Love On The Air

Love On The Air
Eps 27 Menata Hati


__ADS_3

Mulai hari ini hingga besok, Saka akan disibukkan dengan pekerjaannya. Ia mempersiapkan semua peralatan kameranya untuk prosesi acara siraman hingga resepsi pernikahan klien Kak Sandra, Mas Tyo dan Mbak Sisy.


Hari ini, acara siraman sekaligus malam midodaren yang diselenggarakan di kediaman calon mempelai wanita dan pria. Dan besok pagi merupakan acara akad nikah yang dilanjutkan dengan resepsi pernikahan.


Saka menatap semua peralatan dan perlengkapan memotretnya yang sudah ia kemas dalam beberapa tas khusus. Ia menghela napasnya panjang.


Akhirnya beres juga. Tinggal membawanya ke mobil dan siap berangkat. Bismillah.. semoga semua lancar hari ini, gumam Saka.


Kemudian ia turun sambil membawa tas ransel di pundaknya, juga menenteng tas besar dan travelling bag yang berisi semua perlengkapan memotretnya.


Sesampainya di lantai bawah, ia letakkan tas-tas nya di ruang tamu dekat pintu depan rumahnya. Lalu ia pergi ke ruang makan untuk berpamitan pada orang tuanya.


" Ma, Pa, Saka berangkat ya.. " pamit Saka, tangannya meraih gelas yang berisi susu coklat kesukaannya dan meneguknya hingga tandas.


" Duduk dan sarapan dulu, Saka.. " ujar Pak Rahmat, Papa Saka yang sedang menikmati roti bakar sarapannya.


" Ga keburu Pa, nanti Bu Boss ngomel kalo Saka datang telat, " celoteh Saka.


Pak Rahmat dan Bu Dinda terkekeh mendengar celotehan putranya.


" Kamu ini.. itu kakak kamu lho.." sahut Bu Dinda.


" Kak Sandra kan begitu Ma, " jawab Saka santai, ia comot selembar roti bakar coklat di meja makan dan langsung melahapnya habis.


" Saka ! Ish, pelan-pelan makannya.. ga begitu juga lah.. masuk mulut semua.. tuh, kesusahan kan ngunyahnya. Astagaa.. anak lakiku ini ampun deh ! " gerutu Bu Dinda melihat Saka melahap roti bakarnya.


Pak Rahmat menggelengkan kepala melihat kelakuan anak bungsunya.


" Oh iya.. semalam Distha telepon tuh ! Hape kamu kenapa kok ga bisa dihubungi ? Distha bilang Danish dirawat di rumah sakit ? Katanya kamu belum jenguk..."


Belum sempat Bu Dinda menyelesaikan kalimatnya, Saka langsung memotong nya.


" Saka berangkat Ma, Pa. Assalamualaikum.. " pamit Saka cepat berlari meninggalkan ruang makan.


" Eh, tuh anak ya.. orang tua belum selesai ngomong main kabur aja. Ga cium tangan pula..! Kenapa sih dia, Pa. Dari kemarin kok aneh kelakuannya, " Bu Dinda mengomel dengan kelakuan Saka.


Saka sudah di dalam mobilnya. Semua perlengkapan perang nya sudah masuk ke dalam mobilnya.


Maafkan Saka, Ma. Saka lagi ga mau ngomongin soal Danish, gumam Saka dalam hati.


Ia pun melajukan mobilnya ke kantor Kak Sandra untuk briefing dan persiapan lainnya sebelum berangkat ke tempat acara diselenggarakan.


*******


Di waktu yang sama di kampus, Distha dan Prasta sudah berada di ruang kuliah pagi ini. Sebelum dosen masuk, mereka berbicara mengenai keadaan Danisha.


" Jadi, Danisha sakit apa sih ? Dia kok sering banget pusing, wajah pucat dan sekarang malah pingsan, " tanya Distha.


" Kata Mas Rendra kemarin sih anemia, untuk sementara itu diagnosisnya. Katanya dokter mau check dan lihat lagi perkembangannya tiap hari. Entahlah, semoga emang hanya anemia, " jelas Prasta.


" Iya, kamu benar Pras, semoga penyakitnya tidak serius. Nanti jadi kan kamu temani aku jenguk dia, " ujar Distha.


" Iya.. sambil nunggu waktu jemput Renata. Saka ga hubungi kamu ? " tanya Prasta kemudian.


" Ga ada, kemana tuh anak ! Aku sampai menelpon rumahnya lho semalam nanya ke Mamanya. Kata Mamanya sih, dia lagi sibuk prepare kerjaan WO nya, " tutur Distha.


Tak berapa lama, dosen mereka pun masuk ke ruangan. Distha dan Prasta pun menghentikan obrolannya untuk fokus mata kuliah pagi ini.


Sementara itu di rumah sakit, Mas Rendra sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Danisha juga sudah rapi sedari Subuh. Semalam ia kurang bisa tidur nyenyak. Kepalanya masih sedikit nyeri meskipun ia sudah minum obat setelah sarapan tadi. Ia memejamkan matanya berusaha untuk tidur. Sementara Bunda masih berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Mas Rendra duduk di samping ranjang Danisha. Punggung tangannya ia letakkan di kening kekasihnya. Masih hangat. Lalu jemari tangannya ia tautkan dengan jemari milik kekasihnya, hangat.


Tiba-tiba tangan Danisha bergerak. Seketika Mas Rendra mengangkat tangannya dan tangan Danisha dengan jemari terpaut satu sama lain, lalu menciumnya lembut.


Danisha perlahan membuka matanya, mengerjap beberapa kali untuk mengumpulkan kesadarannya. Ia melihat Mas Rendra yang sedang menatapnya dengan senyuman yang membuat hatinya selalu bergetar.


" Masih nyeri ? " tanya Mas Rendra dengan raut wajah khawatir.


" Ga papa, Mas. Udah mau berangkat ? " tanya balik Danisha.


" Sebenarnya ga mau berangkat. Maunya tetap disini disamping kamu, bersama kamu selalu, " jawabnya penuh cinta.

__ADS_1


Danisha tersenyum dan lirih berujar, " gombal ih. "


" Eh koq gombal sih.. Seriously, sayang.." jawab Mas Rendra tersenyum, senyum paling manis dan menawan.


" Udah, buruan berangkat Mas. Makin macet kalo kesiangan. Salamku buat teman-teman yaa.. maafin aku merepotkan mereka lagi. Uumm.. aku besok minta pulang aja ya Mas, " rengek Danisha.


" Eeiittss.. Dokter belum mengijinkan kamu pulang, sayang.. Lagian kamu juga masih nyeri kepalanya. Sabar dulu ya.. nanti aku akan tanyakan ke Dokter Andra untuk medical check up nya, " tutur Mas Rendra dengan nada lembut.


Bunda keluar dari kamar mandi. Ia tersenyum bahagia melihat putrinya sedang berbincang mesra dengan sang kekasih.


" Kok belum berangkat Nak Rendra ? Udah hampir jam 9, nanti kesiangan lho sampai kantornya, " kata Bunda mengingatkan.


" Tuh kaan.. berangkat gih.. jangan lupa salamku buat semua ya.. kangen sama Kak Ella dan Bang Hendra deh ! " kata Danisha manja.


" Eh, kangen siapa ? " tanya Mas Rendra serius


" Kak Ella sama Bang Hendra, " jawab Danisha santai.


" Kok Hendra ? Sama aku ga kangen ? " tanya Mas Rendra dengan nada kesal.


" Ish, kenapa sih ? Mas kan disini terus.. temani aku, ngapain aku kangen.. " ujar Danisha mencebikkan bibirnya.


" Owh.. jadi bener ga kangen aku ya.. kangennya sama Hendra.. ok lah, aku ngerti sekarang. Ternyata...."


Mas Rendra belum menyelesaikan bicaranya, Danisha udah memotongnya.


" Mas, apaan sih.. ! Ga lucu ah ! Bundaa.. Mas Rendra nih.. " kesal Danisha, bibirnya mengerucut manis. Mas Rendra tersenyum gemas.


Disentilnya lembut hidung mancung Danisha sambil berbisik di telinga sang kekasih, " Minta dicium bibirnya ?? "


" Iiissshhh..! Mas Rendra ! " seru Danisha makin kesal dan mencubit lengan Mas Rendra.


" Aduuuuhhhhh... sakit sayang.." Mas Rendra meringis menerima cubitan Danisha.


Bunda terkekeh melihat tingkah polah putri dan kekasihnya.


" Ya udah, aku berangkat. Kalo butuh sesuatu, langsung hubungi aku ya.. " ucap Mas Rendra mengelus puncak kepala kekasih hatinya.


" Bunda, saya berangkat. Insya Allah ga sampai sore saya udah kembali. Assalamualaikum.." Mas Rendra berpamitan pada Bunda sambil mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.


" Waalaikumsalam.. hati-hati Nak, " jawab Bunda tersenyum


*******


Siang itu, setelah selesai jam kuliah, Distha dan Prasta pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Danisha. Kali ini Renata tak ikut bersama mereka karena dia harus siaran siang ini.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah sakit sambil membicarakan masalah Saka dan Danisha.


" Pras, jadi beneran Danish dah jadian sama Mas Rendra dan Saka udah tau semuanya ? " tanya Distha.


" Iya bener, kan udah aku bilang kemarin di telpon.. Aku sih ngeliatnya Mas Rendra benar-benar sayang dan perhatian sama Danish. Aku berharap sih selamanya begitu, " tutur Prasta.


" Saka juga begitu kan, dia benar-benar sayang dan perhatian sama Danish. Lebih-lebih bahkan. Aku khawatir sama Saka lho Pras, " ujar Distha.


" Aku juga Dis, tapi mau gimana lagi. Dia butuh waktu sendiri, biarkan aja dulu. Keknya juga dia lagi sibuk kerja, " jelas Prasta.


Mereka berdua telah sampai di kamar Danisha dirawat. Mereka mengetuk pintu disertai salam.


" Assalamualaikum.. " ucap Distha dan Prasta.


" Waalaikumsalam.. " jawab Danisha dan Bunda bersamaan.


Danisha tersenyum sumringah melihat kedua sahabatnya datang.


" Bunda, apa kabar ? " tanya Distha sambil mencium tangan Bunda diikuti oleh Prasta.


" Alhamdulillah baik sayang.. kalian dari kampus ? "


" Iya Bunda, " jawab Distha lalu mendekati Danisha yang terbaring dengan posisi kepala agak tinggi karena ia sedang makan siang saat itu.


Distha memeluk Danisha dan tak lupa mencium kedua pipinya.

__ADS_1


" Gimana kata dokter ? Kamu ga papa kan ? " tanya Distha


" Insya Allah ga papa, Dis. Cuma kecapekan keknya, " jawab Danisha.


" Uummm.. Saka ga ikut sama kalian ? " tanya Danisha.


Distha pun menggelengkan kepalanya.


" Dia lagi sibuk, ada kerjaan. Kalo dah beres, pasti dia jenguk kamu, " sahut Prasta.


" Keknya dia marah sama aku, ga biasanya dia begitu. Pesanku pun belum dibacanya, aku telepon tadi pagi pun ga dijawabnya. Tadi kalian ga ketemu di kampus ? " keluh Danisha


" Saka ga ke kampus, hari ini dia sibuk kerjaan wedding nya, " jawab Prasta.


" Iya Danish. Eh ini makannya belum habis lho, aku suapin ya Sist, " ujar Distha, tangannya meraih piring berisi nasi dan sayur makan siang Danisha.


Danisha menganggukkan kepala dan tersenyum sumringah menanggapi perkataan Distha ingin menyuapi dirinya. Kapan lagi Distha mau berbuat begini, batin Danisha.


********


Hari ini, Saka masih disibukkan dengan pekerjaannya. Hari ini prosesi akad nikah dan resepsi pernikahan Mas Tyo dan Mbak Sisy.


Kak Sandra dan para kru nya sudah siap di masjid untuk acara akad nikah yang akan digelar jam 9 pagi. Setelah acara akad nikah akan dilanjutkan acara resepsi pernikahan yang digelar di tempat yang sama tetapi di gedung yang masih satu lingkup dengan masjid itu.


Saat Saka sedang sibuk dengan kameranya, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara yang memanggil namanya.


" Saka, tolong foto in kita ya.. "


Saka pun mengalihkan pandangannya pada suara yang memanggilnya.


" Indira..! Ngapain sih dia, " gumam Saka


" Hey Ka ! kok malah bengong sih, kaget ya ? " celoteh Indira.


" Ada apa ? " tanya Saka


" Ya ampun.. foto in kita berdua donk ! " kata Indira centil, ia bersama seorang laki-laki tinggi berkacamata dan memakai setelan jas berwarna hitam. Sedangkan Indira sendiri, mengenakan kebaya warna emas dengan rambut disanggul modern.


" Ok baiklah, " jawab Saka singkat, ia tak ingin berurusan lama-lama dengan gadis ini.


Setelah beberapa jepretan, Indira pun menyudahi sesi pemotretannya. Ia tersenyum senang.


" Jangan lupa ya.. nanti harus dicetak yang bagus semuanya. Thanks ya Ka.. " ucapnya sambil berlalu menggamit lengan laki-laki berkacamata tadi.


Saka cuma menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Indira.


Ia pun kembali fokus pada pekerjaannya hingga keseluruhan acara selesai.


Saka tiba di rumah sudah lewat tengah malam, hampir jam 2 dinihari. Tubuhnya terasa remuk redam sangking capeknya.


Alhamdulillah semua berjalan lancar, gumamnya.


Ia pun segera membersihkan tubuhnya yang benar-benar lengket dengan air hangat. Setelahnya ia turun ke dapur untuk mengambil air minum, diteguknya hingga habis. Dibukanya kulkas, diambilnya buah apel dan sebotol air minum dari dalam kulkas, lalu dibawanya ke kamarnya.


Di dalam kamar, ia menyalakan musik dengan suara pelan. Ia meraih ponselnya yang ia letakkan di atas meja dekat ranjang tidurnya. Sambil menggigit buah apel, ia membuka ponselnya. Sehari penuh ia tak membuka ponselnya kecuali untuk urusan pekerjaan.


Banyak panggilan tak terjawab dan pesan masuk.


Dilihatnya ada beberapa panggilan dari ketiga sahabatnya. Ia menghela napasnya panjang. Kemudian ia beralih ke aplikasi pesan WhatsApp. Ada beberapa pesan pula dari ketiga sahabatnya. Mereka semua menanyakan keberadaannya.


Maafkan aku, untuk beberapa waktu aku hanya ingin sendiri. Bukan apa-apa, aku ingin menata hatiku. Aku butuh waktu untuk belajar, belajar merelakan, belajar menyadari bahwa ada hal tidak bisa dipaksakan.


Saka memejamkan matanya, mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.


Tbc


**Hellooww LOTA Lovers 💞💞


Keknya Author nya juga perlu istirahat kek Saka 🤭 Maapken, eps kali ini hanya segini dan begini yaa.. semoga tetap enjoy bersama LOTA 😘🤗


Stay safe n healthy as always 🤗😘💞💞**

__ADS_1


__ADS_2