
Suasana di Dream Hotel.
Matahari mulai terbit. Dan Antonio yang merasa terganggu oleh sinar matahari, enggan membuka matanya. Ia meraba sampingnya yang ada seseorang disana.
"Good morning, honey!" sapa Antonio tanpa membuka matanya.
"Morning, baby." jawab Sissy dengan suara yang menggoda.
Antonio tau betul bahwa itu bukan suara Vanka yang sangat ia idam idamkan selama ini. Dengan segera, Antonio membuka mata dan menyibakan selimutnya. Terlihatlah dengan jelas Sissy dengan mata yang masih tertutup tanpa busana apapun.
"Wait! It's not Vanka?" tanya Antonio.
Antonio yang mabuk, menyangka orang yang menghabiskan malam bersamanya ini adalah Vanka, wanita yang sangat ia sukai.
"Hey! Who are you?" tanya Nio.
(Hey! Siapa kamu?)
Sissy segera membuka matanya begitu Nio berbicara dengan suara yang keras.
"I'm Sissy."
"How you can here? At my room?"
(Bagaimana bisa kamu disini? Dalam kamar saya?)
Sissy terus menjawab pertanyaan Antonio dan menjelaskan padanya bahwa semalam Antonio yang mabuk mengajaknya untuk menghabiskan malam bersama.
################################
Belle dan yang lainnya sudah selesai sarapan dimeja makan ketika Nathan baru saja tiba di lantai bawah menghampiri mereka semua.
"Telat!" ucap sang mama pada Nathan.
__ADS_1
"Kebo sih!" tambah Vanka.
"Maklum, mereka baru menikah kemarin. dan pasti hari pertama kelelahan. Kalian harap maklumi saja." jelas Abimanyu dengan bijak.
"Itu papa aja tau! Kalian ini ga memaklumi!" saut Nathan.
*
Belle membantu Nathan yang berkemas untuk perjalanan honeymoonnya ke Bali.
"Kamu ga dekat dengan keluargamu, Nath?" tanya Belle sambil membantu Nathan.
"Aku cuma dekat sama Vanka saja, sayang. Karena sedari kami kecil, papa itu workaholic banget, dan mama setiap hari mengurusi arisan ibu ibu sosialitanya aja." jawab Nathan.
"Kamu sama Vanka siapa yang jaga?"
"Dulu aku dijaga oleh pengasuh. Perbedaan usiaku dan Vanka juga lumayan jauh, jadi Vanka aku yang rawat dan jaga sedari bayi. Saat aku SMP, papa mengirimku ke Amerika, dan aku harus berjauhan dengan adikku. Tapi aku ini penyayang loh, beb."
"Aku tau kamu sayang keluarga, tapi kamu itu cuek banget!"
"Kamu terlalu cuek sama mama dan papa." jelas Belle.
"Aku hanya malu aja. Masa anak laki laki harus manja?"
Belle hanya dibuat tertawa atas tingkat kegengsian Nathan yang sangat tinggi itu. Belle tau bahwa Nathan sangat sangat penyayang walaupun cuek. Richard saja bahkan takut pada Nathan karna sikap dinginnya ini.
Tiba tiba saja, ponsel Nathan mendapat panggilan. Dengan segera Nathan melihat ponselnya dan tertulis dengan nama "Antonio" disana.
"Dari Antonio, sayang. Angkat ga ya?"
"Angkat saja, siapa tau itu penting." jawab Belle.
Nathan ke balkon untuk menerima telepon dari Antonio. Sedangkan Belle masih memasukan pakaian Nathan ke dalam koper.
__ADS_1
"Nathan, Nathan. Masa angkat telepon dari temanmu saja bertanya padaku?" gumam Belle sendiri.
*
"Yeap bro?" sapa Nathan setelah menggeser layar ponselnya.
("Jo, can you give me Vanka's number?")
"Sure! Wait a minute."
("Thanks, Jo.")
*
"Ada ada saja si Antonio, dia minta nomor Vanka sampai telepon padaku, beb." adu Nathan pada Belle.
"Mungkin dia kepepet, sayang. Kamu seperti ga ikhlas aja menerima teleponnya."
"Memang ga ikhlas!"
"Dasar anak kecil!"
"Kamu bilang aku apa?" tanya Nathan.
"Anak kecil! Aku seperti mengurus anak, bukan mengurus suami!" jawab Belle.
"Kamu!" ucap Nathan yang langsung menggelitik telapak kaki Belle.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰