Love Racer

Love Racer
#76


__ADS_3

Sissy dan Nathan pun hendak kembali ke kantor bersama Dennis yang mengemudi. Namun ketika mereka sampai di mobil, Nathan dan Sissy sama sama membuka pintu belakang mobil.


"Kau! Duduklah bersama Dennis di depan!" ucap Nathan yang memang sangat tidak mau berdekatan dengan Sissy.


"Baik pak." jawab Sissy.


#######################################


Merekapun tiba di kantor lagi. Sissy dengan raut wajah sangat bahagianya kembali ke ruangan dan mengerjakan sisa pekerjaannya. Sementara Belle yang sedang berpura pura fotokopi dan Gerald yang mengobrol dengan karyawan lain di lantai itu melihat Sissy yang sangat berbeda dari biasanya.


"Sayang, ayo kita pulang." kata Nathan pada Belle.


"Tapi ini belum jam pulang kantor, Nath." jawab Belle.


"Pekerjaanku sudah selesai. Ayo kita pergi jalan jalan." kata Nathan lagi dengan berbisik pada Belle.


"Baiklah, ayo. Aku ambil barang barangku di meja dulu."


"Aku tunggu kamu di mobil." ucap Nathan.


Belle pun ke ruangan untuk mengambil tasnya. Disana ada Sissy dan sepertinya Sissy tidak menghiraukan kehadiran Belle. Belle pun tak mau ambil pusing, ia juga tidak berkata apapun pada Sissy.


"Gue tunggu lo di hotel anggrek." ucap Nathan pada Gerald dengan berbisik.


"Ok. Habis ini gue segera ke sana." jawab Gerald.


##################################

__ADS_1


Belle yang sadar bahwa mereka akan masuk ke dalam hotel pun bertanya pada Nathan.


"Nath, kenapa kita ke sini? Kata kamu kita mau jalan jalan." tanya Belle.


"Iyah kita jalan jalan. Ke hotel temanku. Aku lelah, sayang." sambung Nathan.


"Kenapa ga pulang aja? Istirahat di rumah sendiri lebih nyaman."


"Ga mau. Dirumah banyak warganya. Kan kalau disini hanya ada kita." jawab Nathan lagi.


"Kamu ini aneh aneh saja! Untuk apa kita ke sini?" tanya Belle yang gereget dengan sikap Nathan.


"Untuk berduaan denganmu!"


Belle pun terdiam. Nathan memesan kamar, dan setelahnya mereka segera ke kamarnya.


"Kamu ada ada aja! Mana berani dia menggodaku? Dia tau kalau aku istrimu!"


"Baguslah kalau begitu. Dia itu playboy! Hati hati!"


"Kamu juga!" tuduh Belle.


"Kalau aku lain ceritanya. Ga sama seperti dia."


"Sudahlah. Aku serius, Nath. Aku dan Gerald melihat Sissy memegang paha pak Tono." ucap Belle.


"What? Kapan?"

__ADS_1


"Sepertinya pak Tono ga tertarik dengan tawaranmu, beb. Jadi Sissy mencoba merayunya. Aku ga menyangka banget, Sissy bisa melakukan itu."


"Aku pun merasa sepertinya pak Tono ga tertarik dengan pembicaraan kami. Hingga dia izin ke toilet." tambah Nathan.


"Dan Sissy juga masuk ke toilet pria." ucap Belle.


Nathan semakin terkejut dengan ucapan Belle.


"Apa yang mereka bicarakan ya?"


"Tadi Gerald ikut pak Tono ke toilet dan sepertinya dia mendengar percakapan pak Tono bersama Sissy."


"Aku semakin penasaran dengan percakapan mereka. Bagaimana bisa Gerald tetap tenang seperti tadi?" tanya Nathan.


"Sepertinya Gerald mengetahuinya, beb. Dan dia mendengar semuanya."


"Kita tanyakan kepadanya nanti. Penasaran sekali."


"Kita hubungi saja sekarang."


"Untuk apa kita bicarakan di telepon? Aku sudah bilang padanya untuk datang ke sini, sayang. Kita akan bicarakan disini semuanya."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2