Love Racer

Love Racer
#78


__ADS_3

"Aku ini dekat dengan Dennis, dan aku anggap dia seperti adikku, Nath." jelas Belle.


"Adik atau......."


"Adik laki lakiku!!" ucap Belle dengan penekanan pada Nathan.


"Baiklah baiklah." jawab Nathan pasrah.


"Kita bisa minta bantuan dari teman lo itu, Jo. Dan gue harap sih semuanya boleh lancar." ucap Gerald.


"Rencananya mau seperti apa?" tanya Belle.


"Aku akan minta temanku itu untuk connect sama kita dalam hal ini. Dan kita pastikan kamar yang dipesan Tono dan Sissy itu nomor berapa! Kalau kita ga tau dimana tempatnya, gagal semua rencana kita." jelas Nathan.


"Betul banget, bro. Jadi coba lo sekarang hubungi teman. lo itu, dan pastikan ga ada yang tau akan hal ini. Gue akan menghubungi istrinya Tono dan memberikan kejelasan padanya." kata Gerald.


"Saya bagaimana, pak?" tanya Dennis.


"Kamu, ikut saya. Kita hubungi bu Lidya." jawab Gerald.


Gerald dan Dennis pergi dari hotel itu menuju kantor bu Lidya untuk menemui Lidya. Hari sudah semakin mepet jadi Gerald dan Dennis gercep.


Beruntung, karna hari belum malam, bu Lidya masih berada di kantornya. Gerald membohongi sekretaris bu Lidya dengan urusan pekejaan.


"Masuk." ucap bu Lidya pada Gerald dan Dennis.

__ADS_1


"Permisi bu." ucap Gerald.


"Ya, dari mana ya?"


"Kami dari PT. Abimanyu Corp. bu."


"Ah, karyawannya pak Abimanyu? Ada perlu apa?"


"Bisa kita bicarakan bisnis ini secara pribadi, bu?" tanya Gerald yang melihat sekretarisnya bu Lidya masih saja berdiri diruangan bu Lidya.


"Tentu, pak. Hm, Rachelle ga papa, mereka tamu saya." ucap Lidya pada sekretarisnya.


Sang sekretarispun keluar dari ruangan itu. Dan Gerald mulai berbicara tentang pak Tono.


Dilain sisi, Nathan berusaha menghubungi temannya itu.


"Mungkin saja dia ga tau nomormu, say." kata Belle.


"Aku ga pernah mengganti nomorku selama ini, sayang."


"Sejak kecelakaan dulu, ponselmu hilang bukan?"


"Aku sudah memblokir nomor itu dan memesan nomor yang sama dengan sebelumnya untuk ponsel baruku ini." jawab Nathan.


"Tunggu saja. Nanti kita hubungi lagi." ucap Belle menenangkan Nathan.

__ADS_1


*


"Bu, sekarang pak Nathan sedang mengupayakan agar semuanya berjalan sesuai dengan rencana. Dan saya ingin ibu percaya pada saya untuk saat ini." ucap Gerald.


"Saya yakin, pak Gerald. Suami saya itu setia." saut bu Lidya.


Gerald hanya punya rekaman suara saja yang ia perdengarkan pada istri pak Tono ini. Tepat seperti dugaan mereka sebelumnya yang tidak memiliki bukti visual apapun.


"Bu, ini ada rekaman CCTV yang memperlihatkan kalau pak Tono dan pak Nathan melakukan pertemuan bisnis di restoran tadi siang. Dan mereka janji bertemu di hotel permata pada hari jumat malam." kata Dennis memperlihatkan rekaman CCTV yang dimilikinya.


"Saya minta bu Lidya percaya dulu sama kami. Dan apabila nanti ga terbukti, kami siap bertanggung jawab bu." pinta Gerald.


"Apa yang harus saya lakukan?"


"Saya hanya meminta ibu untuk melihat kelakuan bejat sekretaris perusahaan Abimanyu Corp. yang melakukan tindakan seperti ini demi bekerja sama dengan perusahaan pak Tono. Saya takut hal ini akan membuat nama perusahaan menjadi tercoreng bu." jelas Gerald.


"Baiklah. Jika memang terbukti suami saya main gila dengan perempuan lain, saya akan sangat berterimakasih pada kalian. Namun, jika tidak terbukti, kalian semua akan saya tuntut ke pengadilan atas pencemaran nama baik." ancam bu Lidya.


"Siap bu. Kami paham." saut Gerald dan Dennis.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2