
Nathan mengajak Belle keliling Jakarta. Mulai dari mengajaknya ke Monas, melewati Bundaran HI, Taman Menteng, dan tempat tempat lainnya.
"Kita makan malam diluar yuk." ajak Nathan.
"Ayo aja. Kamu mau makan apa?"
"Aku ikut kamu."
"Aku ingin makan bubur ayam. Kita cari bubur ayam kaki lima."
"Kita cari yang di restaurant aja yah? Yang di kaki lima itu kotor, sayang." ucap Nathan.
"Say, aku maunya bubur ayam yang di pinggir jalan. Kata siapa kotor? Kan ditutupi pancinya." bela Belle.
"Bowl nya kotor, sayang. Cari di restoran aja ya..."
"Kalau gitu ga jadi deh."
"Ya sudah, ayo kita cobain bubur ayam di kaki lima." Nathan pasrah.
Akhirnya, mereka pun berhenti ketika melihat tempat jualan bubur ayam.
"Kalau di restoran, bumbunya ga berasa, beb." kata Belle.
"Darimana kamu tau? Kamu itu lama di Paris."
"Saat kecil dulu, mamaku selalu membelikan aku bubur ayam yang lewat di depan rumah setiap pagi. Dan ketika aku pulang ke Indonesia pun, aku pasti akan makan bubur ayam." jawab Belle.
"Sungguh. Kamu itu sederhana sekali, sayang. Aku tau kamu pemilik Y Hotel. Tapi kamu ga sombong dan aku ga menyangka kamu bisa sesederhana ini." ucap Nathan terkagum.
__ADS_1
"Dulu aku juga hidup susah, Nath. Aku bisa sampai sekarang, itu semua karna usahaku sendiri. Dan sekarang aku sudah sukses, aku ingin sekali menolong orang yang ga mampu. Bisa besok kamu antarkan aku ke panti asuhan dekat sini? Ah tapi jangan bawa motor ya, aku ingin berbelanja dulu sebelumnya." jelas Belle.
"Jadi aku bawa mobil?" tanya Nathan.
"Iyah, sayang. Please....."
"Baiklah.... Besok aku akan menemani kamu."
"Thank you sayang."
###################################
Hari minggu, Nathan benar menemani Belle ke panti asuhan yang ditemani juga oleh Vanka yang ingin melihat bagaimana suasana panti asuhan.
Tadi, Belle sudah berbelanja banyak sekali barang. Mulai dari beberapa mainan untuk anak anak, berbagai jenis baju, dan juga keperluan makan untuk orang orang di panti.
"Siang, mas. Masnya mau kemana ya?" tanya satpam itu.
"Ibu pengelola panti ada, pak?"
"Bu Yanti? Ada mas. Silahkan masuk dulu." ucap sang satpam.
Satpam itu memanggil pengelola panti ini di dalam, dan tak lama, yang dimaksud pun keluar.
"Siang, bu." sapa Belle.
"Siang... Kalian dari mana ya?" tanya ibu panti.
"Saya Belle, bu. Mereka keluarga saja Jovanka dan Jonathan."
__ADS_1
"Baik. Nak Belle ini, dari mana dan ada apa ya?"
"Saya mau bertemu pengelola panti ini, bu."
"Oh perkenalkan nama saya bu Yanti pengelola panti asuhan ini."
"Saya mau memberikan sedikit rezeki saya, bu, untuk anak anak dan orang orang di panti ini."
"Wah terimakasih sekali, nak."
"Mohon di terima ya bu. Sebentar kami keluarkan dulu barang barangnya." ucap Belle.
Belle, Vanka, dan juga Jonathan mengeluarkan berbagai barang dari dalam mobil mereka dan menaruhnya di halaman panti.
"Nak, ini banyak sekali." ujar bu Yanti.
"Bu, ini sedikit yang bisa kami berikan untuk membantu meringankan ibu, dan terlebih lagi kami memberikan semua ini, ikhlas. Bila nanti ada kesempatan lagi kami ke sini, kami akan berkunjung bu." jelas Belle.
"Bu, boleh saya berkeliling panti sebentar?" tanya Vanka.
"Tentu saja boleh, nak. Silahkan. Kalian berdua masuk saja dulu, yuk." jawab bu Yanti.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1