
Danisha sudah bersiap di ruang siaran untuk menggantikan Mala yang bertugas sebelumnya. Beberapa lagu sudah ia siapkan untuk diputar di siang menjelang sore itu.
" Hai, Dek ! "
Danisha menoleh pada orang yang menyapanya, lalu tersenyum simpul.
" Hai, Bang ! Kirain dah pulang, " ujar Danisha sambil meletakkan headset di kepalanya.
" I'm free man, Dek. Anak kost, ga ada pula yang nyari, " Bang Hendra terkekeh menanggapi ucapan Danisha.
Danisha pun ikut terkekeh mendengar ucapan Bang Hendra. Selalu menyenangkan berbicara dengan Bang Hendra. Danisha seolah menemukan seorang kakak yang selalu bersedia mendengarkan cerita dan keluh kesahnya. Baru sebulan yang lalu, hubungan Bang Hendra dengan kekasihnya yang telah terjalin selama 3 tahun berakhir karena perjodohan orang tua. Bang Hendra lebih memilih untuk mengalah, ia melepaskan kekasihnya yang sebenarnya masih mencintainya.
Perjodohan. Danisha teringat seseorang.
" Hey ! Kok ngelamun, sih ! Tuh, lagunya udah mau habis, " Bang Hendra menepuk bahu Danisha, menyadarkan gadis itu dari lamunannya.
Danisha tersenyum lebar sambil mengedipkan sebelah mata bulatnya pada Bang Hendra.
" Eh ? Beraninya begitu ga ada pangerannya. Coba sih kalo ada, berani kamu, Dek ? " ledek Bang Hendra dengan tawa lebarnya.
Danisha tertawa terbahak sembari mengacungkan 2 jarinya tanda damai.
Bang Hendra menggelengkan kepala sembari terkekeh.
Danisha sudah bersiap di depan mikrofon hendak menyapa para pendengar radio DG FM. Namun sebelumnya, ia memutar jingle radio DG FM sebagai pergantian segmen acara.
πΆπΆ Jingle Radio DG FM πΆπΆ
" Assalamualaikum, DG Lovers... siang menjelang sore yaa... bahagia banget hari ini Alma Danish temani kalian masih di frekuensi 86,7 DG FM. Uummm... mau request lagu ? Boleh dong, buruan mainkan jari kalian di ponsel masing-masing, kirim request kalian ke WhatsApp DG FM 08133xxxxxxx. Sebagai awal sua kita, Alma hadirkan lagu ini buat DG Lovers yang selalu setia di frekuensi ini, kita adalah 'Teman Bahagia'.... "
( Fader mic off perlahan diikuti fader lagu on )
πΆπΆ
Takkan pernah terlintas
Tuk tinggalkan kamu
Jauh dariku, kasihku
Karena aku milikmu
Kamu milikku
Separuh nyawaku
Hidup bersamamu
Berdua kita lewati
Meski hujan badai takkan berhenti (takkan berhenti)
Sehidup semati
Mentari pun tahu
Kucinta padamu
Percaya
Aku takkan ke mana-mana
Aku kan selalu ada
Temani hingga hari tua
Percaya
Aku takkan ke mana-mana
Setia akan kujaga
Kita teman bahagia
Takkan pernah kulupa
Kamu yang kucinta
Dari ujung kaki
Hingga ujung kepala
Aku ingin kamu
Kamu yang kumau
Belahan jiwaku
Kamu masa depanku
Berdua kita lewati
Meski hujan badai takkan berhenti
(Takkan berhenti)
Sehidup semati
Mentari pun tahu
Kucinta padamu
Percaya
Aku takkan ke mana-mana
Aku kan selalu ada
Temani hingga hari tua
Percaya
Aku takkan ke mana-mana
Setia akan kujaga
Kita teman bahagia
(Teman bahagia)
Ho-oo-oo
(Setia kan kujaga kita teman bahagia)
πΆπΆ
Seseorang mengetuk jendela kaca ruang siaran. Bang Hendra yang sedari tadi berada di dalam ruang siaran menemani Danisha, beranjak dari kursinya. Sementara Danisha masih sibuk menyiapkan lagu-lagu yang akan diputar selanjutnya.
" Ada apa, Tom ? " tanya Bang Hendra pada Tomi yang mengetuk jendela kaca tadi.
" Ada kiriman buat Mbak Danish. Sepertinya makanan, Bang, " jawab Tomi.
" Mana ? Di luar ? " tanya Bang Hendra sembari keluar studio.
Dilihatnya seseorang memakai helm dan jaket hijau seragam dari aplikasi pesan antar online.
" Maaf, Mas. Ini ada kiriman buat Mbak Danisha, dari Saka, " kata si Pengantar pesanan.
" Owh, iya Mas. Saya terima ya, Mbak Danisha nya lagi sibuk, " ujar Bang Hendra.
" Iya, maaf dengan Mas siapa ya ? " tanya si Pengantar makanan.
" Saya Hendra, Mas. Terima kasih, " jawab Bang Hendra.
" Baik, Mas. Terima kasih, saya permisi, " pamit si Pengantar makanan sembari tersenyum ramah.
Bang Hendra membalas dengan menganggukkan kepala dan tersenyum pada si Pengantar makanan.
Setelahnya, Bang Hendra kembali masuk ke dalam studio dan langsung masuk ke ruang siaran.
Danisha telah melepaskan headset di kepalanya. Ia melihat Bang Hendra yang membawa paper bag berukuran lumayan besar dengan tatapan heran.
" Apa tuh, Bang ? " tanya Danisha.
" Buat kamu, nih ! " ujar Bang Hendra meletakkan paper bag itu ke atas meja kecil di sebelah meja CD player.
Danisha menautkan kedua alis cantiknya, penasaran.
" Serius ini buat aku ? Dari siapa ? " tanya Danisha.
__ADS_1
Bang Hendra tersenyum simpul, " Kamu buka dan liat sendiri dong, dari siapa dan apa isinya. "
" Iya, nanti deh ! " sahut Danisha.
Kemudian ia kembali memakai headset di kepalanya, bersiap untuk on air.
πΆπΆ Jingle Radio DG FM πΆπΆ
" Alma Danish masih di sini ya, DG Lovers... Mau request lagu kesukaan, lagu kenangan, yuk buruan kirim request kalian ke WhatsApp DG FM ya... Pengen request on air juga boleh kok. Baiklah, thank you buat Ririn di suatu tempat di belahan bumi Nusantara. Wow ! Nusantara ini terdiri dari beriba-ribu pulau lho ! Kamu di sebelah mananya ? Hehehe... Ririn bisa aja ya... Kak Alma, tolong puterin Westlife dong, I Lay My Love On You. Ok, Ririn, cekidot yaa.... "
( Fader lagu on dan fader mic off perlahan )
πΆπΆ
Just a smile and the rain is gone
Can hardly believe it (yeah)
There's an angel standing next to me
Reaching for my heart
Just a smile and there's no way back
Can hardly believe it (yeah)
But there's an angel and she's calling me
Reaching for my heart
I know, that I'll be ok now
This time it's real
I lay my love on you
It's all I want to do
Every time I breathe I feel brand new
You open up my heart
Show me all your love, and walk right through
As I lay my love on you
I was lost in a lonely place
Could hardly believe it (yeah)
Holding on to yesterdays
Far, far too long
Now I believe it's okay cause
This time it's real
I lay my love on you
It's all I want to do
Every time I breathe I feel brand new
You open up my heart
Show me all your love, and walk right through
As I lay my love on you
πΆπΆ
Danisha melepas headset nya. Dilihatnya Bang Hendra sedang sibuk dengan ponselnya. Raut wajahnya terlihat serius. Sesekali bibirnya menyunggingkan senyum kecil.
Danisha mengambil ponsel yang ia letakkan di laci meja CD player. Terlihat di layar ponselnya beberapa pesan dari Saka dan Tante Dinda. Danisha tersenyum mengingat perhatian yang diberikan kedua orang Ibu dan anak ini kepada dirinya.
" Buruan dibuka dan dimakan kiriman makanannya, Dek. Keburu dingin ga enak, lho ! Jangan telat makan, " Bang Hendra mengingatkan Danisha untuk segera memakan makanan yang telah dikirim oleh Saka. Kekasih gadis di hadapannya itu baru saja mengirimkan pesan kepadanya untuk mengingatkan Danisha supaya segera memakan makanan yang dikirimkannya.
" Iya, Bang. Aku tadi udah makan roti kok, " ujar Danisha.
Bang Hendra berdecak pelan sembari bangkit dari kursinya, berjalan ke meja kecil tempat ia meletakkan paper bag berisi makanan tadi. Tangannya meraih paper bag tersebut, lalu membuka dan mengeluarkan semua isinya.
Danisha seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Bang Hendra menyodorkan sekotak sushi padanya. Matanya juga melihat 2 kotak lainnya di meja kecil itu.
" Ayo segera makan. Saka yang mengirimkan ini semua buat kamu, katanya kamu belum makan siang tadi. Mumpung masih hangat, " ujar Bang Hendra membujuk Danisha.
" Saka ? Saka yang mengirim ini semua, Bang ? " tanya Danisha.
" Iya, Saka, pangeranmu. Kenapa sih ? Bukannya dia sering kirim makanan ke sini buat kamu ? " tanya balik Bang Hendra dengan raut keheranan.
" Kenapa ya Bang, dia selalu tau seleraku, apa yang aku inginkan dan apa yang aku butuhkan. Dia selalu bisa menebak isi hati dan kepalaku, " kata Danisha dengan mata berbinar.
Bang Hendra tersenyum lebar mendengar perkataan Danisha.
" Saka sangat mencintai kamu, Dek. Ayo dimakan. Itu masih ada sekotak sushi lagi dan satunya lagi salad buah, " tutur Bang Hendra.
" Kita makan bareng yuk, Bang. Banyak banget lho ini, " ajak Danisha sembari mengambil sepasang sumpit yang menempel di atas tutup kotak sushi tersebut. Ia berikan pada Bang Hendra dan diambilnya sepasang sumpit satu lagi untuk dirinya.
Setelahnya kedua orang itu asyik menikmati sushi pemberian Saka.
******
Ponsel Danisha berbunyi, tanda pesan baru masuk. Tangan Danisha masih sibuk mengutak-atik tombol keyboard komputer yang menampilkan play list lagu. Ia sedang mencari sebuah lagu yang di request oleh salah satu DG Lovers yang merupakan lagu terakhir di jam siarannya yang akan berakhir 20 menit lagi. Dan kini ia sudah menemukannya.
Lagu dari Ardhito Pramono, Bitterlove, yang diputarnya terdengar manis dan jazzy di telinganya.
Ia tersenyum senang dan mengambil ponselnya. Lagi-lagi pesan dari pangeran hatinya. Sedari tadi pangerannya mengirim pesan permintaan maaf karena kejadian siang tadi di dalam mobil sewaktu perjalanan menuju studio DG FM, yang diakhiri dengan pernyataan cinta sang Pangeran pada dirinya.
Dibukanya pesan kesekian kali dari pangeran pemilik hatinya.
My Prince
" Maaf, maaf dan maaf ! My Bee, masih marah ? Udahan marahnya ya, Bee... Aku beneran ga bisa bernapas kalo kamu marah, Bee. I love you with every single beat in my heart, Bee. Balas pesanku ya, Bee. Jangan buat jantungku berhenti berdetak saat ini. I love you more more & more ππππ. "
Danisha menghela napasnya, tersenyum membaca kata demi kata yang dikirim oleh pangeran pemilik hatinya.
Lesung pipinya yang dalam tercetak indah membingkai wajah cantiknya.
Sejurus kemudian, Danisha memainkan jemari tangannya di ponsel miliknya, membalas pesan dari pangerannya dan segera menekan tombol send.
Selanjutnya, ia kembali bersiap di depan mikrofon untuk mengakhiri tugas on air nya hari ini.
πΆπΆ Jingle Radio DG FM πΆπΆ
( Fader lagu off perlahan diikuti fader mic on )
" 86,7 DG FM... Baiklah, DG Lovers, sepertinya Alma harus segera pamit. Ada Renata yang akan gantiin Alma ya... Kalian masih boleh request lagu, kirim tips atau curhat sama Renata, hehehe... Ok, DG Lovers, satu lagu terakhir yang di request seseorang akan Alma putar sebagai penutup kebersamaan kita selama kurang lebih 2 jam. Ini lagu berbahasa Jepang yang sendu, syahdu dan mendayu, Rainy Blue versi Onew and Taemin... Banyak terima kasih, cinta dan sayang untuk kalian, see yaa... selamat sore dan wassalamu'alaikum.... "
πΆπΆ
Hito kage mo mienai gozen rei ji
- I can't see anybody at midnight -
Denwa BOX no soto wa ame
- It's raining outside of the telephone box -
Kakenareta daiaru mawashikakete
- Before I finished dialing a familiar phone number -
Futo yubi wo tomeru
- I stopped my finger -
Tsumetai ame ni utarenagara
- Being wet in the coldο»Ώ rain -
Kanashii monogatari omoidashita
- I remembered a sad story -
Anata no kaeri michi kousaten
- On your way to home, at the intersection -
Futo ashi wo tomeru
__ADS_1
- Only I stopped walking -
Rainy blue mou owatta hazu nanoni
- Rainy blue I know it's over though
Rainy blue naze oikakeru no
- Rainy blue Why am I still chasing
Anata no maboroshi kesu you ni
- Like I'm trying to erase the phantom of you -
Watashi mo kyou wa sotto ame
- Today it's raining quietly again -
Ikisugiru kuruma no heddo raito ga
- Headlights passing byο»Ώ me
Hitori botchi no kage o tsukuru
- Are making shadows of only me -
Anata no shiroi kuruma sagashikakete
- I began searching for your white car -
Futo hitomi o fuseru
- But I stopped and cast my eyes down soon -
Rainy blue mou owatta hazu nanoni
- Rainy blue, I know it's over though -
Rainy blue itsumade oikakeru no
- Rainy blue, why am I still chasing -
Anata no maboroshi kesu you ni
- Like I'm trying to erase the phantom of you -
Watashi mo kyou wa sotto ane
- Today it's raining quietly again -
πΆπΆ
Danisha menghela napas lega, tugas siaran hari ini telah usai. Ia tersenyum melihat Renata yang sudah berada di ruang siaran yang akan menggantikannya bertugas 2 jam ke depan.
" Hai, Ren. Apa kabarmu ? " sapa Danisha.
Renata tersenyum tipis.
" Baik, Danish, " jawab Renata singkat, raut wajahnya terlihat tak bersemangat. Lagu yang diputar Danisha mengingatkannya pada seseorang. Helaan napasnya terasa berat.
" Kamu masih sayang Prasta kan, Ren ? Kenapa kamu membiarkan dia pergi ? " tanya Danisha.
Renata yang sudah duduk di kursi penyiar sembari check suara sebelum benar-benar on air, seketika melihat Danisha yang berdiri tepat di sampingnya.
" Dia yang pergi dariku, Danish. Kamu tau itu, " ucap Renata pelan, menjeda kalimatnya sebelum kemudian melanjutkan kembali ucapannya.
" 5 bulan aku menunggunya. Tidak satu pun pesanku ia balas. Sekalipun ia tak pernah balik menelponku saat panggilan teleponku tak ada jawaban darinya. Aku lelah dengan semua usahaku untuk tak membiarkannya pergi. "
Danisha menghela napasnya. Ia tersenyum dan mengusap punggung Renata, memahami apa yang dirasakan oleh teman seprofesinya.
" Semua akan baik-baik aja, Ren. Yang sabar, ya... Maafkan kami yang tak bisa banyak membantu, " ucap Danisha lembut.
" Ok, jangan sedih. Waktunya on air, lagunya mau habis tuh ! " ujar Danisha kemudian, tersenyum lebar pada Renata.
Renata pun balas tersenyum dan mengangguk.
" Thank you, Danish. "
" Aku keluar dulu ya... sekalian aku pamit pulang, " ujar Danisha.
Renata mengacungkan jempolnya. Ia segera bersiap untuk on air.
*******
Saka keluar dari ruangan kerjanya. Ia berjalan ke ruangan kerja Pak Rahmat, Papanya, hendak berpamitan pulang. Namun, di depan pintu ruangan kerja Pak Rahmat, ia melihat sang Papa yang baru saja keluar dan menutup pintu ruangannya.
" Pa, " Saka menghampiri sang Papa.
Pak Rahmat menghentikan langkahnya.
" Saka pulang dulu ya.... " pamit Saka sembari mencium punggung tangan sang Papa.
" Ok, hati-hati nyetirnya. Mau jemput Danisha, kan ? "
" Iya, dong ! Udah ya, Pa. Udah telat, nih ! " sahut Saka sembari membalikkan badan, pergi terburu-buru.
Pak Rahmat menggelengkan kepala melihat sikap putra satu-satunya.
Saat baru saja masuk ke dalam mobilnya, ia mengambil ponsel dari saku celananya. Ada notifikasi pesan baru masuk, dari Danisha. Senyuman dan raut bahagia terbit di wajah Saka.
" Yes ! " seru Saka kegirangan. Segera ia membuka pesan dari kekasih hatinya.
My Bee
" Thank you untuk sushi dan saladnya. So delicious, sayang. Please, bertahanlah tetap bernapas untukku. Kamu jantungku, kamu penjaga hatiku, aku takkan bisa berjalan tanpamu. Love you more, my Everything πππ. "
Saka membaca berulang-ulang kalimat indah yang tertulis di ponselnya. Wajahnya berbinar bahagia, teramat sangat bahagia.
Dengan segera, Saka menyalakan mesin mobil dan melajukannya ke studio radio DG FM untuk menjemput sang kekasih hati.
Sambil tetap fokus menyetir, Saka menelpon Danisha setelah memasang headset bluetooth di telinganya.
" Hallo, Bee. My Honey Bee.... "
" Hai, Sayang. Dah sampe mana ? "
Saka tersenyum sumringah mendengar suara lembut sang kekasih.
" Say ? Sayang ? Kamu ga apa-apa ? "
" Ehemm ! Iya Bee... wait me in 10 minutes ya... Love you so much, Bee. "
" Hati-hati, Sayang. Ga usah buru-buru, ya.... "
" Miss you so much, Bee. "
Saka mengakhiri panggilan teleponnya dengan senyuman bahagia.
Selang beberapa menit setelah Saka mengakhiri panggilan teleponnya, ponselnya berdering. Saka sedikit terkejut melihat nama yang terpampang di ponselnya.
" Audy ? " ucapnya sedikit tak percaya. " Mau apa dia menelepon ? " gumamnya.
" Ya, hallo, " Saka menjawab panggilan telepon dari Audy.
" Hallo, Ka. Nanti kamu datang, kan ? Jangan lupa ya, nanti malam jam 7 sesuai soft copy undangan yang aku kirim by WhatsApp. " Suara Audy terdengar riang di seberang sana.
Saka terdiam sesaat. Ia bingung harus mengatakan apa. Ia tidak ingin mengecewakan gadis itu, yang sudah mengundangnya untuk acara ulang tahunnya.
" Saka ? "
" Ah, iya. Sorry, Dy. Insya Allah akan aku usahakan datang. Tapi kalaupun aku tak bisa datang, tak apa kan ? " ujar Saka kemudian.
Saka bisa mendengar helaan napas berat di ponselnya. Ya, Audy menghela napasnya yang berat setelah mendengar perkataan Saka.
" Ka... Kamu ga bisa datang ? Kenapa ? Kamu baik-baik aja, kan ? Uummm... Atau karena Danisha ? " cecar Audy dari seberang sana.
" Sorry, Dy. Banyak yang harus kukerjakan hari ini. Akan kuusahakan untuk datang bila sempat. Dy, aku lagi di jalan, udah dulu ya... bye.... " Saka mengakhiri panggilan teleponnya.
Saka memperlambat laju mobilnya karena ia hampir sampai di tempat tujuan, studio radio DG FM.
Tbc
**Hellooww LOTA Lovers ππ
Gimana weekend kalian ? Enjoy & be happy yaa....
Nah, yang request lagu udah aku tampilkan π yaa... semoga puas dan thank you atas supportnya buat cerita receh dan kaleng-kaleng ini
Sampai sini pasti kalian udah tau kan perbedaan sifat dan sikap antara Saka dan Mas Rendra pada Danisha ?
__ADS_1
Banyak cinta, sayang dan terima kasih untuk kalian LOTA Lovers π€πππ**