Love Racer

Love Racer
#74


__ADS_3

"Jangan bicara seperti itu bu. Oh ya dan saya minta tolong ibu jangan bicarakan hal ini pada bu Sissy tentang bang Daniel dan saya bu. Karna bang Daniel adalah teman bu Sissy." pinta Dennis.


"Kamu tenang saja. Saya tidak akan membawa kamu dalam hal ini. Dan kamu juga jangan memberitahu pak Nathan akan hal ini. Cukup hanya kita saja yang mengetahuinya."


"Baik bu."


#####################################


Belle masuk ke ruangan yang sama dengan Nathan dan Sissy. Namun, tidak terlihat sang sekretaris tersebut. Dan tak lama, Sissy pun datang.


"Sayang, ikut denganku sebentar." ajak Nathan.


Tanpa menjawab, Belle langsung berjalan keluar dari ruangan mengikuti Nathan.


"Panggil Gerald." ucap Nathan pada Dennis.


"Baik, pak." saut Dennis.


Dennis segera memanggil Gerald. Sang manager pun datang dengan segera.


Tok Tok Tok


"Masuklah." jawab Nathan yang telah berdiri sedari tadi.


Gerald masuk ke ruang rapat dimana ada Nathan yang terlihat sangat tergesa dan juga Belle yang sedang duduk dikursi jejer.


"Nath, pak Ger, duduklah." ucap Belle.

__ADS_1


"Gue mau lo pecat Sissy sekarang, bro!" kata Nathan dengan intonasi tinggi tanpa menghiraukan ucapan Belle.


"Berulah apa lagi dia?" tanya Gerald.


"Dia bawa ade gue ke club dan hampir di nodai oleh temannya, bro! Pecat dia sekarang juga!" jelas Nathan.


"What? Bro, kalau seperti itu kita ga profesional! Gue lagi menunggu ulah dia dikantor."


"Gue udah muak banget!"


"Apa mau disiapkan ruangan lain untuk lo dan Belle?" tanya Gerald.


"Gue mau dia pergi dari perusahaan kita!" ucap Nathan.


"Apa alasan gue memecatnya?"


"Kalau hal itu, gue hanya bisa menegurnya dan pasti gaji dia juga dipotong selama ini, Belle."


"Setuju. Kita ga boleh memecat dia dengan alasan yang ga masuk akal. Nantinya, nama perusahaan kita menjadi buruk dimata publik, beb." ucap Belle pada Nathan.


"Aku mau dia pergi secepatnya, sayang."


"Aku paham."


"Atau kita sendiri yang harus membuat dia ga betah?" tanya Nathan.


"Itu satu satunya cara dia pergi dari sini dengan keinginan dia sendiri. Tapi apa kalian tau kelemahan dia?" tanya Gerald.

__ADS_1


"Setau gue dia hebat dalam menangani klien besar, bro."


"Kita beri dia job besar. Dan kita pantau." usul Gerald.


"Ok. Kita harus segera pantau dia."


*


Nathan benar memberikan Sissy proyek besar untuknya tangani sebagai tangan kanan dari Nathan. Nathan beralasan bahwa dirinya tidak mampu untuk meyakinkan klien ini. Sebenarnya Nathan, Belle, dan Gerald tau bahwa sangat sulit mengajak perusahaan ini bekerja sama karna pimpinan dari perusahaan ini ingin mandiri memajukan perusahaannya.


"Kita lihat bagaimana cara yang dia lakukan." ucap Gerald pada Nathan yang tanpa sepengatahuan Sissy, Gerald dan Belle akan mengikutinya.


Nathan dan Sissy berangkat untuk menemui kliennya ini disebuah resto mewah. Sedangkan Gerald dan Belle jarak beberapa meja dari Sissy dan Nathan.


"Saya nanti duduk disamping pak Tono, Jo." ucap Sissy pada Nathan.


"Kita sedang bekerja, dan saya adalah atasan kamu! Pakai bahasa formal!" minta Nathan


"Baik pak." jawab Sissy.


"Lakukan sesukamu, asal klien ini berhasil ditangan kita!" ucap Nathan.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2