Love Racer

Love Racer
#81


__ADS_3

Saat jam pulang kantor, Sissy langsung pergi bergegas meninggalkan kantor. Hal itu tentu saja tak lepas dari pandangan Nathan, Belle, dan juga Gerald.


Sissy pergi ke sebuah salon khusus kecantikan yang terkenal mewah dan bagus. Sissy melakukan perawatan tubuh disana. Tak heran bila tubuh dan wajah Sissy itu mulus kinclong.


Nathan dan Belle pulang ke rumahnya terlebih dahulu untuk makan bersama Vanka. Kedua orang tua mereka Abi dan Gwen masih betah berlama lama di luar negeri untuk menikmati liburan mereka.


"Thanks ya, Den. Sudah menemani adik saya berkeliling." ucap Nathan.


"Sama sama pak."


"Kamu mau ikut makan malam disini?" tanya Belle.


"Saya langsung pulang saja bu. Nanti kembali lagi ke sini."


"Baiklah."


*


"Kamu masih berteman dengan Sissy, dek?" tanya Nathan.


"Aku sudah ga bicara padanya lagi kak." saut Vanka.


"Good..... Apa kamu tau yang sudah dilakukan Sissy pada perusahaan papa?"


"Memang dia melakukan apa kak?"


"Dia ingin merebut perusahaan." ucap Belle menjawab pertanyaan Sissy.


Ponsel Nathan berdering terus menerus dan ternyata itu adalah Gerald.


"Ya, bro?" saut Nathan.

__ADS_1


("Pak Tono sudah check in ke dalam hotel.")


Jam masih menunjukkan pukul setengah 7 malam karna Belle dan Nathan sedikit pulang terlambat dari kantor.


"Ok, gue segera ke sana. Lo sama bu Lidya?" tanya Nathan.


("Bu Lidya akan datang sebentar lagi.")


"Tunggu gue, bro."


Selagi Nathan berteleponan dengan Gerald, Belle menjelaskan semuanya pada Vanka agar nantinya dia tidak terkejut ketika mengetahui hal ini dari orang lain atau mulut karyawan kantor.


"Kak Sissy seperti itu?"


"Ya. Kamu harus tau dia orang yang seperti itu, dek. Dan aku rasa kamu sudah dewasa sekarang, jadi kamu bisa melihat yang mana yang baik untuk pergaulanmu."


"Aku ga nyangka dia seperti itu."


"Kenapa kak Sissy dendam padaku ya kak?"


"Entahlah, aku juga tidak tau jawabannya."


*


"Sayang, kamu dirumah aja ya sama Vanka." ucap Nathan.


"Aku mau ikut, Nath."


"Aku juga mau ikut kak."


"Kalian berdua dirumah aja. Sepertinya ini akan lama dan..... Baiklah, ayo kalian siap siap juga. Pakai baju sederhana saja karna kita bukan mau ke pesta." kata Nathan.

__ADS_1


Nathan dan yang lainnya bersiap siap. Mereka tampak segar ketika habis mandi dan hanya menggunakan pakaian santai.


Belle dan Nathan memakai hoodie yang sama dan celanas training, sedangkan Vanka ia memakai jaket dan celana pendeknya saja. Bersamaan dengan Dennis yang kembali lagi ke rumah Nathan, dengan segera mreka bergegas menuju Hotel Permata untuk menemui Gerald.


"Vanka, kamu ikut Dennis saja." ucap Nathan.


"Ga mau! Kakak saja yang ikut dia!" saut Vanka.


"Sudah, biar aku saja yang ikut dengan Dennis." jawab Belle.


"Kamu sama aku!" balas Nathan.


"Kenapa? Kita juga nantinya akan bertemu lagi di hotel permata!" kata Belle.


"Baiklah, ayo Vanka!"


Diperjalanan, Belle dan Dennis berbincang bincang.


"Den, kamu tau kelakuan Sissy seperti itu?" tanya Belle.


"Saya tau bu jika pergaulan Bu Sissy luas dan terbuka. Tapi untuk hal memenangkan proyek dengan cara seperti ini, saya baru tau sekarang."


"Kamu sudah lama kan kerja di perusahaan ini?"


"Iyah, tapi hanya sebagai asisten pak Abi saja bu. Dan semua urusan pekerjaan pak Abi, dikerjakan oleh Bu Sissy bukan oleh saya."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2