
Jakarta, 12:38 PM.
Jonathan tiba di bandara Jakarta setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Ia harus terbang dari Eropa ke Asia Tenggara yang memakan waktu banyak. Walaupun demikian, Jonathan tetap melakukannya demi Belle.
Jonathan dijemput oleh Daniel, sepupunya.
"Hi bro! Long time no see!" sapa Daniel.
(Halo, sobat! Lama tidak bertemu!)
"Ya! Lama tidak bertemu." saut Jonathan.
"Gue kira, karna sering di luar negeri lo sudah lupa bahasa indonesia bro!"
"Bahkan disana pun gue pake bahasa indonesia."
"Sudah ayo, lo harus menceritakan semuanya kepada gue!" ucap Daniel.
Daniel membawa Jonathan ke rumahnya. Dia sudah tinggal oleh kedua orang tuanya, dan dia hidup sendiri semenjak 2 tahun lalu karna kecelakaan.
"Ceritakanlah semuanya!" suruh Daniel.
Jonathan menceritkan semuanya hingga membuat Daniel juga bergidik ngeri mendengarnya.
"Wah tante Gwen psycho banget!" ucap Daniel secara frontal.
"Dan gue anak psychopath itu! Gila ga sih bro mama gue tega mau membunuh calon menantunya sendiri?" tanya Jonathan.
"Memang apa yang tante ga suka dari Ysabelle?"
"Hanya karna dia anak yatim piatu." jawab Jonathan.
"WHATT?!? Bro, gue sekarang jadi anak yatim piatu loh." ujar Daniel.
__ADS_1
"Lo beda sama Belle. Kalau lo itu, ditinggal orang tua saat lo dewasa! Sedangkan Belle dia sudah hidup mandiri sejak remaja dan masih muda."
"Gue salut banget sih bro sama calon lo! Gue saja yang baru jadi yatim piatu diusia tua, sangat menderita bro. Apalagi dia? Perempuan pula!"
"Dia asli Perancis?" tanya Daniel.
"Asia bro. Dia lahir di Indonesia dan fasih bahasa kita." jelas Jonathan.
Jonathan pun menjelaskan lebih detail mengenai seperti apa sosok Ysabelle itu. Bahkan Jonathan juga menceritakan kepada Daniel bagaimana pertemuan mereka bisa terjadi. Karena Daniel adalah pria yang belum menikah juga, dan umurnya hanya beda 3 tahun dari Jonathan, mereka sepaham untuk mengerti situasi ini.
"Justru seharusnya tante bangga loh sama calon menantunya yang bisa berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain."
"Itu yang mau gue jelasin ke mama sekarang."
"Ya udah, ayo gue antar ke Lapas." ajak Daniel.
Jonathan pun mengikuti Daniel untuk pergi menemui mamanya yang sedang ditahan oleh aparat penegak hukum.
Ketika melihat bahwa yang menjenguknya adalah Jonathan, bukan Abimanyu, Gwenneth sudah merasa kegirangan karna dia pikir bahwa Jonathan anaknya itu, telah meninggalkan Belle.
"Hidup mama baik apabila tanpa Belle." jawab Gwenneth dengan judes.
"Mama, kenapa sih mama ga suka kalau Nathan sama Belle?" tanya Jonathan dengan intonasi selembut mungkin.
"Itu karna Belle anak yatim piatu!" bentak Gwen.
"Tante ga lagi nyindir Daniel kan?" jawab Daniel secara tiba tiba.
Gwenneth terdiam mendengar ucapan Daniel. Dia baru teringat bahwa keponakannya ini juga merupakan anak yatim piatu.
"Kalau tante memandang anak yatim piatu itu tidak punya moral dan didikan, tante salah besar! Kami bisa sukses seperti sekarang, itu tidak ada bantuan dari orang tua kami. Semuanya kami melakukan dengan sendirian." jelas Daniel.
"Mah, Belle itu berbeda. Dia tulus sama Nathan. Belle sama sekali tidak pernah mengincar harta keluarga kita. Buat apa pula dia mengincar harta kita mah? Dia sendiri sudah memiliki kesuksesan di Paris dengan hasil kerja kerasnya." ujar Nathan.
__ADS_1
Gwenneth menangis sesengukkan setelah mendengar penjelasan Daniel dan Jonathan.
"Mama sadar mama salah melakukan hal kejam hingga hampir membunuh Belle. Mama akan mempertanggung jawabkan perbuatan mama, Nath. Mama merestui hubungan kalian berdua. Dan untuk Daniel, terimakasih sudah memberikan pencerahan pada tante. Tante merasa malu sekali, Niel. Maaf ucapan tante membuat kamu tersinggung." ucap Gwenneth.
"Serius mah?" tanya Nathan.
"Tentu mama serius! Mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu dan juga Vanka ke depannya, Nath."
"Tante, Daniel tidak tersinggung atas ucapan tante. Justru Daniel ingin berterimakasih pada tante yang sudah menjadi mama untuk Daniel setelah ditinggal mami."
"Sudah sudah, kalau seperti ini kan keluarga kita harmonis." kata Abimanyu yang secara tiba tiba muncul setelah mendengarkan semuanya.
"Mulai sekarang, kita akan tinggal bersama sama. Dan kamu, Daniel, kamu tinggalah bersama kami." ucap Gwen.
"Daniel baru saja melamar pekerjaan di Rumah Sakit Indonesia, tante."
"Mah, Nathan akan tetap di Paris. Dan Vanka juga masih kuliah disana." jelas Nathan.
"Baiklah jika seperti itu, kita semua yang akan pindah ke Paris. Pah, beli sebuah rumah yang cukup besar untuk ditempati oleh kita semua."
"Dengan senang hati, istriku." jawab Abimanyu.
"Tante, bila Daniel pindah ke sana, terus pekerjaan Daniel disini bagaimana? Akan susah lagi mencari pekerjaan di luar negeri bila warga asing." ujar Daniel.
"Serahkan semuanya pada om. Om yang akan mengurus semuanya, nak."
"Kalau kamu tinggal disini, mana sampai hati tante membiarkan kamu hidup sendirian merantau di Jakarta setelah 3 bulan pulang dari Amerika! Cuma kamu keluarga yang tante punya."
"Baiklah aku menurut saja apa kata orang tua." pasrah Daniel.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰