Love On The Air

Love On The Air
Eps 38 Berjalan Masing-masing


__ADS_3

Danisha dan Bang Hendra sedang mempersiapkan diri untuk siaran berdua jam 2 siang nanti.


Suasana di studio sangat ramai. Hampir semua kru datang ke studio tidak seperti biasanya. Mulai hari ini selama sehari penuh, para pendengar DG FM dimanjakan dengan program request lagu. Juga akan ada kuis serta door prizes buat mereka yang sudah berpartisipasi request lagu.


Sejak jam 11 siang, Danisha sudah berada di studio DG FM. Ia dijemput Mas Rendra dan Nay, sang adik yang datang dari Malang. Kali inipun Nay berada di studio karena dia tidak mau ditinggal di rumah sendirian.


Di ruangan Mas Rendra, Nay duduk di sofa sambil bermain game kegemarannya.


" Mas, kenapa Mas Rendra ga bicara jujur sama Bapak dan Ibu soal Danisha ? " tanya Nay sambil terus bermain game.


" Nanti lah, Nay. Ga sekarang. Mas butuh waktu buat semuanya. Nanti akan ada waktunya, " jawab Mas Rendra yang sibuk dengan laptopnya.


" Waktunya itu kapan, Mas. Apa Mas juga udah kasih tau Mbak Aya ? " tanya Nay lagi.


" Udah. "


" Udah ? Soal Danisha ? " seru Nay, bangkit dari posisi duduknya yang bersandar.


" Apaan sih Nay ! Pelankan suaramu, jangan teriak begitu, " seru Mas Rendra sedikit menahan volume suaranya.


" Sorry ! Serius Mas udah ngomong sama Mbak Aya soal Danisha ? " tanya Nay kembali, penasaran.


" Mas cuma bilang kalo Mas udah punya seseorang yang Mas cintai. Oh iya, panggil Danisha dengan sebutan Kakak atau Mbak. Dia calon kakak iparmu, " jelas Mas Rendra, seraya menutup laptopnya dan berjalan keluar ruangannya.


Nay memutar kedua bola matanya mendengar perkataan kakak nya.


Di ruangan penyiar, Kak Ella dan Dian sedang sibuk menyiapkan door prizes untuk acara on air maupun off air.


" Gimana, Kak ? Aman kan ? " tanya Mas Rendra.


" Aman, Mas, " jawab Kak Ella sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


Mas Rendra tertawa.


" Sip ! " singkatnya dengan acungan jempol.


" Danisha di depan, " sahut Kak Ella.


" Tau aja ! " Mas Rendra terkekeh. Ia pun menuju ke ruang siaran.


Dari jendela kaca Mas Rendra bisa melihat Yogi, Mala dan Renata sedang di dalam ruang siaran. Danisha tak terlihat di dalam sana.


Mas Rendra membuka pintu ruang siaran tanpa masuk ke dalam.


" Cari Danisha, Mas ? " tanya Renata


" Dimana dia ? " tanya balik Mas Rendra.


" Di ruang recording, " jawab Renata dan Mala bersamaan.


" Ok, thanks. Eh, coba kalian siaran bertiga, biar rame, " kata Mas Rendra terkekeh.


" Serius, Mas ? " tanya Renata.


" Iyaa... coba deh ! Liat respon pendengar, " titah Mas Rendra kemudian berlalu menuju ruang recording di sebelah ruang siaran.


Mas Rendra membuka pintu ruang recording.


" Kalian berdua kek orang lagi pacaran aja, " goda Mas Rendra dengan senyum nakalnya.


" Kalo boleh asik lah, Boss ! " sahut Bang Hendra asal, ia terkekeh.


" Mulai deh ! " tukas Danisha memutar kedua bola matanya.


Dua orang laki-laki itu pun tertawa bersama.


" Kalo capek tiduran dulu, sayang, " kata Mas Rendra.


" Aku kek obat nyamuk di sini, " celetuk Bang Hendra.


" Aku keluar aja deh ! " ucap Bang Hendra kemudian sambil berlalu pergi.


Danisha dan Mas Rendra terkekeh.


" Eh ! Itu kok Renata, Mala dan Yogi keroyokan gitu, Mas, " ujar Danisha mendengar ketiga temannya siaran bertiga dari audio speaker yang memang terpasang di seluruh ruangan studio DG FM.


" Iya, aku yang suruh. Hehehe... seru kan.... " kata Mas Rendra dengan kekehannya yang renyah.


Danisha pun mengangguk dan tertawa.


" Yuk ah keluar, " ajak Danisha yang sudah melangkahkan kakinya hendak keluar ruangan. Namun, pergelangan tangannya ditahan oleh Mas Rendra.


Danisha pun menghentikan langkahnya. Ia menatap Mas Rendra yang tersenyum menatapnya.


" Ayo, Mas. Aku mau siap-siap lho ! " ajak Danisha kembali dengan senyum manisnya.


" I love you ! Ayo, sayang, " senyum penuh pesona tersungging di bibir laki-laki rupawan itu, mengajaknya keluar ruangan untuk bersiap on air.


Danisha membalas dengan senyuman lesung pipinya dan berjalan keluar ruangan beriringan dengan kekasihnya.


*******


Danisha duduk di kursi penyiar berhadapan dengan Bang Hendra. Mereka berdua sedang bertugas siaran dalam rangka ulang tahun Radio DG FM.


( Fader mic on )


( Fader lagu on perlahan sebagai backsound )


Bang Hendra


" Wow ! 86,7 DG FM... siang menjelang sore untuk kalian semua DG Lovers. Apa kabarnya kalian semua ? "


Alma Danish


" Kabar baik, Bang ! Eh, assalamualaikum Bang Hendra... juga DG Lovers semua... Wait ! Kok kita siaran berdua sih, Bang ! "


Bang Hendra terkekeh


" Iyes donk... giliran kita berdua yang ada di sini, setelah tadi studio kita dikeroyok 3 orang teman kita. Ini kan hari spesial DG FM. "


Alma Danish


" Asiiikkk...! Seru-seruan donk kita, Bang. "


Bang Hendra


" Absolutely iyes lah ! Seharian kalian bisa request lagu di sini. Buruan deh request, via WhatsApp boleh, mau telpon langsung on air boleh banget ! "


Alma Danish


" Yup ! Dan Alma mau kasih tau nih, seru-seruan di momen spesial DG FM selain request lagu sehari full. "


Bang Hendra


" Wait, jangan kasih tau dulu. Kita dengerin lagu dulu donk ! Tadi ada yang request lagu ini nih ! Katanya buat seseorang yang sangat dirindukan, yang jauh di mata dan makin jauh di hati. Whooaaah ! Kalimatnya kok bikin nyesek ya... jauh di mata makin jauh di hati, hmm... langsung aja ini dia Yovie & Nuno, Sempat Memiliki


( Fader mic off perlahan bersamaan fader lagu on )


🎢🎢🎢


Mengapa kita bertemu


Bila akhirnya dipisahkan


Mengapa kita berjumpa


Tapi akhirnya dijauhkan


Kau bilang hatimu aku


Nyatanya bukan untuk aku


Bintang dilangit nan indah


Dimanakah cinta yang dulu


Masihkah aku disana


Di relung hati dan mimpimu


Andaikan engkau disini


Andaikan tetap denganku


Aku hancur kuterluka

__ADS_1


Namun engkaulah nafasku


Kau cintaku meski aku


Bukan dibenakmu lagi


Dan kuberuntung sempat memilikimu


Bintang di langit nan indah (indah)


Dimanakah cinta yang dulu


Masihkah aku di sana (di sana)


Di relung hati dan mimpimu (oh wo wo)


Andaikan engkau di sini


Andaikan tetap denganku


.......


🎢🎢🎢


( Fader lagu off perlahan bersamaan fader mic on )


Alma Danish


" Masih di 86,7 DG FM... nyesek Bang liriknya hiks...! Eeiitttts ! Jangan syediihhh... ada Bang Hendra di sini.... "


Bang Hendra


" Daan... ada Alma juga di sini, duduk manis di hadapan Hendra hehehe... Eh ! sumpah bener deh ! gue ga berani ngomong romantis sama si Alma hehehe...."


Alma Danish


" Bang Hendra mana bisa romantis, bisanya juga ngegombal ! DG Lovers jangan ketipu lho sama Bang Hendra. Hehehe...! "


Bang Hendra


" Al, asli gue pengen ngomong romantis nih ! Tapi ada yang pelototin gue, jadi keder gue, Al ! "


Alma Danish terkekeh


" Udah ah ! Alma mau kasih tau DG Lovers seru-seruan kita di hari spesial ini. "


Bang Hendra


" Baiklah ! Apa nih yang seru, Al ? "


Alma Danish


" Ok, DG Lovers... selain kalian bisa request lagu, Alma dan Bang Hendra bakalan kasih kuis buat kalian ya... Yeayyy... ! Lumayan lho hadiahnya..."


Bang Hendra


" Mau ikutan ? Keep stay tune di sini 86,7 DG FM karena kuis nya bakal nongol secara tiba-tiba. "


Alma Danish


" Bener banget ! Kita denger lagu lagi yuk... cekidot guys...! "


( Fader lagu on bersamaan fader mic off )


🎢🎢🎢


If there were no words


no way to speak


I would still hear you


If there were no tears


no way to feel inside


I'd still feel for you


and even if the sun refused to shine


even if romance ran out of rhyme


you would still have my heart


until the end of time


All of my life


I have been waiting for


all you give to me


you've opened my eyes


and showed me how to love unselfishly


I've dreamed of this a thousand times before


but in my dreams I couldn't love you more


I will give you my heart


untill the end of time


and even if the sun refused to shine


even if romance ran out of rhyme


you would still have my heart


until the end of time


cause all I need is you my valentine


oh


🎢🎢🎢


( Fader lagu off perlahan bersamaan fader mic on )


Bang Hendra


" 86,7 DG FM Martina McBride dan Jim Brickman udah hadir dengan Valentine. Masih di hari spesial kita hari ini. Dan spesial juga lagu yang barusan meluncur dari someone special yang ada di studio, perlu sebutin namanya ga ya ? Katanya lagunya buat yang lagi siaran sama gue... hehehe... He said ' Be My Valentine ' ! Whooaaah... ini lamaran bukan sih ? "


Bang Hendra tertawa lebar.


Alma Danish


" Wait wait ! Apaan ini maksudnya ? DG Lovers jangan percaya omongan Bang Hendra yaa... Hoax ini ! Skip ya dears ! "


Bang Hendra


" Eh gue ga bohong lho ! Tuh ada yang kasih kode ke gue. Hahaha.... "


Alma Danish


" Ok DG Lovers... Jeda dulu yes. We'll be back after these ! "


( Fader mic off )


( Beberapa Spot Iklan )


" Abang apaan coba ! Ish, jangan bikin hoax waktu on air donk. Ampun deh ! " sungut Danisha kesal.


" Noh ! tanya ma tuh orang yang pelototin gue dari tadi ! " telunjuk Bang Hendra mengarah ke luar jendela kaca.


Mas Rendra berdiri menempel di jendela kaca yang ada di belakangnya dengan senyuman smirk nya.


Mata Danisha melebar menatap Mas Rendra, meminta penjelasan.


Laki-laki itu hanya tersenyum dan memberikan isyarat cium jauh sebelum berlalu dari tempat itu. Dan sikap manager sekaligus kekasihnya itu sukses membuat wajah Danisha merona.


Bang Hendra tertawa terbahak senang melihat wajah Danisha merona.


Bukan cuma Bang Hendra, seluruh penghuni studio pun bersorak riuh mendengar dan melihat kejadian itu.

__ADS_1


******


Kita tidak mendekat, juga tidak menjauh


Kita hanya sedang menempuh perjalanan masing-masing


Sementara itu, Saka kembali menyibukkan dirinya agar bisa melupakan kerinduannya kepada Danisha. Sejak satu minggu yang lalu sepulangnya mengantar Danisha dan bertemu dengan Mas Rendra, ia tak pernah lagi menjumpai gadis itu. Jangankan menjumpai, mengirim pesan ataupun menelpon pun tak dilakukannya.


Sesekali ia mendengarkan Danisha on air dan mendengar kabarnya dari Prasta yang terkadang bertemu di studio saat mengantar atau menjemput Renata.


Saat ini, Saka sedang berada di perpustakaan kampus. Duduk di tempat yang menjadi favoritnya bersama Danisha. Sedang asyik membaca salah satu buku tentang fotografi, tiba-tiba seseorang menyapanya.


" Hai, Saka ! "


Saka mendongakkan kepalanya. Dahinya mengernyit melihat gadis yang berdiri di hadapannya. Gadis yang ia temui sewaktu di Malang. Siapa namanya, ia lupa.


" Ya... ? " jawab Saka.


" Masih inget aku ? Audy, anak Ekonomi, " tanya gadis itu.


Ah iya, Audy namanya... batin Saka.


" Eh, iya. Hai ! " balas Saka.


" Boleh duduk di sini ? " tanya Audy lagi.


" Boleh lah ! " singkat Saka menjawab. Lalu ia melanjutkan membacanya.


" Apa kabarmu, Ka ? Kok sendiri ? Temanmu lainnya kemana ? " cecar Audy.


Saka menghela napasnya.


" Kabar baik. Lagi pada sibuk kali, " sahut Saka.


" Tadi aku ketemu Distha di kantin. Sendirian juga. "


" Sorry, kamu di sini mau ngobrol atau baca buku ? " tanya Saka.


" Oh sorry sorry ! Silahkan lanjutkan membacanya, " jawab Audy sambil terus menatap laki-laki di hadapannya. Sementara Saka tetap asyik membaca bukunya.


30 menit berlalu. Saka sudah menyelesaikan membaca 2 buah buku. Masih ada 2 buku lagi yang tadi ia ambil belum dibacanya. Ia akan meminjamnya dan akan ia baca di rumah.


" Sorry, aku duluan ya.... " pamit Saka terburu-buru pada Audy yang juga membereskan buku-bukunya.


" Saka, tunggu ! " seru Audy tergesa menghampiri Saka.


" Ya, ada apa ? " tanya Saka


" Dompet kamu terjatuh. Dan ini headset kamu jg tertinggal di atas meja tadi, " ucap Audy memberikan dompet dan headset Saka.


" Kamu boleh periksa dulu isi dompet kamu, " ujar Audy kemudian.


Saka menerima dompet dan headset dari tangan Audy.


" Astaga ! Thank you, Audy. Ga, ga perlu lah... Thank you again, " ucap Saka tersenyum lebar


" You're welcome, Ka. Ok, aku duluan ya.... " Audy pamit pergi duluan.


" Ah, iya, " Saka tersenyum, menatap tubuh Audy yang berlalu pergi. Namun, sejurus kemudian....


" Audy ! " seru Saka memanggil Audy dan menghampiri gadis itu.


Audy menghentikan langkahnya dan berbalik.


" Ya ? "


" Ada kuliah ? " tanya Saka.


" Ga ada. Kenapa ? " tanya balik Audy, senyuman manis tersungging di bibir tipisnya.


" Mau ke kantin ? "


Audy menautkan kedua alisnya.


" Uummm... kita minum kopi sambil ngobrol di kantin. Kalo kamu ga sibuk sih, " ajak Saka dengan senyum tipisnya.


" Owh... mau traktir aku nih ? " tanya Audy tersenyum simpul.


" Kalo kamu ga keberatan sih... sebagai ucapan terima kasih aku... Hehehe.... " jawab Saka terkekeh.


" Uummm... Baiklah. Tapi aku bukan cewek yang suka pamrih ya, Ka. Aku tadi ga sengaja juga ngeliat dompet kamu terjatuh dan headset kamu tertinggal di atas meja, " tutur Audy.


" Iya aku tau. Paham kok. Aku juga ikhlas ngajak kamu ke kantin, traktir kamu walau hanya segelas kopi. Hehehe.... " ujar Saka serius.


" Ok, deal ! Kita ke kantin sekarang. Hehehe.... " sahut Audy tersenyum lebar.


" Ok, wait ya ! Aku urus pinjam buku dulu, " ujar Saka sambil menunjukkan buku di tangannya.


Audy tersenyum dan mengangguk.


Beberapa saat kemudian, tampak Saka dan Audy sudah duduk di kantin. Kopi hitam untuk Saka dan es teh manis untuk Audy sudah tersaji di hadapan mereka. Saka juga memesan pisang goreng dan kentang goreng untuk teman minum dan teman ngobrol mereka.


" Jadi, kamu satu SMA sama Distha ? " tanya Saka.


" Hu um. Kami juga bertetangga, " jawab Audy.


" Oh ya ? Rumah kamu sebelah mana ? "


" Masih satu blok sama rumah Distha. Selisih 3 rumah dan ga sebesar rumah Distha tentunya. Hehehe.... " jawab Audy terkekeh.


" Hey ! Aku ga nanya rumah kamu besar atau kecil lho ! Aku bukan orang yang suka menilai segala sesuatu dari segi materi, " kata Saka.


" Iya, aku tau. By the way, kapan hari ke Malang itu emang lagi jalan sendirian ? "


" Owh itu... Iya, lagi pengen jalan sendiri sih ! Yang lain pada sibuk. Apalagi Distha, tuh anak ga kerja tapi sok sibuk banget ! " ujar Saka memberengut.


Audy tertawa lebar.


" Bisa aja kamu, Ka. "


" Kamu emang suka ngopi ya ? " tanya Audy.


" Suka sih tapi ga selalu harus minum kopi juga. Kalo lagi pengen aja, " jawab Saka.


" Sama donk. Aku juga kadang aja ngopi. Tadi pagi aku udah minum kopi sih... makanya sekarang ga ngopi, " ujar Audy.


Mereka berdua terlibat obrolan yang cukup lama di kantin. Hingga tanpa mereka sadari, sudah 1 jam lebih mereka duduk di kantin.


" Ka, keknya aku harus pulang nih. Ada janji sama kakakku, takut telat. Sorry ya.... " ucap Audy ingin mengakhiri obrolan mereka.


" Owh, gitu. It's ok. Kamu pulang naik apa ? " tanya Saka.


" Naik ojol. Sebentar aku pesan dulu. "


" Aku antar aja, yuk ! "


" Eh, ga usah, Ka. Biar aku naik ojol aja. "


" Udah deh, ga usah nolak. Lagian juga jalannya searah. Ayo ! " ajak Saka.


" Ga ngerepotin kan ? " tanya Audy


" Ya ga lah, kebetulan juga aku lagi free, " sahut Saka, tersenyum lebar.


Tbc


Audy



Nay



**Hellooww LOTA Lovers πŸ’žπŸ’ž


Semoga ga bikin bosan yah


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Rate, like, komen n syukur2 ada yang vote n kasih tip πŸ€­πŸ€—


Banyak terima kasih, cinta dan sayang untuk kalian My LOTA Lovers πŸ’žπŸ’ž


Stay safe n healthy as always πŸ€—πŸ˜˜πŸ’žπŸ’ž**

__ADS_1


__ADS_2