
Jovanka keluar kamarnya ditemani oleh Belle.
"Seperti ini kan mata mama ga sakit melihatnya!" ucap Gwen.
"Sudah mah, ga papa kok." kata Nathan pada Mamanya.
"Buang bajumu yang tadi itu!"
"Ini semua karna dia disuruh oleh Sissy, mah." jelas Belle.
"Sissy si jal*ng itu?" tanya Nathan.
"Ssssttt, ga boleh begitu, sayang!" ucap Belle.
"Cara berpakaian dia setiap hari memang selalu begitu, kan?" tanya Abimanyu.
"Kamu ini sudah dewasa, Vanka! Ajakan yang buruk kamu ikuti! Pusing mama sama kamu!" omel Gwen.
"Pasti Sissy punya tujuan dibalik ini semua. Tapi apa ya?" tanya Nathan.
"Jangan berburuk sangka sama kak Sissy! Dia itu fashionable tau! Kalian aja yang fashionnya terlalu kuno!" ucap Vanka.
"Anak nakal!" saut Nathan yang tidak terima dikatai kuno.
"Ikuti saja dia! Bila nanti kamu jatuh, mama ga mau belain kamu!"
"Kalau kamu bilang kita kuno, itu artinya kakak iparmu ini suruh pakai pakaian yang terbuka seperti tadi?" tanya Nathan lagi pada Vanka.
__ADS_1
"Kak Belle kalau pakai baju tadi juga cantik ko! Apalagi dia body goals, pasti terkesan sexy!"
"Aku ga mau pakai pakaian seperti itu, dek. Bahkan dihadapan kakakmu saja aku malu. Aku mau yang terbaik untuk kamu, dan juga aku peduli pada masa depan kamu."
Mendengar ucapan Belle, Vanka langsung pergi tanpa sarapan dan melajukan mobilnya ke gedung perusahaan.
"Biarkan saja dia, memang susah diurus!" ucap Nathan.
"Biar nanti aku yang bicara sama dia, Nath. Jangan dikeraskan kalau memang sifat Vanka seperti itu. Aku takut dia jadi pemberontak." jelas Belle.
"Baiklah. Kamu juga jangan selalu membela dan memanjakan dia! Dia sudah dewasa, sayang. Bukan anak kecil lagi."
"Aku paham, Nath. Aku paham." saut Belle.
##############################################
Belle datang bersama pemimpin baru perusahaan. Rumor desas desus tentang pemimpin baru mereka sudah didengar oleh karyawan. Abimanyu yang posisinya sebagai direktur dan pemegang saham tertinggi diperusahaan ini pun, akhirnya lengser karna ia sudah lelah. Jonathan lah penggantinya.
Dennis memberikan kue sebagai ucapan selamat pada Jonathan.
"Selamat, pak!" ucap Dennis.
"Terimakasih, Den. Kemarilah, kita makan kue ini bersama." ajak Nathan yang ditemani oleh Belle dan Vanka disana.
"Ah, ga papa, pak. Terimakasih." saut Dennis.
"Jangan seperti ini, den. Kemarilah! Kedepannya, kita pasti akan merepotkanmu. Jadi kita butuh P D K T!"
__ADS_1
"Hey! Mana boleh kakak PDKT sama si Dennis?" tanya Vanka.
"Kenapa memang?"
"Kakak bukan g*y kan?"
"Kalau aku g*y, ga mungkin aku mencintai dan menikahi Ysabelle. Dasar kamu, bodoh!"
"Habis kakak bilang mau PDKT sama Dennis!"
"Yang harusnya PDKT sama Dennis itu kamu, dek. Setiap kali kamu ketemu Dennis itu selalu ribut." jawab Belle.
"Dia ngeselin kak!" Vanka membela diri.
"Maaf bu, pak, saya permisi." pamit Dennis.
"Saya bilang ke sini, Den! Duduk dan makan." ucap Belle menahan Dennis.
Dennis akhirnya duduk dan makan kue bersama dengan Nathan, Belle, dan juga Vanka didalam ruangan kerja Nathan. Sang direktur baru tidak mau mengundang Sissy dalam acara makan makannya ini.
Satu kata yang menggambarkan Nathan pada Sissy. SENTIMEN.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰