Love Racer

Love Racer
#05


__ADS_3

Saat jam makan siang tiba, Gwenneth dan Abimanyu datang ke rumah bersamaan setelah sebelumnya, Abimanyu menjemput istrinya itu terlebih dahulu. Mama dan papa langsung duduk di meja makan seperti biasanya. Jovanka terlihat baru keluar dari kamarnya dan segera menuju ke meja makan dengan raut wajah yang bahagia.


" Kenapa kamu senyam senyum sendiri, Van?" tanya Abimanyu pada putrinya itu.


Jovanka tidak menjawab pertanyaan papanya itu.


" Vanka sedang jatuh cinta kali pa." saut mama Gwen.


" Apaan sih mama, mengada ngada saja." jawab Jovanka.


Jonathan keluar dari kamarnya setelah mandi dan membereskan barang barangnya. Mama dan papa terlihat kaget melihat bahwa Jonathan yang bahkan tidak pernah pulang ke rumah jika disuruh pun, kini telah ada di hadapan mereka.


" Hai ma, pa." sapa Jonathan.


" Masih ingat punya keluarga?" tanya papa saat mendapat sapaan dari Jonathan.


" Astaga papa, aku selalu ingat dengan kalian." jawab Jonathan.


" Mama pikir anak kita hanya tersisa Jovanka saja loh pa." sindir mama Gwen.


" Kalian senang ga lihat Jo pulang?"


" Papa lebih senang berada dikantor dan sibuk dengan pekerjaan." jawab papa.


" Mama juga lebih senang shopping daripada bertemu denganmu yang super sibuk dengan perlombaan!" celetuk mama.


" Ih mama sama anak sendiri masa gitu." ucap Jonathan.

__ADS_1


" Habis kamu tidak mau mendengarkan kata kata mama sih! Mama dan papa minta kamu menjalan perusahaan saja ga usah balap balapan yang bisa buat kamu celaka, sayang!" jelas mama.


" Jo suka dengan segala hal yang Jo lakukan sekarang ma. Nanti bila saatnya Jo sudah tobat, Jo akan menjalankan perusahaan." jawab Jonathan lagi.


" Tunggu ajal menjemputmu nak, baru kau tobat." ucap papa.


" Papa ga boleh gitu sama kakak." ucap Jovanka.


" Kalian berdua ini sama saja. Menuntut kebebasan! Pembangkang!" kata papa dengan nada bicara yang naik satu oktaf.


" Nanti kalau udah patah tulang, baru berhenti balapan dia pa." ucap sang mama.


Jonathan dan Jovanka pun terdiam atas ucapan sang mama dan papanya yang kembali memaksa agar Jonathan bisa memimpin perusahaannya dan bukan hanya sekedar melakukan hobi yang bahkan bisa mencelakakan dirinya sendiri.


Tiba hari dimana Ysabelle dan Abimanyu akan bertemu. Abimanyu berangkat siang. Karna hari ini, ia hanya akan bertemu dengan Ysabelle yang jauh jauh datang dari Paris hanya karena permintaannya.


" Mau kemana lagi kamu?" tanya papa.


" Mau ke rumah Kenneth pa."


" Ada acara apa di rumah si Kenneth?"


" Anak anak pada kumpul dirumah dia."


" Kenneth itu membawa perilaku buruk bagi kamu! Berhentilah berteman dengan si Kenneth itu!" ketus papa.


" Benar apa yang dikatakan papa kamu, Jo! Jauhi Kenneth! Dia membuat kamu jadi buruk!" ucap mama.

__ADS_1


" Mama sama papa kenapa sih selalu mengatur aku bergaul dengan siapa? Aku sudah dewasa pa! Jangan membatasi pergaulanku! Inilah sebabnya aku tidak mau pulang ke rumah!" jawab Jonathan.


"Dewasa? Apa kamu tau arti dewasa itu apa? Sangat kekanak kanakan! Papa hanya ga mau kalau kamu celaka! Kapan kamu berubah?"


" Jangan minta aku berubah pa. Aku senang dengan hidupku sekarang ini! Aku sudah menuruti keinginan kalian untuk sekolah dan kuliah serta memilih jurusan yang tidak aku sukai!" jelas Jonathan.


" Tuh ma, benarkan kata papa. Jo jadi anak pembangkang setelah bergaul dengan si Kenneth dan kawan kawannya itu!"


" STOP BERBICARA BURUK TENTANG TEMAN TEMANKU! MEMANG KALIAN PIKIR BAHWA KALIAN LEBIH BAIK DARI TEMAN TEMANKU?" teriak Jonathan.


plakkkkk......


Abimanyu menampar wajah Jonathan.


" PAPA!" mama meneriaki tindakan suaminya itu.


" Asal kalian tau! Orang tua mereka lebih baik dari pada orang tuaku! Orang tua mereka mendukung keinginan dan mimpi anaknya dan memberikan kebebasan untuk bergaul dengan siapapun!"


" Pergilah sana dan jadi anak mereka! Dasar anak tidak tau diuntung!"


Jonathan segera keluar dan menutup pintu rumah dengan keras. Ia melajukan motor sportnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Jonathan kecewa dengan orang tuanya. Dari dulu hingga sekarang, mama dan papanya tidak pernah setuju anaknya itu menjadi atlet balap.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2