
7 hari setelah kepergian Antonio, Vanka masih diselimuti kesedihan kehilangan cintanya. Sudah ada perkembangan selama beberapa hari ini. Vanka sudah mau diajak keluar kamar oleh Belle dan juga mengobrol sebentar dengan Nathan kakaknya.
"Kak, tolong berikan aku rekomendasi perusahaan terbaik disini, dong. Aku ingin bekerja untuk melupakan ini semua." ucap Vanka dihadapan Belle dan Nathan.
"Pekerjaan apa yang kamu impikan?" tanya Nathan.
"Apapun itu, aku akan belajar."
"Masuk saja ke perusahaan Papa. Kamu bisa bekerja disana. Karena nantinya juga perusahaan itu akan menjadi milikmu juga." usul Nathan.
"Betul apa kata kakakmu, dek. Kamu bisa bekerja bareng denganku." kata Belle.
"Aku ingin masuk ke perusahaan besar dengan usahaku sendiri, kak."
"Baiklah kalau begitu, kamu ikuti saja serangkaian test seleksinya, bagaimana?" tanya Nathan.
Akhirnya, Vanka menyetujui untuk mencoba serangkaian test seleksi yang ada di perusahaan ayahnya ini. Walaupun status dia adalah anak bos, tapi lagi lagi Vanka menjadi orang yang merendah.
"Test pertamamu lulus. Nanti akan ada test interview dengan bagian HRD." ucap Nathan.
"Baiklah. Terimakasih, kak." kata Vanka.
#############################
Saat ini, Belle sedang mengurusi masalah diperusahaannya yang berada di Paris.
("Bu, kami tidak bisa melakukan apapun tanpa ibu disini.") ucap Mel.
"Baiklah, dalam waktu dekat, saya akan ke Paris. Tunggulah beberapa hari, dan minta Haris menangani ini dulu." saut Belle.
__ADS_1
Ia benar benar pusing karna masalah yang cukup besar terjadi di Y Hotel. Karna masalah penggabungan kedua perusahaan Belle dan Nathan, membuat Y Hotel menerima dampaknya.
Belle yang menunggu Nathan pulang dari kantor, ia ingin membicarakan hal ini dan meminta izin pada suaminya itu bahwa ia akan segera pergi ke Paris. Belle juga sudah mulai merapihkan pakaiannya ke dalam koper dan membawa beberapa dokumen penting juga.
Tak lama, datanglah Nathan.
"Sayang! Aku pulang." teriak Nathan dari lantai bawah rumahnya.
Nathan yang melihat pintu kamarnya tak tertutup pun segera masuk ke dalam kamarnya menghampiri Belle. Ia melihat Belle yang sedang menata lemari pun memeluk Belle dari belakang.
"Hey! Sudah pulang?" tanya Belle.
"Kamu sibuk sama pakaian sampai lupa padaku?"
"Aku harus membereskannya sekarang. Nath, aku akan pergi ke Paris besok."
"What? Kenapa dadakan?"
"Urusan apa sampai kamu ga meminta izin suamimu dulu?" tanya Nathan.
"Ini aku meminta izinmu, sayang! Y Hotel sedang ga baik baik saja. Pegawai disana sudah menyerah."
"Aku akan kirim Albert untuk menyelesaikannya. Kamu tidak perlu ke Paris."
"Aku harus ke Paris kali ini, Nath."
Ponsel Belle berdering menandakan ada panggilan masuk untuknya.
"Bagaimana?" tanya Belle.
__ADS_1
("Dapat, bu. Ibu akan ikut penerbangan besok subuh.")
"Baiklah. Persiapkan segalanya dan untuk penjemputanku di Paris." kata Belle.
("Baik, bu.")
*
Nathan ternyata mendengarkan pembicaraan Belle dengan pegawainya di Paris tersebut.
"Aku ga mengizinkanmu pergi ke Paris, Belle!" tekan Nathan.
"Nath! Come on! Itu perusahaanku, Nath! Aku merintisnya sedari dulu dengan susah payah."
"Aku paham hal itu, tapi aku ini suami kamu! Kalau aku ga mengizinkanmu pergi, kamu ga boleh pergi!"
"Kalau kamu paham, kamu pasti akan mengizinkan aku, Nath! Sudahlah, Mel sudah memesankan tiket untukku. Kepergianku tidak bisa di tunda lagi."
"Aku akan ikut denganmu!" tambah Nathan.
"Vanka bagaimana kalau kamu ikut denganku? Berpikirlah dengan rasional."
"Kamu lebih pilih aku suamimu atau perusahaanmu?"
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰