
"Bagaimana sudah selesai?" tanya Nathan saat melihat Belle yang berkutik dengan laptop dan kertas kertasnya di ruang tamu rumahnya.
"Argh! Kerjaanku masih banyak, Nath!" keluh Belle.
"Sudah aku bilang kita menetap aja disini, kamu ga mau."
"Keluarga kamu ada di Indonesia, sayangku. Kalau aku disini ga punya siapa siapa lagi. Paling aku hanya mengkhawatirkan hotel aja."
"Mana pekerjaanmu? Aku bantu."
"Yakin bisa?"
"Hey nona! Aku ini lulusan sekolah bisnis juga. Jadi aku mengerti."
"Kakak sekolah bisnis karna disuruh papa dan mama, kak!" adu Vanka pada Belle.
"Kau ini! Aku S2 ilmu bisnis Harvard!"
"Ya ya ya! Bagaimana kakak saja!" pasrah Vanka.
"Baiklah tuan Nathan! Tolong bantu aku." pinta Belle.
Jonathan membantu Belle menyelesaikan pekerjaannya. Mungkin bila di Indonesia, ia harus membeli laptop baru lagi karna pekerjaan ini akan membutuhkan lebih dari 1 laptop. Terbukti, sekarang saja Belle membutuhkan bantuan Nathan dan laptopnya.
"Ahh andai aku dan Harris damai, aku pasti akan minta bantuannya." oceh Belle.
"Disini ada calon suamimu yang sedang membantu!" Nathan mengingatkan Belle.
"Aku tau! Kamu ini kenapa jadi cemburuan sih?" tanya Belle.
"Aku ga suka lihat pria lain dekat sama kamu!"
"Segitunya kamu cinta sama aku?" ledek Belle.
__ADS_1
"Begitu sampai Jakarta, kita akan segera menikah!" ucap Nathan.
"Perjalanan dari sini ke Jakarta saja aku sudah lelah, Nath! Jangan ngaco deh kamu!"
"Aku serius, sayang! Mama dan papa yang menyiapkan semuanya."
"Begitu sampai Jakarta, aku harus tinggal di hotel untuk sementara waktu, Nath." ujar Belle.
"Kamu bisa langsung tinggal dirumahku, kan? Kenapa harus di hotel?"
"Apa yang akan tetanggamu bilang jika aku tinggal dirumah kamu sebelum menikah? Mereka akan bilang 'Jonathan anak pak Abimanyu bawa perempuan asing untuk tinggal dirumahnya, pasti mereka kumpul k*bo'. Kamu mau mereka bicara seperti itu?" tanya Belle.
"Betul juga. Segeralah selesaikan pekerjaanmu itu. Aku harus menelepon mama." ucap Nathan.
"Hm." saut Belle.
################################
"Nathan! Berisik!" omel Belle.
"Anak itu ga akan dengar kalau aku bicara pelan, sayang." bela Nathan pada dirinya sendiri.
"Tapi kamu buat gendang telingaku sakit!"
"Maaf." ucap Nathan yang menghampiri Belle dan memegang telinga Belle.
"Lepas! Modus! Kelihatan banget." kata Belle.
"Ih dibilang modus? Parah banget!"
"Bukan waktunya bercanda, Nath! Ayo kita harus ke hotel dulu untuk memberikan berkas ke Mel." kata Belle.
"Kak, Vanka udah siap." ucap Jovanka.
__ADS_1
"Bawa koper kita ke bawah." ujar Nathan.
Belle, Vanka, dan Jonathan memasukkan koper ke dalam mobil yang dikendarai oleh Richard.
"Chard, kita ke Y Hotel dulu." ucap Nathan.
"Baik pak."
"Jangan lupa, kamu harus segera menyusul kita ke Jakarta!"
"Iyah pak."
Di Y Hotel, Belle memberikan satu dus kertas yang berisi berkas kepada Mel. Dan segera langsung menuju bandara untuk penerbangannya ke Indonesia.
"Terakhir aku ke Indonesia itu saat bertemu kamu, Nath." ucap Belle.
"Kamu masih ingat aja kejadian itu."
"Gimana aku ga ingat, kamu kecelakaan parah. Dan masih untung kamu bisa balapan lagi sekarang!" kata Belle.
"Aku juga ga pernah pulang lagi ke Indonesia setelah kuliah disini." ujar Vanka.
"Baiklah. Kita akan bersenang senang dan traveling ketika di Indonesia. Semua setuju?" tanya Nathan.
"Setuju!" jawab Belle dan Vanka.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1