ya.. 3 hari lagi, " ucap Kak Sandra.
" Baiklah, " jawab Saka singkat.
Setelah semua makanan dan minuman dibayar Kak Sandra, mereka pun meninggalkan tempat itu. Kak Sandra mengendarai mobilnya sendiri, demikian pula dengan Saka.
Saka kembali termenung di dalam mobilnya.
Kenapa ini sangat berat buatku ?
Begitu menyakitkan ternyata
Bukankah aku tak memintanya untuk membalas perasaanku ?
Bukankah aku menginginkan semua ini berjalan dengan apa adanya, sebagaimana persahabatan kita ?
Maafkan aku Danisha..
__ADS_1
Saka masih saja berdiam di dalam mobilnya. Dilihatnya ponselnya, ada 5 panggilan tak terjawab dari Prasta. Kembali ia menarik napasnya kasar. Sorry, Pras. Aku hanya ingin menenangkan hatiku, gumam Saka.
Ia pun melajukan mobilnya pergi dari rumah makan itu. Hatinya kalut, ia hanya melajukan mobilnya tanpa tujuan. Yang pasti bukan arah pulang ke rumahnya, juga bukan ke kantor Kak Sandra. Ia terus melajukan mobilnya ke arah barat kota.
Ponselnya kembali berdering, namun tak dihiraukannya. Hingga ia menepikan mobilnya di kawasan mewah dimana ada sebuah danau di sana. Ia buka kaca jendela mobilnya, seketika sepoi angin menyeruak masuk ke dalam mobilnya. Ia luruskan jok tempat duduknya hingga posisinya setengah berbaring. Kemudian ia menyalakan audio mobilnya. Ia berbaring, memejamkan matanya dan menikmati lantunan musik dari audio mobilnya.
πΆπΆ
*Kau ungkapkan kepadaku
Kan ada saatnya nanti
Engkau milikku satu
Ku menunggu dalam bimbang
Adakah sungguhnya aku
Kasih yg kau inginkan
Biar aku yg pergi
Bila tak juga pasti
Adakah selama ini
Aku cinta sendiri
Biar aku menepi
Bukan lelah menanti
Namun apalah artinya
Cinta pada bayangan
Pedih aku rasakan
Kenyataannya
Cinta tak harus
Saling memiliki
Ku menunggu dalam bimbang
Adakah sungguhnya aku
Kasih yg kau inginkan
Biar aku yg pergi
Bila tak juga pasti
Adakah selama ini
Aku cinta sendiri
Biar aku menepi
Bukan lelah menanti
Namun apalah artinya
Cinta pada bayangan
Pedih aku rasakan
Kenyataannya
Cinta tak harus
Saling memiliki
Jujur aku tak yakin*β¦
πΆπΆ
Cinta Sendiri by Kahitna
Matahari semakin enggan untuk menampakkan sinarnya, kini saatnya ia mulai meredup. Senja datang perlahan, menemani hati yang sedang terluka.
Kau serupa senja
Datang dengan segala pesonamu
Lalu saat aku sedang begitu mengagumimu
Kau berlalu begitu saja
Tbc
**Hellooww LOTA Lovers ππ
Hard to say for this Eps.. Author sedih lho.. hiks π€§ Semoga kalian tetap bertahan membaca kelanjutan story ini.. π
Banyak terima kasih, sayang dan cinta untuk kalian My LOTA Lovers πππ
__ADS_1
Stay safe & healthy as always ππ€**