
Sudah 4 bulan semenjak Abimanyu membatalkan kontrak kerja sama dengan Y Hotel, membuat Y company semakin menyebar luas. Restaurant dan hotel yang menyebar diberbagai kota Perancis. Ysabelle tidak menyesal akan penolakan Abimanyu. Justru hal tersebut membuat Ysabelle semakin gencar untuk memperluas bisnisnya meski terkadang ia sangat sibuk.
Selama sebulan pula, Ysabelle selalu mendapatkan bucket bunga yang dikirimkan oleb seseorang tak dikenalnya selama setiap hari ke rumah. Di ruangan Ysabelle sudah banyak bucket bunga yang entah siapa yang mengirimkannya. Ia rindu untuk kembali ke Indonesia, namun, sekarang tanggung jawabnya menjadi lebih besar seiring dengan cabang yang bertebaran dimana mana.
Pagi itu, Belle kembali mendapatkan bucket bunga dan sepucuk kertas kecil yang bertuliskan " It's Friday. Happy Weekend! -Mr. T."
Lagi lagi bucket bunga tersebut dari Mr. T. Belle hanya menaruh bunga tersebut dan memasukkan suratnya ke dalam kotak bersama dengan surat surat yang lainnya.
##############################
Ketika di dapur, Belle mendapatkan pesan dari Jovanka yang mengatakan bahwa dirinya sedang berada di Paris. Ia langsung segera melajukan mobilnya untuk menjemput Jovanka yang berada di bandara Charles de Gaulle. Belle menjemput Jovanka di bandara, dikarenakan Jovanka yang tidak mengenal kota Paris dan juga datang sendirian sehingga membuat Belle khawatir pada dirinya.
Belle berlari kesana kemari mencari Jovanka. Begitu menemukan Jovanka, Belle langsung mendekatinya.
" Lain kali, kabari aku kalau kamu mau berangkat ke sini." ucap Belle.
" Kak Belle." peluk Jovanka.
" Kenapa kamu sendirian kesininya?"
" Mau liburan."
" Memang ga ada yang mau menemanimu?"
__ADS_1
" Seperti yang kau tau, kak Jo itu sibuk dengan balapannya. Papa sibuk dengan perusahaannya jadi tidak ada yang menemaniku kak."
" Kamu bisa bicara denganku. Akan aku temani kemanapun kamu mau." ucap Belle.
" Bener kak?"
" Bener dong!"
Belle tidak ingin Jovanka merasa kesepian dimasa mudanya seperti dirinya. Belle yang mengadu nasib sendirian untuk memperjuangkan hidupnya, kini sudah dewasa. Belle berusaha untuk menjadi seorang teman bagi Jovanka, karna sebelumnya Jovanka pernah memberitahu Belle bahwa ia tidak memiliki teman disekolahnya.
###############################
" Aku mau sekolah disini aja dan tinggal bersama kakak. Boleh?" tanya Jovanka.
" Aku nyaman tinggal di apartemenmu kak."
" Hey, apartemenku hanya memiliki 2 kamar dan satunya aku pakai sebagai gudang, hanya untuk sementara saja aku akan membiarkanmu tidur dikamarku."
" Aku ingin tinggal disini kak."
" Ikut kakakmu saja."
" Kakakku tidak selalu ada di rumah. Dia tinggal di LA namun ia sering pergi ke tempat lain untuk mengikuti ajang balap."
__ADS_1
" Sebentar lagi kamu sudah mau lulus. Aku akan mengizinkanmu untuk tinggal disini jika berkuliah nanti. Bagaimana?"
" Tidak! Kau pasti berbohong."
" Aku serius. Aku akan mendaftarkanmu kuliah disini dan tinggal bersamaku. Mau?"
" Tentu saja aku mau!"
" Orang tuamu bagaimana?"
" Mereka hanya peduli pada perusahaan dan kerjaannya saja."
" Kamu harus bersyukur karna masih memiliki orang tua. Sedangkan aku? Sebatang kara."
Belle dan Jovanka pun akhirnya saling menceritakan kisah hidup mereka masing masing. Jovanka terinspirasi oleh Belle yang sangat mandiri, cerdas, dan juga pekerja keras. Bahkan Jovanka lebih memilih untuk tinggal bersama Belle yang bahkan baru bertemu saat Jonathan berada dirumah sakit saja. Selanjutnya mereka hanya berkomunikasi lewat chattingan saja. Belle menjadi dekat dengan Jovanka, begitupun sebaliknya. Jovanka pun menceritakan sosok Jonathan kakak yang paling ia sayangi itu pada Belle.
Karna keserakahan orang tua dan keinginan orang tua, terkadang anak menjadi korban dari perlakuan orang tuanya. Tak memandang saudara kandung atau saudara yang hanya terbentuk sehari, namun rasa kenyamanan dan kebahagiaan,tidak bisa digantikan dengan apapun juga.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰