
Disisi lain, Kinan dan Vanka masih mengobrol tentang Sissy.
"Eh Van, gue baru ingat. Pria yang bersama teman lo tadi itu seperti tidak asing dimata gue." kata Kinan.
"Lo tau emangnya?" tanya Vanka.
"Sebentar gue ingat ingat dulu."
"Ah lo salah lihat kali! Gue aja baru pertama kali liat suaminya si Sissy."
"Ah gue ingat! Itu suaminya Bu Yerin."
"Bu Yerin? Siapa itu? Gue ga kenal!"
"Pemilik perusahaan elektronik L**** lho, Van! Tempat gue magang disitu. Dulu gue pernah magang, dan melihat dia yang ternyata suaminya Bu Yerin, bos gue." jelas Kinan.
"Cuma mirip kali, Nan!"
"Ih lo ga percaya banget sama gue!"
"Tapi bos lo sama om om itu sudah cerai belum?" tanya Vanka.
"Gue ga baca tentang hubungan mereka lagi, sih. Tapi setau gue mereka itu belum dikasih momongan."
__ADS_1
"Masa suaminya selingkuh sama Sissy sih?" tanya Vanka tak percaya.
"Bisa jadi seperti itu, Van. Lo kaya ga tau aja, di luar sana juga banyak pria yang sudah beristri tapi memiliki simpanan."
"Gue ga percaya pada omongan pria, Nan. Dalam hidup gue, gue cuma percaya 2 orang pria yaitu bokap gue sama abang gue."
"Barangkali aja abang lo juga punya simpanan." kata Kinan dengan sembarang.
"Sembarangan lo, Nan! Kakak gue itu setia tau, dia juga sayang banget sama kakak ipar gue. Makanya gue mau cari pasangan hidup yang seperti abang gue, Jonathan."
*
Vanka pun akhirnya pulang ke rumahnya. Tanpa Vanka tau, ternyata Kinan memfoto Sissy dan pria yang bersamanya.
"Lo bisa ga sih ngasih laporan tuh yang benar?" maki Nathan pada Dennis.
"Hey! Turunkan suaramu itu kak!" ucap Vanka yang terkejut dengan teriakan suara kakaknya itu.
"Aku bicara dengan asistenku bukan denganmu!"
"Tapi kakak mengagetkan aku dengan suaramu itu! Sudahlah, laporan mana yang salah? Biar aku benarkan saja. Dennis lo pulang saja." kata Vanka.
Dennis pun memilih pulang ke rumahnya meninggalkan bosnya yang sedang naik darah itu.
__ADS_1
"Kak, lebih baik kakak menyusul ke Paris sana! Daripada disini marah marah! Susul Kak Belle saja." ide Vanka.
"Aku dan kakak iparmu itu sedang tidak baik baik saja. Dia bahkan tidak menghargaiku sebagai seorang suami!"
"Cobalah kakak perbaiki dulu hubunganmu dengan kak Belle." kata Vanka.
Bahkan Vanka lah yang seharusnya diperhatikan oleh Nathan karna ia masih berkabung dengan kehilangan Antonio. Justru saat ini Vanka lah yang berusaha menenangkan Nathan.
###############################
Di Paris, Belle dibuat sangat bingung karna ia tidak menemukan jalan keluar dari masalahnya ini. Belle kehabisan akal untuk membuat masalah ini selesai. Begitu sejak ia tiba di Paris, Belle langsung menuju ke Y Hotel dengan segera dan berharap bahwa masalah perusahaannya ini boleh selesai dengan waktu yang singkat.
"Belle, aku akan menghubungi salah satu temanku di Paris. Apakah kamu mengizinkannya?" tanya Harris.
"Silahkan." saut Belle sambil terus menatap layar laptopnya.
Belle yang tidak mengerti mengenai audit, ia pun kebingungan. Pasalnya, saat ini perusahaannya benar benar diambang krisis mengenai dana perusahaan. Belle yang memang hanya mengetahui dunia masak, teknologi, dan juga ekonomi dasar, kebingungan begitu ia tau perusahaannya diambang kehancuran karna permasalahan dana.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰