
Saat Nathan memutuskan untuk memecat Sissy dan melarang Vanka untuk tidak bergaul lagi dengannya, membuat Vanka tidak mengerti dan merasa bahwa Nathan kakaknya ini terlalu mengatur kehidupan pribadinya. Namun, setelah dijelaskan oleh Belle mengenai pengaruh buruk Sissy bagi Vanka yang bahkan menyuruh Vanka berpenampilan terbuka untuk menarik banyak pria, tidak disukai Belle sama sekali.
Belle memberikan beberapa petuah kepada adik iparnya ini agar lebih mengerti kenapa ia dan kakaknya melarang Vanka bergaul dengan Sissy. Bahkan Sissy juga sempat menggoda Nathan.
"Apa kamu tau jika Sissy pernah menggoda kakakmu ketika ia pulang ke Indonesia dan mengunjungi papa di kantor?" tanya Belle pada Vanka.
"Aku ga tau hal itu!"
"Sissy merayu kakakmu untuk menyentuh dadanya! Aku tau hal itu ketika kakakmu menceritakannya padaku." jelas Belle.
Penjelasan Belle itu terus mengulang dikepala Vanka. Ia tidak menyangka bahwa Sissy sangat liar. Dan mungkin saat ini Sissy mendekati dirinya karna ingin dekat lagi dengan Nathan kakaknya yang sudah menikah. Vanka tidak ingin hal itu terjadi! Ia sangat menyayangi Belle sebagai kakak iparnya.
Perekrutan karyawan baru sudah dimulai oleh Gerald sejak dimana Nathan meminta pada Abimanyu untuk memecat Sissy. Keluarga Abimanyu tidak memberitahu Gerald alasan yang sebenarnya. Gwen hanya meminta Gerald untuk merekrut karyawan dengan alasan Nathan ingin mengubah struktur mereka semua. Vanka mengikuti Gerald dan juga Dennis untuk mewawancarai mereka.
Tak disangka oleh Vanka bahwa orang yang mengikuti perekrutan ini sangat banyak sekali. Terutama dibidang administrasi. Walaupun Gerald membuka lowongan untuk berbagai posisi, namun tetaplah bidang administrasi yang sangat diminati.
"Apa yang akan kamu lakukan kalau keterima diperusahaan ini?" tanya Vanka pada calon karyawan yang sedang ia wawancarai.
Berbagai jawaban diterima Vanka.
"Biar ketemu mbanya!"
__ADS_1
"Ingin memajukan perusahaan lebih lagi."
Vanka menyerah untuk mewawancarai calon karyawan tersebut karna jawabannya absurd semua. Ia menyerahkannya pada Gerald saja dan juga staf lainnya sementara Dennis bersama Vanka.
"Nona mau makan siang apa?" tanya Dennis pada Vanka yang duduk diruangan Abimanyu untuk sementara.
"Belikan saya burger saja bersama fries and cola jangan lupa! 3 porsi." jawab Vanka.
"3 porsi, non?"
"Iyah! Kenapa?"
"Ga kebanyakan? Sayang non kalau ga habis mubazir."
"Baik nona, saya permisi."
Vanka hanya mengerjai Dennis saja. Sebenarnya ia akan membagi Dennis makanannya juga nantinya karna ia tau bahwa Dennis bekerja untuk dirinya juga.
Tak lama, Dennis tiba dengan membawa 3 porsi burger ke kantor ruangan Abimanyu.
"Permisi, nona ini pesanannya." ucap Dennis.
__ADS_1
"Terimakasih. Duduklah disitu dulu."
Vanka mengeluarkan satu porsi burger dan memberikannya pada Dennis.
"Tadi bukannya nona bilang akan menghabiskannya?" tanya Dennis yang tak percaya bahwa anak bosnya yang jutek ini memberikan satu porsi makanan untuknya.
"Kenapa? Ga mau? Ya sudah!"
"Jangan nona, saya mau!"
"Makanlah, lo juga belum makan. Dan nanti setelah lo selesai makan, kasih makanan ini ke bang Gerald bilang dari Jovanka!"
"Baiklah. Akan saya berikan nanti. Terimakasih nona."
"Sama sama! Gue juga makasih ya! Selamat makan!" ucap Vanka tersenyum pada Dennis.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰