Love Racer

Love Racer
#97


__ADS_3

"Kak, apa kakak yakin? Tadi saja kakak sudah muntah mencium bau alkohol." kata Vanka.


"Dek, aku pun tak tau kenapa seperti ini. Saat aku di Paris, aku terbiasa dengan hal itu. Hanya saja aku tak paham kenapa saat ini aku jadi muntah mencium bau alkohol." jelas Belle.


"Apa sebaiknya saya carikan pembantu saja, bu?" tanya Dennis.


"Ga perlu, Den. Dia adalah suamiku. Wajar jika aku yang membersihkan."


"Baik, bu. Tapi sebenarnya ada apa dengan Pak Nathan?" tanya Dennis.


Belle pun menceritakan kepada Dennis bahwa penyebab Nathan menjadi seperti itu adalah karna ulahnya. Ia dengan mendadak pergi ke Paris tanpa memberitahu atau meminta izin suaminya dulu. Belle merencanakan semuanya tanpa berdiskusi dengan Nathan. Ia juga menceritakan alasan kepergiannya ini yang terkesan mendadak kepada Dennis.


"Aku meminta bantuan kalian untuk menjaga suamiku selama aku berada di Paris. Aku yakin tak akan lama, dan semoga saja masalah di Y Hotel bisa aku urusi dan selesai dengan segera." kata Belle.


"Amin, semoga cepat selesai." saut Dennis.


"Kak, bila kakak ada butuh apapun, kakak harus menghubungi kami." kata Vanka.


"Itu pasti, adikku. Aku titipkan Jonathan kepada kalian berdua. Sekarang kamu pulanglah, Den. Ini sudah malam."

__ADS_1


"Baik, saya akan memesan taksi terlebih dulu." jawab Dennis.


"Untuk apa?" tanya Belle.


"Dennis datang ke sini pakai mobil Kak Nathan, kak. Sedangkan mobilnya masih terparkir di bar." jelas Vanka.


"Astaga aku sampai lupa akan hal itu. Bawa saja mobilku." suruh Belle.


"Bukankah subuh nanti kakak akan berangkat menggunakannya?" tanya Vanka.


"Bukan masalah. Aku bisa meminta tolong kepada supir kantor untuk mengantarkan aku ke bandara."


Akhirnya Dennis pun pulang dengan meminjam mobil Belle terlebih dahulu. Sedangkan Belle ia naik ke atas kamarnya dan membersihkan muntahan Nathan. Selain itu, ia juga membersihkan dan menggantikan pakaian Nathan yang kotor. Setelahnya, ia pun tertidur disamping Nathan.


"Maaf aku terlalu keras padamu. Aku hanya ga mau kamu pergi jauh dariku, sayang. Kekecewaaanku itu hanya alasan agar kamu ga pergi ke Paris. Sekarang tidurlah yang nyenyak." kata Nathan


*


Subuh pun tiba. Belle terbangun dengan kepala yang sakit akibat kurang tidur ditambah ia pun sangat mual. Dilihatnya Nathan yang masih terlelap dalam alam mimpinya, Belle pun menuliskan sepucuk surat untuk Nathan. Setelahnya, dia pun bersiap siap untuk penerbangannya pagi ini.

__ADS_1


Di bawah, supir kantor yang dimintai tolong oleh Belle sudah tiba. Dengan sangat pelan Belle membawa kopernya dan menuruni tangga agar tidak membuat kebisingan yang nantinya akan membangunkan Nathan dan Vanka.


"Selamat pagi, nyonya."


"Pagi, pak. Maaf sekali ya sudah membuat bapak jadi kerja ekstra seperti ini."


"Bukan masalah, nyonya. Sini biar saya bantu membawa kopernya."


Supir tersebut pun membawa Belle ke bandara. Di perjalanan, Belle meminta untuk menepi sebentar dan lagi lagi ia memuntahkan isi perutnya.


"Nyonya ga sarapan dulu?" tanya supir.


"Nanti saya akan membeli makanan ringan saat dibandara." saut Belle.


Tiba dibandara, Belle pun mampir ke sebuah toko roti hanya untuk membuat perutnya ada ganjalan sebelum ia mendapatkan makanan juga di dalam pesawat. Tak terlewat ia juga mengirimkan pesan pada Nathan bahwa ia sudah berada di bandara dan bersiap untuk check in.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?

__ADS_1


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2