Love On The Air

Love On The Air
Eps 69 DanSa's Wedding Garden Party


__ADS_3

Tok... Tok... Tok...!


Pandangan Danisha tertuju pada pintu kamarnya. Ia bernapas lega, merasa terselamatkan oleh ketukan pintu.


Sementara Saka menghela napasnya berat, sedikit kecewa. Siapa juga ini yang mengganggu kebersamaan mereka berdua.


" Sebentar ! " sahut Danisha, ia segera mencari jilbab instannya untuk dipakai.


" Biar aku aja, Bee. Ganggu aja, sih ! " gerutu Saka.


Danisha tersenyum mendengar gerutuan Saka.


Saat pintu sudah dibuka, tampak Bunda dan Kirana sedang membawa nampan penuh berisi beberapa macam makanan dan dua gelas teh hangat.


" Bunda, Kirana ! " Saka terkejut mendapati Bunda dan Kirana yang mengetuk pintu.


" Kamu tadi belum makan, kan ? Ini juga ada teh hangat. Tadi Danisha meminta pada Kirana buat bikinin teh hangat, juga membawakanmu makanan, " ucap Bunda, terukir senyuman tulus di wajah Bunda sembari menyerahkan nampan yang dibawanya pada Saka.


" Siapa, Mas ? " tanya Danisha menghampiri Saka.


Saka menautkan kedua alisnya. Ia heran mendengar panggilan baru dari Danisha. Namun, ia senang dengan panggilan itu.


" Eh, Bunda. Kamu juga, Kiran ! Makasih banyak, padahal tadi Danisha minta tolong sama Kiran, lho ! Kok Bunda ikut repot ngantar makanannya. Ck, Kiran, nih ! " ujar Danisha menatap Kirana sambil berdecak. Ia pun mengambil nampan dari tangan Kirana.


" Kiran bingung, Kak. Makanan mana yang harus Kiran ambil. Jadinya Kiran minta tolong Bunda, hehehe.... " terang Kirana dengan tawa kecilnya.


" Ya, udah. Segera dimakan, ya. " Bunda tersenyum dan beranjak dari kamar Danisha.


" Makasih, Bunda, " ucap Saka dan Danisha bersamaan.


" Oh iya, tadi Kak Prasta dan Kak Sandra nyariin. Mereka masih di luar, " imbuh Kirana sebelum ikut beranjak mengikuti Bunda.


" Ada apa, ya ? " tanya Saka menatap Danisha dengan bingung. Danisha hanya mengedikkan bahunya tidak tahu.


" Ok, makasih ya, Dek, " ucap Danisha pada sang adik sembari menutup pintu kamar.


Saka dan Danisha meletakkan kedua nampan di atas meja belajar Danisha.


" Kita temui Kak Sandra dan Prasta dulu, deh ! " kata Danisha kemudian. Namun, ia terkejut saat tiba-tiba Saka memeluknya.


" Pengen berduaan, Bee. Ada aja gangguannya, " gerutu Saka lirih, menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Danisha. Menghirup wangi white musk milik Danisha yang sangat disukainya.


Danisha yang awalnya terkejut dengan apa yang dilakukan Saka, kini tersenyum dan membalas pelukan suaminya. Diusapnya lembut punggung suaminya. Danisha bisa merasakan detak jantung Saka.


" Sayang.... "


" Heeemmm.... " sahut Saka, kali ini pelukannya semakin erat. Membuat Danisha kesulitan untuk bernapas.


" Aku ga bisa bernapas, Mas, " lirih Danisha.


Seketika Saka melerai pelukannya dan menatap Danisha yang menarik napasnya panjang.


" Maaf, Sayang, " ucapnya dengan tatapan sayu.


Danisha tersenyum, sebelah tangannya mengusap wajah Saka perlahan.


" Kak Sandra dan Prasta nungguin di luar. Buruan kita temui, " lembut Danisha berkata.


Saka menghela napasnya singkat dan tersenyum tipis.


" Biar aku aja yang keluar, kamu ganti baju dulu, " cetus Saka sembari memegang tangan Danisha, lalu dikecupnya penuh cinta.


Setelah itu, dikecupnya pula pipi Danisha sekilas, lalu ia beranjak keluar kamar untuk menemui Kak Sandra dan Prasta.


Sementara Danisha segera mengganti kebayanya dengan gamis rumahannya setelah membersihkan riasan di wajahnya. Tak lupa ia segera meminum obatnya untuk menghilangkan rasa nyeri dan pusing di kepalanya sebelum Saka kembali.


Danisha juga menyiapkan pakaian Saka yang diambilnya dari kopor travelling bag nya. Setelah itu, ia merebahkan tubuhnya di ranjang yang telah dihias cantik oleh kru WO Kak Sandra.


Matanya mengamati ranjang tidurnya dengan tirai di samping kanan kirinya, lalu bagian atasnya dihias dengan rangkaian bunga mawar, sangat indah dan cantik.


Danisha tersenyum tipis. Tubuhnya terasa capek dan perlahan rasa kantuknya datang. Mungkin karena efek obat yang diminumnya. Ia pun terlelap.


*******


Danisha terbangun karena merasa ada sesuatu yang berat menimpa pinggangnya. Ia juga merasakan hembusan napas di tengkuknya.


Saat kesadarannya telah terkumpul, ia melihat sebuah tangan melingkar di pinggang hingga ke perutnya. Dilihatnya dengan teliti tangan kokoh itu dan ia pun tersadar jika tangan itu milik Saka karena melihat cincin di jari manis lelaki yang sudah sah menjadi suaminya pagi tadi.


Senyuman tipis mengembang di wajahnya. Perlahan ia pegang tangan kokoh itu, diusapnya pelan.


Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih atas semua cinta dan sayangmu.


Danisha membalikkan tubuhnya perlahan menghadap Saka yang tertidur. Napasnya berhembus teratur. Wajahnya terlihat lelah. Diusapnya lembut rahang kokoh suaminya.


Terima kasih telah menerimaku dengan segala kekuranganku. Menjadikan diriku sempurna. Aku bahagia memiliki kamu, lelaki hebatku, suami sempurnaku. Aku sangat mencintaimu. Maafkan aku yang mungkin tidak bisa membahagiakanmu.


Air mata Danisha luruh. Buru-buru ia menghapus air matanya. Tak ingin suaminya tahu jika ia menangis. Ditatapnya lagi wajah tampan di hadapannya.


Tiba-tiba tubuh Saka bergerak, lalu matanya terbuka perlahan. Sedetik kemudian, senyuman manis dan tatapan khas bangun tidur menyapa Danisha.

__ADS_1


" Hai, istriku ! " Kembali ia memeluk Danisha, lebih erat. Kepalanya menyusup di ceruk leher Danisha membuatnya merasa geli. Merasakan hembusan napas hangat suaminya, membuat tubuhnya meremang.


" Sayang, udah sore, lho ! Kita harus bersiap-siap, " cetus Danisha, tangannya memegang tangan suaminya berusaha melepaskan pelukan suaminya.


" Nanti dulu, Bee, " ucap Saka manja dengan suara seraknya.


" Ayo, dong. Aku harus siap-siap dirias, Sayang, " bujuk Danisha.


Saka pun melepas pelukannya dan berbalik badan memunggungi Danisha, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Membuat Danisha terkejut.


" Sayang.... " panggil Danisha lembut. Tak ada sahutan dari Saka.


Danisha beringsut mendekati Saka, menyentuh lengan suaminya. Masih tak ada respon dari suaminya.


" Maaf ! " ucap Danisha, lalu ia beringsut duduk dari baringnya.


Setelah membetulkan ikatan rambutnya, Danisha beranjak dari ranjangnya hendak keluar kamarnya untuk mandi. Namun, dilihatnya nampan berisi makanan yang diantar Bunda dan Kirana. Masih utuh.


Danisha menghela napasnya singkat.


Dilihatnya sekali lagi suaminya yang masih tertidur di ranjang sebelum kemudian menutup pintu kamar.


Saka segera membuka matanya saat ia mendengar pintu kamar ditutup. Dipijatnya pangkal hidungnya yang sedikit pusing. Lalu ia mulai duduk di atas ranjang bersandar pada kepala ranjang. Diraihnya ponsel yang ia letakkan di meja kecil samping ranjang.


Ada beberapa pesan masuk. Namun, ia memilih mengabaikannya. Pesan-pesan tersebut hanya dibacanya sekilas tanpa membalasnya. Hanya pesan dari kakak sepupunya yang menarik perhatiannya.


Bang Ardhy


" Ka, Danisha baik-baik aja, kan ? Jangan sampai dia kelelahan dan selalu ingatkan dia untuk tidak terlambat makan. "


Untuk apa Bang Ardhy menanyakan Danisha ? tanya Saka dalam hati. Tangan Saka pun mulai mengetik membalas pesan dari kakak sepupunya.


Me


" Danisha baik-baik aja, Bang. Ga perlu cemas. "


Saka langsung mengirim pesannya pada dokter muda itu.


Pintu kamar terbuka. Danisha masuk dengan senyum dan lesung pipi membingkai wajah ayunya. Ia terlihat segar.


" Udah bangun ? " tanya Danisha menghampiri Saka yang masih duduk di atas ranjang.


" Makanannya masih utuh. Kenapa ga dimakan ? " tanya Danisha lagi. Kini ia duduk di tepi ranjang di samping Saka.


Saka menegakkan badannya, tersenyum dan menggeser tubuhnya mendekati Danisha. Lalu, ia meraih kedua tangan istrinya.


Danisha terkekeh.


" Manja banget, ya ! " sahut Danisha.


" Ga boleh ya, manja sama istri sendiri ? " cetus Saka sembari mendekatkan wajahnya pada wajah Danisha.


Keduanya terdiam, saling menatap dalam diam. Perlahan Saka mendekatkan bibirnya pada bibir istrinya. Dadanya bergemuruh hebat. Sedetik kemudian, bibirnya telah menyentuh bibir tipis istrinya. Mengecupnya perlahan dan penuh kelembutan.


Saka terbuai dengan manisnya bibir Danisha. Ya, baru kali ini Saka menyentuh bibir Danisha.


Sementara Danisha terdiam kaku menerima kecupan lembut di bibirnya. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Kecupan bibir suaminya membuainya. Matanya terpejam saat suaminya kembali mengecup dan meng*lum bibirnya.


Saka meraih tengkuk Danisha memperdalam ciumannya. Detik berikutnya napas Saka mulai memburu.


Tok... Tok... Tok !


Danisha membuka matanya, ketika telinganya mendengar ketukan di pintu kamarnya.


" Danish... ! "


Suara Bunda.


Saka sontak menghentikan ciumannya saat mendengar suara dari luar kamar yang memanggil nama Danisha.


Napas keduanya memburu dengan kening yang saling menempel. Tangan Saka mengusap lembut wajah Danisha yang merona bak kepiting rebus.


Keduanya terkekeh pelan.


Saka menghela napasnya panjang.


" Thank you ! " ucap Saka lalu mengecup bibir Danisha sekilas.


Danisha tersenyum malu dengan wajah merona.


" Sabar ya, Sayang, " ucapnya kemudian.


Saka menganggukkan kepalanya sembari mengusap lembut pipi merona istrinya.


Danisha pun beranjak untuk membuka pintu kamarnya setelah merapikan dirinya yang sedikit berantakan akibat aktivitas mereka.


Bunda dan Bu Lely sudah berada di depan kamar saat Danisha membuka pintu.


" Maaf ! " ucap Danisha, tersipu malu.

__ADS_1


" Udah siap dirias, Mbak ? " tanya Bu Lely.


" Sekarang ya, Bu ? " Danisha balik bertanya.


" Danish, ini udah jam 3 sore, lebih bahkan. Tadi udah mandi, kan ? " timpal Bunda.


" I... Iya, Bunda. Sebentar dulu, ya. Danish mau siapin peralatan mandi Mas Saka dulu, " ujar Danisha sedikit gugup.


Ketika Bunda dan Bu Lely mengangguk, Danisha segera menutup pintu kamar.


" Mau dirias sekarang, Bee ? " tanya Saka sembari mendekati Danisha.


" Iya. Buruan mandi, ya. Sholat di kamar Bunda aja, ya, Mas, " ujar Danisha.


Ia bergegas menyiapkan kebutuhan mandi Saka, mulai dari handuk, sikat gigi serta pakaian ganti. Lalu menyerahkannya pada Saka yang tersenyum sumringah menatapnya.


" Bilang sama Bu Lely, ya. Jangan terlalu tebal riasannya. Trus lipstiknya jangan warna terang. Istriku pasti tetap cantik walaupun tanpa riasan, " celetuk Saka, tangannya meraih pinggang Danisha dan secepat kilat mengecup pipi berlesung istrinya.


" Apaan, sih ! " Danisha memukul dada bidang Saka membuat Saka terkekeh dan segera berlari keluar kamar tanpa menutup pintu kembali.


Danisha menggeleng-gelengkan kepalanya sembari tersenyum simpul melihat kelakuan suaminya.


Ya Allah, aku sangat bahagia. Terima kasih atas kebahagiaan ini. Jangan Kau mengambilnya. Aku mohon angkatlah penyakitku. Aku membutuhkan mukjizatMu, ya Allah. Aamiin.... Doanya dalam hati.


*******


Mobil pengantin yang membawa Danisha dan Saka telah tiba di tempat acara resepsi digelar, yakni di rumah Saka yang memiliki halaman cukup luas.


Sementara mobil lainnya yang membawa keluarga Danisha juga telah tiba di tempat acara.


Kedua mempelai telah turun dari mobil dan sedang bersiap memasuki area acara resepsi. Danisha menautkan tangannya pada lengan Saka dengan kedua tangan yang memegang buket bunga. Mereka berjalan beriringan memasuki tempat acara dengan senyum yang terus mengembang di bibir dan wajah mereka.


Alunan musik dan lagu From This Moment dari Shania Twain mengiringi langkah kedua mempelai menuju pelaminan.


Danisha tampak sangat cantik dan mempesona dengan gaun pengantin muslimah berwarna grey berbahan satin dengan aksen lace dan pita di pinggang. Sangat pas dan menawan di tubuh Danisha. Sementara Saka mengenakan setelan jas dengan warna senada gaun pengantin Danisha dengan aksen bunga di dada kirinya. Keduanya terlihat sangat serasi dengan penampilan yang sempurna dan mempesona.


Sementara Danisha dibuat takjub dengan dekorasi yang sangat indah di depan matanya. Dekorasi di pintu masuk ke tempat acara hingga ke pelaminan membuatnya tak berkedip. Dengan lampu hias kecil yang digantung dengan rangkaian bunga serta kain backdrop putih terlihat sangat elegan dan indah. Di depan pintu masuk, terpampang foto dirinya dengan gaun berwarna putih dan Saka mengenakan setelan jas berwarna hitam. Ada banner berukuran sedang bertuliskan :


From The Happy Newlywed


Thank you for being part of our special day.


It meant the world to us !


- DanSa ( Danisha & Saka ) -


Lalu, kursi berwarna putih dan meja undangan ditata rapi serta indah dengan hiasan rangkaian bunga di tengah-tengah meja. Di atasnya, lampu hias berjejer rapi menambah kesan romantis.


Para tamu undangan berdiri menyambut kedatangan kedua mempelai. Mata mereka tertuju pada pasangan pengantin yang sangat serasi, cantik dan tampan.


Resepsi pernikahan berkonsep wedding garden party ini terkesan lebih santai. Memang sengaja dipilih konsep ini karena baik Danisha maupun Saka tidak ingin acara yang formal dan terkesan sangat kaku. Mereka ingin keluarga dan tamu undangan bisa lebih santai dan bebas menikmati acara resepsi pernikahan mereka.


Dekorasi pelaminan yang didominasi warna putih dan hijau, membuat suasana lebih segar dengan kain backdrop putih.


Danisha dan Saka pun naik ke atas pelaminan. Duduk di kursi pelaminan berwarna kombinasi putih dan coklat pastel. Sementara kedua orang tua masing-masing duduk di kursi di samping kanan dan kiri mempelai.


Danisha dan Saka tidak lepas senyuman. Mereka tampak sangat bahagia. Saka tidak melepas tangan Danisha sedetik pun. Dan berkali-kali memuji penampilan Danisha yang luar biasa.


" Kamu sangat luar biasa, Sayang. Kamu tidak bilang ke Bu Lely ya, soal lipstik yang kamu pakai ? Bibir kamu menggoda banget pakai lipstik warna begitu, " bisik Saka di telinga Danisha.


Seketika Danisha mencubit lengan Saka. Membuat Saka meringis kesakitan.


" Mana ada ! Bu Lely udah kasih warna soft ini, Mas. Aku juga udah pilih. Kamunya aja yang berlebihan, " gerutu Danisha, balas berbisik di telinga Saka.


" Sakit, Bee. Kali ini aku mengalah, ga akan balas kamu. Tapi nanti aku akan balas setelah acara selesai, ya, " sahut Saka dengan senyum jahilnya.


Danisha menatap Saka dengan menautkan kedua alis cantiknya.


Tbc





**Hellooww LOTA Lovers πŸ’žπŸ’ž


Semoga suka sama eps Wedding nya DanSa ya... Sy merasa kurang yakin nih dg feel nya... 🀧


Mo berduaan romantis2an, adaaa aja gangguannya. Kek sy, mo nulis aja slalu ada iklan lewat πŸ€­β˜ΊοΈπŸ™


Jan lupa tinggalkan jejak kalian, RATED, LIKE n KOMEN πŸ€—


Mo vote juga boleh πŸ€­πŸ™


Terima kasih, banyak cinta n sayang buat kalian πŸ€—πŸ˜˜πŸ’žπŸ’ž


Stay safe n healthy LOTA Lovers πŸ€—πŸ˜˜πŸ’žπŸ’ž**

__ADS_1


__ADS_2