
Sissy tiba dirumah sakit.
"Ibu, jangan stress... Janin ibu jadi ikutan tegang ketika ibunya sedang tidak baik baik saja." ucap dokter.
"Dok, sakit sekali perut saya!" adu Sissy.
"Saya sudah memberikan obat pereda nyeri untuk ibu. Tunggu reaksi obatnya bekerja ya bu."
"Sakit... sakit sekali dok."
"Sus, tolong hubungi walinya." ucap dokter.
"Baik, dok."
"Bu, saya akan minta ayah dari janin ibu untuk datang. Tunggu sebentar, semoga bisa membuat janin ibu tenang."
("Kenapa perut gue sakit gini dengar Antonio meninggal? Bahkan hati gue juga sakit mendengarnya.") ucap Sissy dalam hatinya.
Tak lama, Wira pun datang.
"Kamu kenapa, sayang?" tanya Wira pada Sissy.
"Perut ku sakit sekali, mas." jawab Sissy.
"Kamu tenang ya, nak. Papa sudah disini." ucap Wira mengelus perut Sissy yang masih datar itu.
#############################
Rumah Kediaman Nathan dan Belle.
"Bagaimana? Apakah Vanka sudah mau berbicara?" tanya Nathan.
"Belum, Nath. Dia belum mau berbicara padaku." saut Belle.
"Kemarilah." ajak Nathan.
"Kenapa?" tanya Belle.
__ADS_1
Nathan mengajak Belle untuk masuk ke dalam kamar mereka dan mengunci pintu tersebut.
"Kenapa harus dikunci?" tanya Belle.
"Biar ga ada yang masuk." saut Nathan.
"Ada apa? Kamu jangan yang aneh aneh, ya Nath! Ini masih pagi!" keluh Belle pada Nathan yang seolah olah tau dengan apa yang akan dilakukan suaminya ini.
"Kamu mikir apa sih? Aku hanya ingin berbicara denganmu." kata Nathan dengan mengetawai Belle.
"Bicara apa? Apakah sangat penting?"
"Ya. Ini soal Sissy."
"Kenapa dengan dia?" tanya Belle.
"Dia hamil." ucap Nathan.
"Ha? Sama Pak Tono?" tanya Belle lagi.
"Bukan."
"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya kepadamu."
"Ceritakanlah."
"Aku selama ini mengutus seseorang untuk memata matai Sissy, dan aku terkejut bahwa Sissy menjadi wanita simpanan dari laki laki yang bernama Wira. Laki laki itu adalah seorang pebisnis dibidang retail." jelas Nathan.
"Bukankah bagus berarti bayi itu memiliki ayah?" tanya Belle.
"Aku setuju dengan hal itu. Tapi, ada yang harus kamu tau juga, sayang."
"Apa? Kamu bicara jangan setengah setengah begitu, deh!" omel Belle.
"Aku yakin kamu akan terkejut. Dan aku harap, kamu bisa menjaga rahasia ini sampai kapanpun."
"I'm promise."
__ADS_1
"Sissy pernah tidur dengan Antonio."
"WHATTTT??!!??" pekik Belle.
"Ssttttt! Nanti Vanka bisa dengar."
"Bukan kah kamarmu ini kedap suara?"
"Oh iya, aku lupa." saut Nathan.
"Nath, are u kidding me?"
(Nath, apakah kamu bercanda denganku?)
"Aku serius, sayang. Aku tau hal itu setelah mengecek CCTV Hotel saat itu. Dan hal itu terjadi di malam pernikahan kita. Aku tidak menyangka Antonio yang mabuk saat itu bisa tidhr dengan Sissy." jelas Nathan.
"Bagaimana jika Vanka tau hal ini?"
"Dia sedang berdua saat ini. Aku harap kamu tidak memberitahu dia tentang ini."
"Aku juga tidak akan berbicara padanya mengenai hal ini, Nath."
"Kita ikhlaskan saja lah, yang. Kita juga tidak tau kebenarannya tentang hal itu. Aku hanya takut anak yang di kandung Sissy saat ini adalah anak Antonio."
"Tidak mungkin mereka melakukan hal itu sekali tapi langsung jadi. Peluang terjadinya itu hanya 0,5% saja." ujar Belle.
"Aku akan terus cari informasi mengenai hal ini. Kamu tenanglah."
"Kabari aku selalu mengenai hal ini ya?"
"Tentu saja!" jawab Nathan.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰