Love Racer

Love Racer
#77


__ADS_3

Gerald datang menyusul Belle dan Nathan untuk membicarakan hal ini.


Tok Tok Tok


Nathan pun segera membukakan pintu bagi Gerald.


"Lo yakin ga di ikuti kan?" tanya Nathan pada Gerald.


"Ga, bro. Gue yakin." jawab Gerald.


"Apa yang terjadi dalam toilet tadi?"


"Ok jadi ceritanya seperti ini........"


Gerald menceritakan semua yang ia dengar dalam toilet itu pada Nathan dan Belle. Serta Gerald juga memperdengarkan sebuah rekaman suara yang ia rekam selama di toilet.


"Gila, Ger.... Cerdas juga lo!" puji Nathan pada Gerald.


"Gue gitu.... Mana mau gue ga dapat bukti apa apa."


"Langkah selanjutnya yang harus kita ambil apa?" tanya Belle.


"Tempat janjian mereka di hotel permata." jelas Gerald.


"Bagaimana kita bisa tau Sissy atau pak Tono pesan kamar nomor berapa?" Nathan pun bertanya.


"Iyah, kita ga punya orang dalam di hotel permata." ucap Belle.


"Gue ada ide." saut Gerald.

__ADS_1


"Lo berdua tau kan kalau pak Tono sudah menikah?" tanya Gerald.


"Hmm...." jawab Belle dan Nathan bersamaan.


Gerald pun membuka laptopnya dan mencari nama istri pak Tono pada salah satu situs pencarian. Dan menunjukkannya pada Belle dan Nathan.


"Lo tau ga kalau bu Lidya itu salah satu anak konglomerat?"


"Memang dia anak siapa?" tanya Nathan.


"Dia anak pak Ekajaya. Pemilik perusahaan Ekajaya Group." saut Gerald.


"Terus?"


"Kalian lihat. Hotel Permata itu adalah salah satu hotel yang bekerja sama dengan Ekajaya Group. Kita bisa memanfaatkan hal ini melalui istrinya." usul Gerald.


"Kita bisa dapat dari CCTV di resto itu. Gue kenal pemiliknya." jawab Nathan.


"Sebentar, bro. Gue cek dulu apakah restoran itu ada hubungannya dengan Tono atau ga." kata Gerald.


Gerald pun mengecek dan meminta bantuan timnya yang masih berada dikantor untuk mencarikan data perusahaan yang di kelola oleh Tono. Dan tak lama, Dennis pun datang menghampiri mereka bertiga di kamar hotel itu.


"Malam pak, bu..." sapa Dennis.


"Malam." jawab semuanya.


"Dimana adik saya?" tanya Nathan.


"Sudah saya antarkan pulang, pak. Nona Vanka ingin pulang lebih awal tadi." jawab Dennis.

__ADS_1


"Baiklah. Diluar jam kerja seperti ini, kita berteman. Santai saja denganku." ucap Nathan.


"Baik, pak."


"Mana berkas yang gue minta?" tanya Gerald.


"Ini, kak." jawab Dennis memberikan amplop cokelat pada Gerald.


Gerald memeriksanya dengan sangat teliti. Dari halaman satu ke halaman yang lainnya ia cek dengan sangat baik.


"Gue rasa teman lo itu ga ada hubungannya dengan Tono, Jo." ucap Gerald.


"Baiklah, gue akan segera meminta bantuannya untuk melihat CCTV itu." jawab Nathan.


"Ah, wait.. Den, kakakmu yang bernama Daniel itu adalah teman Sissy kan?" tanya Belle.


"Iyah bu. Mereka berteman, namun tidak dekat." saut Dennis.


"Darimana kamu tau kalau kakaknya Dennis itu bernama Daniel dan teman Sissy?" tanya Nathan pada Belle.


Sementara Gerald pun juga menatap Belle seperti meminta keterangan penjelasan atas ucapannya itu. Belle keceplosan berbicara seperti itu. Belle lupa bahwa insiden Vanka dengan Sissy itu tidak ia ceritakan semuanya pada Nathan karna takut suaminya itu murka. Belle hanya memberitahukan Nathan tentang Sissy yang membawa Vanka ke club malam dan hampir dijahati temannya.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1


__ADS_2