Love On The Air

Love On The Air
Eps 9 Sungguh Luar Biasa


__ADS_3

Pagi ini, Danisha sudah siap berangkat untuk siaran menggantikan Bang Hendra yang sedang ada urusan mendadak. Padahal seharusnya hari Kamis ini ia off siaran. Untung saja tidak ada jam kuliah hari ini. Jadi tidak ada masalah bila harus menggantikan jam siaran Bang Hendra.


Danisha juga sudah siap dengan konsep acara Hari Jadi DG FM yang diminta Mas Rendra. Semalam, setelah kepulangan Saka, ia mulai mempersiapkannya. Ia akan sampaikan ide nya itu kepada Kak Ella dan Bang Hendra terlebih dulu.


Danisha sedang menata roti tawar selai ke dalam kotak bekalnya. Ia juga membuat jus jambu merah dan sudah ia tempatkan di tumbler miliknya. Ia menyiapkan 2 kotak bekal roti tawar selai dan 2 tumbler jus jambu merah. Kemudian bekal itu ia masukkan ke dalam paper bag. Bekal itu akan ia bagi dengan Saka yang akan mengantarnya ke studio DG FM.


Danisha melihat jam yang melingkar di tangannya, jam 06.30. Sebentar lagi Saka pasti datang menjemputnya. Ia pun bersiap dengan tas dan paper bag bekal di tangannya.


Danisha menghampiri Bunda yang juga bersiap-siap hendak berangkat ke toko kuenya.


" Bunda berangkat sekalian aja sama Danish dan Saka ya Bun, " kata Danisha mengajak Bunda nya berangkat bersama.


" Kamu dan Saka ga telat nanti ? " tanya Bunda.


" Ya enggaklah Bun, kan searah. "


" Eh iya ya.. hehehe.." Bunda terkekeh menyadari kalo jalan ke toko kue nya searah dengan tempat tujuan putrinya.


Tak berapa lama terdengar suara klakson mobil di depan rumah.


Mereka pun segera bergegas keluar untuk berangkat karena Saka sudah datang menjemput.


Sebelum benar-benar pergi, Danisha mengunci pintu rumahnya. Tak lupa, ia juga menutup pintu pagarnya.


Saka terlihat keluar dari mobil begitu ia melihat sosok Bunda dari kaca spion mobilnya.


" Assalamualaikum, Bunda, " Saka memberi salam seraya mencium tangan Bunda.


" Waalaikumsalam, Saka, " jawab Bunda tersenyum.


" Maaf ya, Bunda numpang sampai toko. Ga apa-apa ? " tanya Bunda kemudian.


" Bunda ini.. seperti sama siapa aja. Tentu saja ga jadi masalah, Bun, " ucap Saka terkekeh pelan.


Saka pun membuka pintu mobil, mempersilahkan Bunda masuk. Kemudian Bunda pun masuk ke mobil dan duduk di bangku belakang.


Sementara Danisha langsung masuk dan duduk di bangku depan sebelah bangku pengemudi


Setelah kedua perempuan itu sudah duduk di dalam mobil, Saka pun masuk ke dalam mobil dan segera menyalakan mesinnya, sesaat setelah seat belt sudah terpasang, ia pun melajukan mobilnya menembus jalanan kota yang mulai padat. Jam 07.00 tepat, saat mereka meninggalkan rumah Danisha.


" Bunda langsung ke toko kue atau barangkali mau diantar kemana dulu Bun ? " tanya Saka membuka obrolan di dalam mobil.


" Langsung ke toko aja, Ka, " jawab Bunda tersenyum lembut. Saka yang melihat Bunda tersenyum dari kaca spion pun ikut tersenyum pula. Senyum Danisha rupanya diturunkan dari Bunda yang juga memiliki lesung pipi, meskipun hanya di salah satu pipinya. Saka baru menyadari saat itu.


" Baik, Bunda. Langsung meluncur ke toko, " sahut Saka dengan senyuman lebar.


Danisha yang melihat sikap Saka seketika tertawa. Lalu, ia mengambil paper bag berisi bekal yang dibawanya tadi.


" Sebagai bayaran karena kita menumpang di mobil ini, nih ada roti tawar selai kacang dan coklat kesukaan kamu. Juga jus jambu merah sebagai pelengkapnya, " kata Danisha riang.


" Yeaaayyyy... beneran nih buat aku. Buat kamu sendiri ? " Saka kegirangan mendapatkan roti tawar selai kacang dan coklat, serta jus jambu merah dari Danisha.


" Ini udah ada di dalam sini, " ujar Danisha sambil menunjukkan paper bag di tangannya.


" Kebetulan aku belum sarapan, hehehe.." sahut Saka.


" Eh, toko kue Bunda belum terlewat kan ya ? " Saka bertanya sambil melambatkan mobilnya


Bunda pun tersenyum dan berkata, " Itu masih di depan setelah perempatan ya.. "


" Siap, Bunda. "


" Kalian turun sebentar ya.. Bunda mau menitipkan sesuatu untuk mama nya Saka, " ujar Bunda kemudian.


Saka pun melambatkan kecepatan mobilnya setelah melewati perempatan yang ditunjuk Bunda tadi dan melihat sebuah papan nama toko kue " D & K Bakery " di sebelah kiri jalan.


Mobil Saka berhenti tepat di depan toko kue milik Bunda. Setelah Saka dengan sempurna memarkirkan mobilnya, mereka pun turun bersamaan.


Bunda masuk ke toko kue nya, di dalam sudah ada Tria dan Nina yang sedang merapikan toko dan menata kue-kue serta aneka dessert ke dalam display rack.


" Assalamualaikum, " salam Bunda, Danisha dan Saka bersamaan.


" Waalaikumsalam, Bunda, " jawab Tria dan Nina tersenyum.


" Adik kamu udah sehat, Tria ? Kok kamu masuk kerja, " tanya Bunda.


" Sudah Bunda, sudah pulang ke rumah kemarin sore, " jawab Tria.


" Alhamdulillah, syukurlah kalo begitu. Oh ya Nina, di kulkas belakang masih ada puding mangga yang Bunda bikin kemarin sore kan ? " tanya Bunda kepada Nina


" Masih, Bun, " jawab Nina


" Danish, Saka.. tunggu sebentar ya Bunda ambilkan pudingnya, " kata Bunda bergegas ke belakang mengambil puding mangga dari dalam kulkas yang ada di dapur toko.


Danisha dan Saka mengangguk ke arah Bunda.


" Duduk dulu Ka, " Danisha mempersilahkan Saka untuk duduk di bangku dekat pintu masuk.


" Ok ! " jawab Saka


Tak lama, Bunda keluar membawa sebuah kotak yang berisi puding mangga.


" Ini pudingnya, Danish. Biar dibawa Saka buat mama nya, " ujar Bunda.


Danisha menerima kotak puding itu dengan tersenyum lebar dan berkata, " Iya Bun beres. "


" Bunda nih repot banget, terima kasih ya Bun. Nanti Saka sampaikan ke mama deh. Sekali lagi terima kasih banyak Bunda, " ucap Saka sambil tersenyum senang.


" Ya udah, ga repot kok. Salam buat mama ya.. Udah gih, kalian berangkat, " Bunda berkata sambil memegang lengan Saka dan tersenyum.


" Kami pamit ya Bun, assalamualaikum.." pamit Saka dan Danisha mencium tangan sang Bunda.


" Kalian hati-hati ya.. " pesan Bunda.


Danisha menengok ke arah Bunda, menganggukkan kepalanya sambil melambaikan tangannya.


********


Setelah 15 menit perjalanan dari toko kue Bunda, mereka pun sampai di studio radio DG FM. Saka menepikan mobilnya tepat di depan gedung studi DG FM.


Saka meraih tumbler yang berisi jus jambu yang diletakkan Danisha di dekat hand rem mobil. Lalu meneguknya hingga habis setengahnya.


" Segarnyaaa... thanks ya Danish. Enak dan perutku langsung kenyang, " ucap Saka tersenyum.


Danisha menggelengkan kepalanya, tersenyum memamerkan lesung pipinya sambil melihat Saka.


" iyaa.. jangan lupa dihabiskan, roti tawar selai nya juga dimakan ya.. " kata Danisha mengingatkan.


" Beres kalo itu, hehehe.. " kekeh Saka.


" Jangan lupa kabari kalo udah selesai, nanti aku jemput, " ujar Saka kemudian.


" Iya Ka, thanks ya dah diantar. Aku masuk dulu ya, " kata Danisha sambil membuka pintu mobil untuk turun.


Setelah berpamitan, Saka melajukan mobilnya pulang ke rumah terlebih dulu sebelum ke kantor WO kakaknya.


Pukul 07.45 tepat Danisha absen masuk. Ia harus segera bersiap untuk on air jam 08.00.


Saat ini, Renata yang sedang bercuap-cuap di udara. Tangan Danisha melambai ke arah Renata yang melihatnya dari dalam ruang siaran yang sebagian berdinding kaca lebar. Renata pun membalas lambaian Danisha sambil tersenyum.


Seperti biasa, Danisha ke ruang penyiar dan melihat white board iklan, mencatat iklan yang harus diputar.


Pagi ini selama 2 jam ia akan on air menawarkan beberapa barang dan jasa di acara Sell & Buy.


Tiba-tiba Kak Ella masuk ke ruangan itu.


" Lho Danish, udah lama datang ? " tanya Kak Ella.


" Barusan Kak. Kak Ella udah lama datang ? "


" Seperti biasa, jam 07.00 aku udah disini. Kan berangkat sama Mas Arvin, jadi musti pagi, hehehe.."


" Iya Kak, mau gimana lagi yaa.. menghemat ongkos transport, hehehe.. " timpal Danisha sambil terkekeh.


" Gimana, kamu udah enakan ? Ga pusing lagi ? Tadi naik motor sendiri atau diantar Saka ? "


Danisha terkekeh, " Satu-satu dong Kak nanya nya, hehehe.."

__ADS_1


" Oops sorry hehehe.. " Kak Ella terkekeh sambil menutup mulutnya.


" Aku udah enakan kok Kak. Tadi diantar Saka. Kak Ella tau sendiri gimana Saka, ga suka penolakan, " jawab Danisha dengan mulut yang mengerucut.


" Iya tau kok, Saka itu anaknya perhatian banget, Danish. Sama kek kakaknya, baik banget. By the way, nanti aja lah ngobrolnya dilanjut setelah kamu selesai on air, " kata Kak Ella kemudian mengingatkan Danisha yang harus bersiap siaran.


" Ah iya Kak, aku tinggal dulu ya.. " Danisha pun segera bergegas ke ruang siaran untuk bersiap on air.


Renata yang sudah bersiap menuntaskan siaran paginya, tersenyum pada Danisha sambil berkata, " Gantiin Bang Hendra ya.. kemarin Bang Hendra minta tolong supaya aku lanjut siaran gantiin dia. Sayangnya aku ada urusan ke kampus setelah ini, jadi ga bisa lanjut. Sorry ya Nish, harusnya kamu off hari ini. "


" Ga masalah kok Ren, aku juga sedang free hari ini. Ga ada kuliah, jadi aku bisa gantiin jamnya Bang Hendra. Kita tukar jam siaran kok, besok ganti aku yang libur dan Bang Hendra yang siaran, " ujar Danisha santai.


" Iya Danish. Aku duluan ya.. mau ke kampus ketemu dosen dulu, nanti begitu urusan kampus selesai aku langsung balik kesini lagi. Ini form on air list nya aku letakkan di sini ya, Nish, " kata Renata sambil meletakkan form on air list di meja dekat rak CD.


" Ok, Ren. Thank you dan hati-hati di jalan ya.. "


Renata tersenyum sambil mengacungkan ibu jarinya ke arah Danisha dan bergegas keluar ruang siaran.


Sedangkan Danisha sudah bersiap memulai siarannya.


Sebelum memberikan salam pembuka, ia memutarkan sebuah lagu terlebih dulu.


( Fader lagu on, fader mic off )


🎢🎢🎢


Dua tiga kapal belayar di samudera


Ayo sahabatku kita bergembira


Bermain bernyanyi bersama


Menikmati indahnya dunia


Kerna


Sahabat untuk selamanya


Bersama untuk selamanya


Kau dan aku sahabat


Untuk selamanya setia


Berakit-rakit kita ke hulu


Berenang-renang kita ke tepian


Kita berbeda


Untuk saling mengisi


Segala kekurangan kita menjadi


Sahabat untuk selamanya


Atasi semua perbedaan


Kau dan aku sahabat


Untuk selamanya


Selama-lamanya setia


Tiada bukit yang terlalu tinggi


Untuk kita daki bersama


Dan tak ada laut yang terlalu dalam


Untuk diselami


Sahabat untuk selamanya


Bersama untuk selamanya


Kau dan aku sahabat


Untuk selamanya


( Fader lagu off perlahan bersamaan fader mic on )


" Assalamualaikum DG lovers.. hai hai selamat pagi semuanya. Ketemu lagi bareng Alma Danish di Sell & Buy 86,7 DG FM pagi ini. Selama 2 jam ke depan, kalian bisa menawarkan barang dan jasa kalian disini bersama Alma. Baiklah DG lovers, Padi sudah membuka perjumpaan kita. Sahabat itu emang the best yaa.. Alma yakin kalian semua pasti punya sahabat kan.. baik-baiklah kalian semua dengan sahabat kalian, tetap selalu bersama selamanya seperti Alma disini yang selalu menjadi sahabat kalian di udara hehehe.. Langsung aja Alma akan menawarkan beberapa barang dari DG lovers yang sudah masuk list di DG FM. "


Danisha pun mulai membacakan beberapa penawaran barang dijual dari pendengarnya. Ada empat barang pertama yang ditawarkan pagi itu. Selain sebuah mobil bekas, ada tiga buah handphone bekas dengan spesifikasi berbeda dan juga berbeda merk.


" Ok DG lovers, masih ada kesempatan buat kalian yang ingin menawarkan barang dan jasa kalian di Sell & Buy hari ini. Alma tunggu di 08133xxxxxxx. Sekarang kita dengerin lagu dulu ya.. stay tune terus disini bareng Alma dan tetap semangat.. "


( Fader mic off bersamaan fader lagu on )


🎢🎢🎢


Pagi telah pergi


Mentari tak bersinar lagi


Entah sampai kapan


'Ku mengingat tentang dirimu


'Ku hanya diam


Menggenggam menahan


Segala kerinduan


Memanggil namamu


Di setiap malam


Ingin engkau datang


Dan hadir di mimpiku


Rindu


Dan waktu 'kan menjawab


Pertemuanku dan dirimu


Hingga sampai kini


Aku masih ada di sini


'Ku hanya diam


Menggenggam menahan


Segala kerinduan


Memanggil namamu


Di setiap malam


Ingin engkau datang


Dan hadir di mimpiku


Rindu


.......🎢🎢🎢


( Fader lagu off perlahan bersamaan fader mic on )


" Masih di Sell & Buy 86,7 DG FM bareng Alma. Jam 08.25 menit saat ini DG lovers, di luar cuacanya cerah meriah dan hari terus beranjak siang. Masih banyak kesempatan buat kalian menawarkan segala bentuk barang dan jasa disini yaa.. Berikutnya yang akan Alma tawarkan ini ada sebuah rumah dijual tipe 36 full bangunan atap galvalum dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, dapur dan garasi, udah berpagar. Rumah minimalis ya DG lovers, di kawasan perumahan S, harga lima ratus juta masih bisa nego. Yang ingin beli rumah, ini bisa buat bahan pertimbangan kamu ya.. kalo minat segera hubungi 08213xxxxxxx.


Sementara Danisha masih menawarkan beberapa barang secara on air, di sebuah rumah yang terletak di kawasan perumahan elit, seorang wanita paruh baya sedang berbincang dengan anak lelaki satu-satunya.

__ADS_1


" Ini Bundanya Danish repot banget kirimin Mama puding segala. Kamu udah bilang terima kasih kan, Ka, " kata Bu Dinda, mamanya Saka.


" Ish, Mama ini ! Ya pasti udah lah ya.. anak kecil aja tau Ma, kalo habis dikasih sesuatu itu harus bilang terima kasih, " sungut Saka.


" Yaa kirain aja kamu lupa karena buru-buru ngantar Danish, " gurau Bu Dinda dengan senyum menggoda ke arah Saka.


" Kamu juga jangan kelamaan bilang ke Danish, entar keburu disambar cowok lain, " lanjut Bu Dinda masih menggoda Saka.


" Mama apaan sih ! Udah ah Saka mau ke kantor Kak Sandra, " ujar Saka kesal dan bergegas keluar pergi ke kantor kakaknya. Ia sudah berjanji kepada Kak Sandra kemarin untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.


Bu Dinda terkekeh melihat sikap anaknya.


Saka.. Saka.. sampai kapan kamu akan diam begitu, gumamnya dalam hati sambil menghela napas.


*******


Saka dalam perjalanan menuju ke kantor Kak Sandra. Di dalam mobil, ia nyalakan radio dan tepat terdengar suara Danish yang sedang siaran di channel 86,7 DG FM


" Baik DG lovers, keknya Alma harus putar lagu dulu deh biar kalian ga bosan dengerin Alma ngomong. Well.. tetap stay tune di 86,7 DG FM. Yang suka dengan lagu ini, kalian memang luar biasa.. Cinta Luar Biasa dari Andmesh..


( Fader mic off, fader lagu on )


🎢🎢🎢


*Waktu pertama kali


Kulihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar


Suara indah menyapa


Geloranya hati ini tak kusangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Hari-hari berganti


Kini cinta pun hadir


Melihatmu, memandangmu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Oh-ho huu*


.........🎢🎢🎢🎢


Ah, Danish. Kamu memang luar biasa buat aku yang biasa. Setiap bersamamu selalu buatku bersemangat. Setiap mendengar suaramu dan melihat senyummu, hati berasa hangat, gumam Saka dalam hati sambil senyum-senyum sendiri di dalam mobil. Kemudian ia teringat roti tawar selai yang dibuatkan Danish untuknya pagi tadi. Diambilnya kotak bekal itu yang diletakkan di dalam laci dashboard mobilnya. Ia makin tersenyum lebar melihat kotak bekal berwarna kuning di tangannya itu.


Kembali ke studio radio Dirgantara FM.


Selama lagu Andmesh diputar, Danish membuka handphone nya. Ada 2 panggilan tak terjawab dari Distha. Lalu dibukanya aplikasi WhatsApp, ada beberapa pesan masuk diantaranya dari Distha dan Prasta. Ia tersenyum dan membalas pesan kedua sahabatnya itu.


Ketika lagu Cinta Luar Biasa hampir habis, ia meletakkan benda pipih berwarna biru metalik itu di laci bawah meja yang ada di sudut ruangan itu. Diraihnya tumbler berisi air mineral hangat lalu diteguknya untuk membasahi tenggorokannya yang mulai terasa kering.


Setelahnya, Danisha bersiap memutar lagu berikutnya dan kemudian giliran spot iklan


🎢🎢🎢


Pernah aku jatuh hati


Padamu sepenuh hati


Hidup pun akan 'ku beri


Apapun kan 'ku lakui


Tapi tak pernah 'ku bermimpi


Kau tinggalkan aku pergi


Tanpa tahu rasa ini


Ingin rasa 'ku membenci


Tiba-tiba kamu datang


Saat kau telah dengan dia


Semakin hancur hatiku


Jangan datang lagi cinta


Bagaimana aku bisa lupa


Padahal kau tahu keadaannya


Kau bukanlah untukku


Jangan lagi rindu cinta


'Ku tak mau ada yang terluka


Bahagiakan dia aku tak apa


Biar aku yang pura-pura lupa


Ooh-ooh-ooh


.........🎢🎢🎢


( Spot Iklan )


Danisha sesaat tertegun mendengar lagu yang baru saja ia putar, Pura Pura Lupa yang dinyanyikan Mahen.


Tiba-tiba ia teringat Saka. Apakah saat ini Saka mendengarkan ia on air ? Jika ya, pasti ia mendengar lagu ini. Ia baru tersadar jika lagu ini seperti cerminan permasalahan yang sedang Saka hadapi. Meskipun Danisha belum seluruhnya tau apa yang sebenarnya Saka alami beberapa tahun yang lalu.

__ADS_1


Tbc


**Hellowww beloved readers.. ❀️❀️ maafkan author kali ini tulisan agak berantakan karena kondisi yang lagi ga fit. Author tetap berharap moga aja eps kali ini masih bisa diterima ya....😘😘


__ADS_2