Love On The Air

Love On The Air
Eps 36 Diam, Tak Ada Kabar


__ADS_3

Mas Rendra mencoba menghubungi nomor ponsel Danisha berkali-kali, tetapi tak ada respon dari gadis pemilik hatinya itu.


Dengan sedikit kesal, ia lempar ponsel nya ke ranjang tidurnya sembarang arah.


" Mungkin dia udah tidur. Kenapa aku masih merasa kesal sekali dengannya, " sungut Mas Rendra dalam hati. Ia memijat keningnya, kepalanya terasa berat. Ia pun memejamkan matanya, tidur ! itu lebih baik.


******


Dari balkon sebuah rumah, tampak seorang laki-laki muda rupawan diam menatap langit malam yang semakin gelap. Duduk di sebuah kursi ditemani sebuah gitar dan laptop di atas meja yang menyala. Sesekali ia menyesap kopi hitam nya.


Entah mengapa, matanya sulit terpejam sedari tadi hingga selarut ini. Yang ia sadari, hatinya penuh rasa sejak bertemu kembali dengan gadis yang telah menghuni seluruh relung hatinya.


Namun ia juga tak bisa mengabaikan kenyataan yang ada di depan matanya. Gadis pujaan hatinya telah menjadi milik orang lain. Ada rasa sesak dan nyeri bila mengingat kenyataan itu. Namun, ada rasa bahagia ketika melihat gadis itu bahagia.


Saka tersenyum menikmati segala rasa di hatinya. Danisha adalah bahagianya, walaupun kenyataan berkata sebaliknya. Tak ada sesal baginya mencintai gadis berlesung pipi itu, walaupun ia harus mencintai dalam diam dan dari kejauhan. Ia akan selalu memeluk gadis kesayangannya dalam doa. Ia tak ingin balasan, ia hanya ingin gadis itu merasakan. Itu cukup baginya.


Saka memetik gitarnya perlahan, bersenandung dengan segenap rasa


🎢🎢


Bintang malam, katakan padanya


Aku ingin melukis sinarmu di hatinya


Embun pagi, katakan padanya


Biar 'ku dekap erat waktu dingin membelenggunya


Bintang malam, sampaikan padanya


Aku ingin melukis sinarmu di hatinya


Embun pagi, katakan padanya


Biar 'ku dekap erat waktu dingin membelenggunya


Tahukah engkau, wahai langit?


Aku ingin bertemu membelai wajahnya


'Kan 'ku pasang hiasan angkasa yang terindah


Hanya untuk dirinya


Lagu rindu ini 'ku ciptakan


Hanya untuk bidadari hatiku tercinta


Walau hanya nada sederhana


Ijinkan 'ku ungkap segenap rasa dan kerinduan


🎢🎢


Lagu Rindu by Kerispatih


******


Danisha baru saja masuk ke ruangan penyiar ketika Bang Hendra memanggilnya.


" Hai, Bang ! Ada apa ? "


" Mas Rendra kemana sih ? Dah hampir seminggu ga ke kantor, " sungut Bang Hendra.


Danisha tersenyum tipis.


" Bukannya dia udah bilang kalo dia ke Malang ? " ujar Danisha.


" Iya, pamitnya ke Malang tapi dia bilang paling lama 3 hari. Ini udah hampir seminggu, " kata Bang Hendra kesal.


" Ga ada ngomong sama kamu ? " lanjut Bang Hendra.


" Ga ada tuh, " jawabnya singkat seraya mempersiapkan diri untuk on air setengah jam lagi.


" Kenapa emangnya, Bang ? " tanya Danisha sejurus kemudian.


" Persiapan ulang tahun DG FM, Danish. Jangan bilang kamu juga lupa, " terang Bang Hendra.


" Uummm... sedikit lupa, Bang. Hehehe.... Aku on air dulu ya, Bang, " ujar Danisha beranjak menuju ruang siaran.


Bang Hendra terdiam bengong melihat Danisha dengan santainya berlalu meninggalkan dirinya.


" Danisha ! Kek mana coba, diajak ngomong kok main pergi aja ! " seru Bang Hendra mengejar Danisha.


Danisha berhenti di depan pintu ruang siaran. Ia berbalik melihat Bang Hendra yang menyusulnya. Dahinya mengernyit dengan ekspresi bingung.


" Apaan sih, Bang ? " tanya Danisha.


" Aku belum selesai bicara udah kau tinggal pergi aja, " kata Bang Hendra kesal.


" Eh, maaf Bang ! Hehehe... gimana, Bang ? " tanya Danisha kembali sambil berjalan masuk ke dalam ruang siaran.


Bang Hendra mengambil kursi untuk duduk, sementara Danisha meletakkan tas dan tumbler yang sudah penuh berisi air di dekat meja CD.


Sementara Renata masih berada di kursi penyiarnya karena tugasnya masih kurang beberapa menit lagi sebelum digantikan Danisha.


" Ada apa sih ? " tanya Renata bingung.


" Pacar temanmu nih ngilang ga ada kabar ! " jawab Bang Hendra.


" Mas Rendra ? Biasanya kan Kak Ella yang dihubungi, Bang, " sahut Renata.


" Ga ada kata Kak Ella, " tukas Bang Hendra.


Danisha menghela napasnya kasar.


" Aku juga ga tau, " timpal Danisha, mengedikkan bahunya.


Renata dan Bang Hendra saling menatap, heran.


" Kalian berantem ? " tanya mereka berdua bersamaan yang membuat Renata spontan memukul lengan Bang Hendra.


" Ga lah ! " singkat Danisha, sembari mengambil on air list form dari meja siaran yang sudah terpampang tanda tangan Renata.


" Danish, are you ok ? " tanya Bang Hendra kemudian.


" Sure, I'm ok ! " tegas Danisha tersenyum tipis.


" Minta Kak Ella menghubungi dia, Bang. Pasti dijawab, " lanjut Danisha.


" Jujur nih ya, aku ga ngerti cara pacaran kalian. Masa pacar ga ada kabar, santai gitu bilang ga tau, " celoteh Bang Hendra, ia memegang keningnya dengan salah satu tangannya sambil geleng kepala.


Danisha hanya tersenyum lebar pada kedua temannya itu.


******


Renata sudah keluar dari ruang siaran, karena dia akan ke kampus dan Prasta telah menjemputnya.


Sementara Bang Hendra masih nongkrong di ruang siaran menemani Danisha yang bertugas menggantikan Renata.


Bang Hendra sedang mengutak-atik ponselnya. Ia tadi sempat mengirimkan pesan kepada Mas Rendra tetapi belum dibaca juga.


" Danish, bener Mas Rendra ga ada hubungi kamu lagi ? " tanya Bang Hendra masih penasaran.


" Kan udah kubilang tadi Bang... kenapa masih tanya lagi ? "


" Ah, udahlah ! Sorry ya, " ucap Bang Hendra tersenyum simpul.


" Mau ditemani atau ga nih ? " lanjut Bang Hendra.


Danisha terkekeh. " Nemenin kan ? Kalo pake godain dan nggangguin, mending tak usahlah.... "


Bang Hendra tertawa dan berkata, " Ok, aku ke minimarket depan sebentar. Setelah ini aku temani kamu siaran. "

__ADS_1


" Thank you, Abang ! " jawab Danisha singkat.


Danisha pun bersiap on air. Jemarinya telah siap dengan audio mixer dan microphone nya untuk on air.


" 86,7 DG FM assalamualaikum dan selamat siang DG Lovers... ketemu lagi sama Alma Danish di siang hari ini. Alma tunggu request dari kalian mulai sekarang ya... Alma akan temani kalian selama kurang lebih 2 jam buat muterin lagu-lagu kesukaan kalian. Please stay tune terus di 86,7 DG FM.


( Fader mic off perlahan bersamaan fader lagu on )


🎢🎢🎢


Tak pernah aku impikan


Betapa beratnya meruntuhkan hatimu


Lama sudah ku menunggu


Seutas harapan tulus cintamu


Tak pernah aku impikan


Betapa beratnya meruntuhkan hatimu


Lama sudah ku menunggu


Seutas harapan tulus cintamu


Takkan kutemui


Wanita sepertimu


Takkan kudapatkan


Rasa cinta ini


Kubayangkan bila engkau datang


Kupeluk bahagia kan aku


Kuserahkan seluruh hidupku


Menjadi penjaga hatimu


Sering kali kutemukan


Mahkota bertabur intan permata


Meski aku telah terbiasa


Tambatkan hatiku pada wanita oh


Takkan kutemui


Wanita sepertimu


Takkan kudapatkan


Rasa cinta ini


Kubayangkan bila engkau datang


Kupeluk bahagia kan aku


Kuserahkan seluruh hidupku


Menjadi penjaga hatimu


Kubayangkan bila engkau datang


Kupeluk bahagia kan aku


Kuserahkan seluruh hidupku


Menjadi penjaga hatimu


🎢🎢🎢


Danisha tersenyum tipis. Rasa rindu yang ada di hatinya kini bercampur rasa kecewa. Namun ia mencoba berdamai dengan waktu dan keadaan.


Lagu yang ia putar sebagai salam pembuka hampir berakhir, Danisha kembali bersiap untuk on air.


" Well, DG Lovers... Ari Lasso dengan Penjaga Hati baru saja Alma luncurkan sebagai lagu pembuka perjumpaan kita di siang hari ini. Masih di frekuensi 86,7 DG FM di program By Request. "


" Beberapa request by WhatsApp udah Alma terima ya... Hai, Anne ! Anne pengen banget denger lagu nya Frozen, Let It Go. Ok, Anne. Anne suka sama lagunya atau filmnya ? Pasti suka semuanya ya... Alma juga suka sama film Frozen dan lagunya... hehehe.... "


" Next, ada Nando yang request Just Give Me A Reason nya Pink feat. Nate Ruess. Kata Nando lagunya buat seseorang yang tersayang, yang lagi merajuk. Ehemm... Baiklah, Nando ditunggu yaa.. Ok, DG Lovers. Langsung 2 lagu meluncur buat Anne dan Nando, here they are.... "


( Fader lagu on perlahan bersamaan fader mic off )


🎢🎢🎢


The snow glows white on the mountain tonight


Not a footprint to be seen


A kingdom of isolation


And it looks like I'm the queen


The wind is howling like this swirling storm inside


Couldn't keep it in, heaven knows I've tried


Don't let them in, don't let them see


Be the good girl you always have to be


Conceal, don't feel, don't let them know


Well, now they know


Let it go, let it go


Can't hold it back anymore


Let it go, let it go


Turn away and slam the door


I don't care what they're going to say


Let the storm rage on


The cold never bothered me anyway


Let it go, let it go


Can't hold it back anymore


Let it go, let it go


Turn away and slam the door


🎢🎢🎢


Let It Go by Idina Menzel


Danisha menjauhkan microphone dari hadapannya. Lalu ia mempersiapkan CD iklan yang akan diputar.


Bang Hendra dan Kak Ella masuk ke ruang siaran dengan membawa beberapa snack.


" Wuiihhh... snack apaan ini, banyak banget. Hehehe... " kelakar Danisha.


" Nih buat kamu. Roti sisir kesukaan kamu kan ? Jangan sampai kamu pingsan lagi, " ujar Kak Ella tersenyum lebar pada Danisha.

__ADS_1


Danisha terkekeh menerima roti sisir dari Kak Ella.


" Thank you, Kak, " ucap Danisha.


" Gimana, Hen ? Dibalas tidak sama Mas Rendra, " tanya Kak Ella serius pada Bang Hendra.


Bang Hendra menggelengkan kepala tanda tidak. Sementara mulutnya sibuk mengecap makanan.


" Kak Ella udah coba nelpon ? " tanya Danisha.


" Ga ada respon. Uummm... Danish. Bukan aku ikut campur hubungan kalian. Tapi benar kalian tidak sedang berantem, kan ? Ini bukan Mas Rendra kek gini. Dia profesional dan bertanggung jawab. Baru kali ini dia ga ada kabar sama sekali sebegitu lamanya. Dihubungi pun ga ada respon. Sebenarnya aku mau menghubungi Pak Andre barangkali dia ada kasih kabar ke beliau. Tapi aku ga enak aja gitu, takut salah juga, " tutur Kak Ella.


" Kami ga ada masalah, Kak. Terakhir dia nelpon 3 hari lalu setelah itu ga ada kabar lagi. Terakhir dia bilang sibuk banget di Malang, itu aja, " jelas Danisha.


" Nanti deh, Kak. Aku cobanya nelpon ya... kelar siaran, " sahut Danisha kemudian.


" Iya, tolong ya Danish. Biar kita bisa prepare acaranya dengan rapi, lancar dan berakhir sukses, " tukas Kak Ella seraya menepuk bahu Danisha.


Danisha tersenyum dan mengangguk. Sedetik kemudian, ucapan terima kasih meluncur dari bibir koordinator penyiar itu. Setelahnya, Kak Ella pun keluar dari ruang siaran.


Sementara Bang Hendra masih betah menemani Danisha, sibuk dengan ponselnya.


Lagu Frozen telah berakhir dan Danisha memutar lagu request berikutnya


🎢🎢🎢


Right from the start


You were a thief, you stole my heart


And I your willing victim


I let you see the parts of me, that weren't all that pretty


And with every touch you fixed them


Now you've been talking in your sleep oh oh


Things you never say to me oh oh


Tell me that you've had enough


Of our love, our love


Just give me a reason, just a little bit's enough


Just a second we're not broken just bent, and we can learn to love again


It's in the stars, it's been written in the scars on our hearts


We're not broken just bent, and we can learn to love again


I'm sorry I don't understand


Where all of this is coming from


I thought that we were fine (Oh we had everything)


Your head is running wild again


My dear we still have everythin'


And it's all in your mind (Yeah but this is happenin')


You've been havin' real bad dreams oh oh


You used to lie so close to me oh oh


There's nothing more than empty sheets between our love, our love


Oh our love, our love


....Just Give Me A Reason by Pink feat. Nate Ruess....


🎢🎢🎢


******


Nada tunggu terdengar dari ponsel Danisha yang melakukan panggilan telepon pada Mas Rendra. Namun tak ada respon dari sang pemilik ponsel.


Danisha mendecih pelan.


Kamu kenapa sih, Mas. Kenapa kamu jadi kek gini, ga profesional. Kamu punya tanggung jawab di sini. Tolong jangan buat aku kecewa dan menyerah, batin Danisha.


Ia masih terus mencoba menelpon, entah sudah berapa kali panggilan.


Tiba-tiba ponsel Danisha berbunyi. Dengan cepat Danisha melihat layar ponselnya, Saka memanggil.


" Hello, Sweet Girl ! Aku udah di depan studio. Udah kelar kan ? "


" Hai, Ka. Udah sih, tapi masih ada yang harus aku kerjain sebentar. Kalo kamu terburu-buru, tinggal aja ga papa biar nanti aku naik ojek online, " ujar Danisha.


" Hey ! Ga ada yang terburu-buru. I'm free for you now. Ok, aku masuk aja ya.... "


" Baiklah. Kamu tunggu di ruang tamu ya.... "


" Ok ! "


Panggilan telepon ditutup.


Danisha menghampiri Bang Hendra di tempat duduknya.


" Bang ! No respond dari Mas Rendra. Pesan Bang Hendra udah dibacanya ? " tanya Danisha.


" Belum. Ya udahlah, Danish. Mau gimana lagi. Nanti coba lagi aja, " sahut Bang Hendra.


Danisha mengangguk, lalu ia berpamitan untuk pulang lebih dulu.


Di dalam mobil Saka, Danisha hanya diam. Saka menangkap kegelisahan di raut wajah gadis manis itu.


" Ada apa ? " tanya Saka menyelidik.


" Hmm... ga ada apa-apa. "


" Yakin ? "


" Iya. "


Ponsel Danisha berdering, ia langsung menggeser tombol hijau ponselnya ketika tahu siapa yang menelpon.


" Assalamualaikum, Mas. "


" Waalaikumsalam. Sayang, maaf ya... aku ga dengar panggilan telepon masuk tadi. Lagi di jalan, aku silent. "


" Ya udah. Mas udah baca pesan dari Bang Hendra dan Kak Ella ? Udah liat belum mereka menelpon berapa kali tapi Mas acuhkan ? " cecar Danisha, ia mulai kesal.


" Coba check dulu ponsel Mas, pesan WhatsApp dan panggilan masuk. Mereka nunggu respond Mas Rendra secepatnya. Udah dulu, assalamualaikum ! " Danisha mengakhiri percakapannya dengan raut cemberut, kesal hatinya. Ia pun menghela napasnya kasar, lalu menyandarkan kepalanya dengan tatapan ke samping jendela mobil.


Saka hanya diam melihat sikap Danisha. Banyak pertanyaan di kepala nya. Namun ia urungkan untuk bertanya. Sepertinya bukan urusannya. Hanya saja, ia tak suka melihat gadis kesayangannya bersedih dan marah.


Tbc


**Hey LOTA Lovers πŸ’žπŸ’ž


Saka mellow, yang nulis sambil denger lagunya, langsung melted hiks 🀧


Danisha mulai goyah 🀭


Mas Rendra nya mulai ga jelas πŸ€”


Thank you masih stay tune di LOTA


Banyak cinta dan sayang buat My LOTA Lovers πŸ’žπŸ’žπŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


Stay safe n healthy as alwaysπŸ€—πŸ˜˜**


__ADS_2